ViviFreshily

Si Kembar Butuh Perlindungan!!!

Posted: December 6th 2015

gunung-kembar-sumbing-dan-sindoro

Kawan ingatkan kalian dengan gambar-gambar ini? Gambar hasil coretan anak-anak SD. Kebanyakan anak SD akan menggambarkan pemandangan gunung seperti di atas. Dua gunung berjejeran,  rumah, sawah, sungai, pohon, dan  jalan raya.

ss

Tahukan kalian bahwa dua gunung kembar ini dapat ditemukan di Indonesia??

Tidak perlu berjalan jauh untuk menemukannya. yaa  Kalian dapat menemukan dua gunung kembar ini di Jawa, , Si Kembar Gunung Sindoro dan Sumbing.

Kawan dari gambar anak-anak SD di atas, apa yang kalian pikirkan tentang Si Kembar ini?? pasti kalian berfikir tentang indahnya pemandangan hutan, sungai mengalir deras, burung-burung bernyayi, sawah hijau menjulang dan mungkin kalian akan sangat berharap untuk hidup di wilayah ini. yaa kalian akan menemukan suasana itu tigapuluh tahun yang lalu. Sekarang semua angan-angan itu sangat berbeda dengan kenyataan yang ada.

15sindoro_sumbing

5

Gunung Sindoro dan Sumbing berlokasi di Jawa Tengah yang mencakup tiga Kabupaten besar yaitu Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Dua gunung ini masih dikategorikan gunung berapi yang masih aktif. Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3371 mdpl sedangkan Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3150 mdpl. Gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa setelah gunung Semeru dan gunung Slamet.

b

Daerah celah antara gunung Sindoro dan Sumbing serta bagian Barat dari gunung Sumbing telah dibangung jalan raya antar provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini disebut dengan daerah Kledung Pass.  Terlihat pada Google Earth bahwa pada kawasan ini penuh dengan permukiman penduduk. Wilayah ini memang memiliki potensi yang sangat tinggi baik kawasan pariwisata atupun pertanian.

Perkembangan pertanian yang sangat pesat di wilayah ini mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan lahan pertaniannya. Hal ini mendorong terjadinya alih fungsi lahan dari yang semula hutan pinus menjadi ladang masyarakat. Tingginya proses pengalihan lahan hutan menjadi ladang ini mengakibatkan lebih dari setengah bagian kawasan hutan gunung Sindoro dan Sumbing habis dan berubah menjadi ladang.

Perubahan ini terlihat sangat jelas pada sisi bagian Timut dan Selatan dari gunung Sindoro serta sisi bagian Utara dari gunung Sumbing. Kawasan peralihan lahan ini mencakup tiga Kecamatan besar yaitu Kecamatan Parakan, Kledung, dan Bansari. Tiga Kecamatan ini pula yang berbatasan langsung dengan wilayah hutan di gunung Sindoro dan Sumbing. Sebagian besar lahan yang dibentuk digunakan masyarakat sebagai ladang sayuran dan tembakau. Proses peralihan lahan ini dirasa masyarakat sangat bernilai ekonomis tinggi karena harga jual dari sayuran dan tembakau hasil pertanian di wilayah ini tergolong dalam hasil pertanian yang terbaik. 555fcfb50423bd523d8b4567
tanaman-tembakau2

Perubahan dari kawasan hutan menjadi ladang masyarakat ini, mulai berdampak dan dirasakan masyarakat lima tahun terakhir. Ketersediaan air bersih yang mulai menipis, suasana lingkungan yang tidak lagi sejuk, dan hasil pertanian yang mulai menurun telah dirasakan oleh masyarakat. Mulai tahun 2010 lalu, sumur-sumur warga mulai mengalami kekeringan, dan sungai yang biasanya mengalir deras kini mulai mengering. Tidak hanya itu hilangnya kawasan hutan mengakibatkan kematian yang besar pada hewan-hewan yang ada di dalamnya yang menyebabkan hewan buruan mulai terbatas. Saat ini sebagian besar lahan pertanian di kawasan ini mengalami kekeringan.

 dsc09195resize lahanKritisSindoro-Sumbing

Melihat keadaan di atas, bagaimana kawan-kawan semua dapat berperan aktif dalam memperbaiki kerusakan ini?

