ViviFreshily

Buah Emas dari Bumi di Atas Awan

Posted: February 27th 2016

heiii, sobat,, kalian pasti sering mendengar tentang keindahan alam Dieng Jawa Tengah,, ya DIENG.

Natural-Beauty-Sunrise-in-Sikunir-Dieng-Central-Java-Amazing-Beautiful-Natural-Scenery imgp7141 AMtrans-Web-42

Dieng sering disebut sebagai negeri dengan sejuta awan atau negeri di atas awan. Dieng memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Dieng terkenal dengan keindahan alamnya, terdapat bukit sekunir yang indah apabila ingin melihat sunrice, kawah Sikidang, danau Tiga Warna, dan juga tradisi dan keseniaan yang unik.  Sumber daya alam yang berupa uap panas, tradisi, dan sumber daya lahan yang subur. Sumber daya alam ini semakin berkembang berkat pengelolaan yang baik. Dieng juga terkenal dengan sistem terasering dan pemanfaatan lahan yang baik sehingga menghasilkan pemandangan pertanian yang indah. Salah satu hasil pertanian yang tumbuh dengan baik di Dieng yaitu kentang.

Ya, kentang menjadi andalan warga Dieng. Kentang Dieng menjadi salah satu produk kentang dengan kualitas terbaik di Indonesia. Kentang Dieng memiliki ukuran yang tergolong besar dan bersih atau sebagian besar tidak terserang penyakit. Kentang, dapat tumbuh dengan baik di daerah dingin seperti dataran tinggi dieng.

download kentang-dieng-1

Kentang digolongkan ke dalam sumber daya alam jenis hayati serta sumber daya alam yang potensial. Ya potensial, apabila tingkat produksi kentang dilakukan dengan teknik budidaya yang baik. Tidak mustahil kentang Dieng dapat menjadi kentang kualitas terbaik di Asean atau bahkan di Dunia apabila perkembangan dan teknologi pengolahannya semakin maju. Selain itu, kentang masuk dalam sumber daya alam yang terbarukan. Jelas, , kentang tidak akan habis dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

Kentang memiliki banyak manfaat dan fungsi, salah satunya sebagai bahan pangan. Kentang merupakan jenis bahan pangan fungsional yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Kentang dapat diolah menjadi berbagai macam makanan dan bahkan makanan ringan. Perkembangan kentang sebagai bahan pangan tidak lepas dari semakin tingginya kebutuhan pangan khususnya di Indonesia. Tidak hanya Indonesia, kentang juga menjadi bahan pangan fungsional yang telah berkembang pesat di dunia.

Perkembangan yang pesat budidaya kentang juga dapat mengakibatkan dampak buruk, misalnya degradasi lahan perbukitan menjadi lahan pertanian. Hal ini dapat saja terjadi apabila tidak dibarengi dengan peningkatan teknologi budidaya akan kentang. Lima tahun terakhir, telah banyak penelitian dan percobaan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Banyak teknik-teknik budidaya yang dikembangkan sehingga mengurangi penggunaan lahan perbukitan untuk pertanian.

yogya

Perbukitan yang berubah menjadi lahan pertanian akibat kurangnya penggunaan teknologi pada produksi tanaman kentang.

Selain kentang, tahukah kamu sobat, dieng memiliki satu jenis buah yang hanya dapat tumbuh dan berbuah di daerah Dieng saja??

manisan-carica1 Pepaya CaliforniaIMG_6119

 

Ya, sebagaian kalian pasti pernah mendengarnya, Carica, nama buah yang biasa disebut itu. Tanaman carica (Carica pubescens) merupakan tanaman khas dataran tinggi Dieng. Carica termasuk dalam satu genus dengan papaya dengan ukuran tanaman yang lebih kecil. Carica memiliki ukuran buah lebih kecil dibandingkan pepaya pada umumnya. Biji carica juga sangat berbeda dengan pepaya, Biji carica memiliki selubung putih dengan jumlah yang banyak serta ukuran biji yang lebih kecil.

Carica menjadi salah satu sumber daya alam biotik dan potensial di Dieng. Sama halnya dengan kentang, carica juga mengalami perkembangan yang pesat dengan budidaya yang maju. Carica sebagai salah satu buah tangan khas dari Dieng, mengalami peningkatan kebutuhan yang tinggi iiringi dengan pertumbuhan wisata di Dieng. Secara umum, wisatawan akan membawa oleh-oleh khas dari destinasi wisata yang didatanginya

Carica memiliki banyak keistimewaan, dilihat dari mata peneliti, daun carica memiliki khasiat sebagai antibakteri yang dapat digunakan untuk terapi penyakit diare. Senyawa fitokimia yang terkandung di dalam daun carica (Carica pubescens) adalah flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol. Selain daun, buah karika terbukti mengandung vitamin C dan memiliki aktivitas antioksidan dan senyawa aktif bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan antara lain adalah senyawa alkaloid, polifenol dan flavonoid (Indranila dan Ulfa). Selain itu, dilihat dari mata masyarakat asli Dieng, carica merupakan buah emas yang khusus tumbuh di Dieng, yang secara nyata dapat diperjual belikan sehingga meningkatkan taraf hidup. Carica dimanfaatkan sebagai salah satu buah tangan dari Dieng yang biasa dijadikan sebagai manisan carica.

carica-buah-khas-dieng-6

Manisan carica khas Dieng

Besarnya kebutuhan pangan akan kentang dan carica, tidak dibarengi dengan perbaikan lahan pertanian. Saat ini, budidaya kentang dan carica di Dieng terhalang dengan semakin tingginya tingkat wisatawan ke Dieng yang menambah tingkat polusi udara sehingga berakibat pada peningkatan suhu di daerah dieng. Peningkatan suhu ini akan mempengaruhi kualitas pertumbuhan tanaman kentang dan carica yang akan tumbuh dengan baik di suhu yang dingin. Akibat pertumbuhan pariwisata yang tinggi ini, petani-petani kentang dan carica berkurang dan beralih profesi menjadi penyedia jasa layanan untuk para wisatawan. Selain itu faktor pariwisata juga akan berdampak pada peningkatan volume sampah. Sampah yang tidak teratur dengan baik, akan berakibat pada kualitas air dan lahan pertanian yang menurun. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi produksi kentang dan carica tersebut.

