biochaos

Menjelaskan Fenomena Biologi dengan RAPD

Posted: September 2nd 2015

Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD re:rapid) adalah teknik analisis DNA yang menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Pendekatan metode ini berkenan dengan analisis buta DNA. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa metoda ini tepat digunakan pada tingkat DNA. Disamping itu pekerjaan ini dapat dilakukan  dengan pengetahuan yang sedikit tentang urutan DNA tertentu atau gen dari organisme yang diteliti. Khusus untuk genetik serangga, hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena metoda ini dapat memulai dilakukannya analisis genetik pada spesies baru tanpa menunggu dana yang besar, waktu yang lama dan usaha yang lama. Metode RAPD sendiri melibatkan penggunaan teknik polimerisasi DNA (Polymerase Chain Reaction, PCR). Metode RAPD merupakan metoda baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom dengan cepat dan efisien. Tipe polimorfisme ini membuat RAPD cocok untuk studi keanekaragaman genetik, hubungan kekerabatan, peta genetik, sidik jari DNA. Sidik jari DNA banyak digunakan untuk kasus paternity dan forensik. Dengan menggunakan oligonukleotida pendek (biasanya … Read more


Tambakbayan Project

Posted: June 19th 2015

Haiiiiii… Hadir lagi di blog super kece untuk menambah pengetahuan dan mengajak para pembaca untuk mengenal lebih dalam topik bahasan kita kali ini yaitu Sungai wait for it Tambakbayan! Benar sekali, Sungai Tambakbayan! Kalian harus tau guys, sungai merupakan suatu bentuk ekosistem aquatik yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area) bagi daerah sekitarnya, sehingga kondisi suatu sungai sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan sekitarnya. Bila interaksi komponen abiotik dan biotik lingkungan sungai terganggu maka akan terjadi perubahan yang menyebabkan ekosistem perairan itu menjadi tidak seimbang. Sungai juga menjadi salah satu ekosistem yang mengalami pencemaran paling berat. Banyak saluran pembuangan baik dari perumahan, pasar, pabrik dan kegiatan lain seperti rumah makan dan bahkan rumah sakit  berakhir di sungai. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan turunnya kualitas air di sungai. Dimana sih sungai Tambakbayan? Sungai yang berada di kabupaten Sleman, kecamatan Depok, Daerah Istimewa Yogyakarta  ini mengalir  menuju jalan … Read more


Timah Indonesia

Posted: March 3rd 2015

Timah adalah unsur logam pada golongan 4A, periode 5 tabel periodik kimia, yang memiliki nomor atom 50. Lambang Sn dari unsur ini diambil dari bahasa latin timah yaitu Stannum. Dilihat dari kelimpahannya di alam, timah adalah unsur urutan ke-49 paling melimpah di alam. Berikut serba-serbi tentang unsur timah. Sifat Fisik Timah Informasi Umum: Nama Unsur : Tin Simbol : Sn (Stannum : Latin) Nomor Atom : 50 Kelompok : Logam Golongan : 4a Sifat Atom: Berat Atom : 118,70999999999999 Densitas : 7.30 g/cm3 Struktur Kristal : Tetragonal Kofigurasi Elektron : 2,8,18,18,4 Elektron Valensi : 2,4 Orbital : [Kr] 4d10 5s2 5p2 Jari-jari Atom : 1.72 Angstrum Jari-jari Ion : .71 (+4) Angstrum Volume Atom : 16.3 cm3/mol Elektronegativitas : 1,96 Energi Ionisasi I : 7.3438 V Energi Ionisasi II : 14.632 V Energi Ionisasi III : 30.502 V Bilangan Oksidasi : (4),2 Termodinamika: Titik Didih : 2602°C Titik Lebur : 231.97°C … Read more


~ A Walking Shark ~

Posted: December 6th 2014

Indonesian Speckled Carpet Shark / Hiu Karpet Berbintik  Ikan hiu karpet berbintik dikenal tidak menggunakan siripnya untuk berenang seperti jenis ikan hiu lainnya melainkan untuk berjalan di dasar laut. Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat tapi kisaran kedalaman yang tepat tidak di ketahui dan kondisi ini biasanya digunakan oleh hiu karpet berbintik sebagai tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase atau melindungi diri, atau mungkin pada saat berburu juga. Mengenal hidup ikan hiu endemik Indonesia, Hemiscyllium freycineti atau juga di sebut ikan hiu karpet berbintik Indonesia. Ikan hiu karpet berbintik indonesia atau Wobbegong dalam bahasa setempat adalah spesies yang kurang di kenal dari Papua (Indonesia) dan Papua New Guinea yang memiliki habitat sangat terbatas di sekitar semenanjung barat pulau New Guinea di western central pacific, dan sangat terbatas di bagian barat New Guinea. Di Indonesia ikan hiu karpet berbintik ini habitatnya terbatas pada provinsi … Read more


Choo Choo Cockatoo

Posted: September 10th 2014

Kakatua Jambul Kuning merupakan burung endemik Indonesia dan Timor Leste. Dalam bahasa latin disebut Cacatua sulphurea (Gmelin, 1788). Sedang dalam bahasa Inggris burung yang nyaris punah ini disebut Yellow-crested Cockatoo atau Lesser Sulphur-crested Cockatoo. Burung yang nyaris punah ini tersebar di seluruh Nusa Tenggara (termasuk Bali dan Timor), Sulawesi dan pulau sekitarnya, serta di kepulauan Masalembu. Burung berparuh bengkok ini mendiami daerah hutan, pingiran hutan, semak hingga daerah pertanian dengan ketinggian mencapai 800 meter dpl. Jenis kakatua ini membuat sarang pada batang-batang pohon tertentu. Makanan burung ini adalah biji-bijian, kacang, dan aneka buah-buahan. Salah satu spesies kakatua ini mempunyai ukuran sedang dengan panjang sekitar 35 cm. Semua bulunya berwarna putih semua. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakatua Jambul Kuning memiliki paruh berwarna hitam serta kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekornya berwarna kuning. Sebagaimana jenis kakatua lainnya, Cacatua sulphurea merupakan burung yang pandai. Burung yang nyaris punah ini dapat dilatih untuk … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php