Sumber referensi :

Indranila., dan Ulfa, M. 2015. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Karika (Carica pubescens) Dengan Metode DPPH Beserta Identifikasi Senyawa Alkaloid, Fenol, dan Flavonoid. Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Alternatif Medicine Tahun 2015. Hal 105-111.

 

 

 

 

 


12 responses to “Buah Emas dari Bumi di Atas Awan”

  1. handiprihanto says:

    Infonya menarik, saya baru tahu bahwa carica mengandung banyak manfaat.

  2. kharinawaty says:

    Wah..saya salah satu org yg menyukai daratan tinggi dieng.namun baru kali ini tau kentang juga salah satu SDA yg dibanggakan dieng. Semoga sya mempunyai kesmpatan untuk mencobanya.thx

  3. dwiky130801380 says:

    memang tidak diragukan lagi bahwa dieng memiliki pesona alam yang begitu indah. Terlebih juga memiliki sumberdaya alamnya yang di tempat lain belum tentu ada seperti tanaman (Carica pubescens), yang dapat dijadikan oleh masyarakat sekitar sebagai manisan.

  4. donnyfranklyn says:

    wiiih keren ya, iya sih emang dieng itu mantap abis. Engga cuma dari sisi pemandangan tapi dari hasil pertanian nya melimpah. Apalagi carica, dibuat jadi manisan hmmm enak buuanget dah top abisssss hahaha. Tapi ya itu karena udah banyak nya wisatawan yang tidak bertanggung jawab jadi rusak dah tuh lahan pertanian nya. Trimakasih atas info nya vivi

  5. linceriasitohang says:

    manisan carica memang menggiurkan. Pertama kali sy ke dieng dan pertama kali sy mengonsumsi buah (emas) itu sy langsung jatuh cinta kpd rasanya hmmm.. jadi pengen makan HAHAHA Ini jelas menjadi satu potensi industri olahan makanan, jadi meningkatkan perekonomian masyarakatnya juga. Thanks for information VIVI (love) :*

  6. Krisna Dewantara says:

    Akibat ‘swasembada’ beras inilah yang membuat masyarakat indonesia lupa akan keragaman lain yang juga berpotensi sebagai makanan pokok yaitu kentang. Perlu digalakkan lagi bahan alternatif beras selain kentang ini. Info yang menarik

  7. Armae Dianrevy says:

    Pembahasan yang menarik! Menurut saya, penggunaan kentang sebagai salah satu pangan fungsional adalah hal yang menarik, kentang mengandung karbohidrat dan beberapa vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita dan menjadi solusi yang bagus mengingat krisis pangan yang mungkin cepat atau lambat akan terjadi. Di sisi lain, sama halnya dengan tanaman lainnya, kentang pun pasti memiliki permasalahan, seperti adanya serangan hama, kondisi cuaca, daya tahan dan sebagainya yang patut untuk diperhatikan, selain itu tidak semua masyarakat atau konsumen yang dapat mengkonsumsi kentang sehingga perlu adanya peninjauan kembali.

  8. bogo6013 says:

    oleh-oleh dari Dieng yang paling saya suka adalah manisan Caricanya. namun, saya tdk menduga kalau peralihan profesi dari petani kentang menjadi pengolah manisan disebabkan oleh masalah dari pertanian kentangnya. Bahkan dari peralihan profesipun akan mengakibatkan dampak yang buruk juga. Menurutmu, apa yang bisa kita lakukan atau masukan ide apa yang bisa mengatasi hal ini supaya kegiatan perekonomian dan konservasi berbahan dasar sumberdaya alam lokal di Dieng tetap terjaga?

  9. libriestanico says:

    penjelasan yang rinci dan menyenangkan. isinya pun benar2 membarikan banyak informasi yang bahkan saya pun baru mengetahui bahwa dieng bukan hanya daerahnya saja yang sangat mengagumkan tapi juga sumber daya alam yang melimpah.

  10. septiapuspitasari says:

    luar biasa isi dari blognya sangat terperinci dan mudah untuk dipahami. saya sangat senang membacanya karena mengandung banyak informasi. paling utama saya menjadi tahu banyak sekali potensi yang ada di dieng bukan hanya keindahan alamnya tapi juga sumber daya alamnya yang sangat bermanfaat bagi manusia.

  11. libriestanico says:

    apakah buah carica ini harus di olah dahulu atau bisa di konsumsi langsung?

  12. informasi yang sangat menarik, apalagi mengetahui bahwa sumberdaya alam itu berada di Indonesia tepatnya di pulau Jawa ini. semoga semakin kedepannya kita sebagai anak biologi dapat membantu dalam memajukan budidaya kedua sumberdaya alam ini. thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php