Si Kembar butuh perlindungan dari kerusakan ini. Kawan banyak hal kecil yang dapat kita lakukan untuk melindungi alam kita. Tindakan kecil yang dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat akan sangat membantu proses perbaikan kawasan ini. Langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Tidak menggunakan pestisida yang berlebihan pada proses produksi pertanian yang menyebabkan lahan pertanian kurang subur. Penggunaan pupuk kompos atau pupuk kandang akan lebih efektif dan lebih ramah lingkungan. Lahan pertanian yang subur akan mengurangi minat keinginan masyarakat untuk membuka lahan baru.
  2. Sistem pertanian modern seperti hidroponik dan pertanian organik perlu diajarkan ke masyarakat sehingga proses pertanian lebih efektif. Sistem pertanian yang modern ini akan sedikit menggunakan lahan pertanian sehingga akan mengurangi penggunaan lahan.
  3. Proses pengajaran mengenai peternakan sehingga dapat mengubah pola kerja masyarakat. Salah satu sistem peternakan yang mudah dikembangkan di kalangan masyarakat desa adalah peternakan lele, dan ikan serta jenis-jenis hewan ruminansia.
  4. Pembukaan usaha dan lapangan kerja baru yang akan mengubah pola hidup masyarakat dari petani menjadi pekerja.
  5. Pelatihan dan pengajaran mengenai cara-cara berwirausaha akan mengubah mata pencahariaan dari petani menjadi wirausaha.
  6. Peningkatan pariwisata alam dan lingkungan yang mendorong peningkatan perbaikan alam.
  7. Konversi lahan pertanian menjadi hutan, salah satunya dengan penanaman pohon.
  8. Pemberlakuan wilayah hutan konservasi oleh pemerintah yang akan menekan konversi hutan.

Itulah hal-hal yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh konversi hutan.

Kawan beberapa hal di atas yang mungkin dapat kita lakukan secara langsung dan bahkan sudah mulai dilakukan oleh kelompok-kelompok peduli lingkungan, dapat kita lihat dari contoh di bawah ini.

  1. Kawasan Wisata Alam

img_20150617_0736041posong

Kawasan wisata alam dan lingkungan yang telah dilakukan yaitu wisata alam Posong dan Embung Kledung. Salah satu cara untuk merubah mata pencaharian masyarakat adalah dengan meningkatkan kawasan pariwisata terutama pariwisata alam. Selain mengubah mata pencaharian masyarakat, wisata alam dan lingkungan secara tidak langsung akan memperbaiki lingkungan. Hal ini terjadi karna wisata alam dan lingkungan membutuhkan kawasan yang hijau dan indah untuk dapat menarik minat pengunjung.

2. Perubahan pada sistem pertanian

hidroponik hidroponik (1) mantap

Sistem pertanian hidroponik akan mngurangi konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian karena sistem pertanian ini membutuhkan lahan yang sedikit. Sistem pertanian yang seperti ini selain dapat mengurangi perluasan lahan pertanian juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat, karena pada sistem pertanian hidroponik memerlukan sedikit biaya operasional. Sistem pertanian lain yang mungkin dapat dilakukan yaitu sistem pertanian organik, dimana pada sistem pertanian ini, menggunakan pupuk organik sebagai penunjuang pertumbuhan tanaman. Hal ini akan berkaitan dengan tingkat kesuburan tanah, dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pestisida pertanian akan menyebabkan lahan pertanian menjadi kurang subur sehingga sebagian masyarakat akan membuka lahan pertanian baru.

3. Perubahan pola kerja dari pertani menjadi peternak.

-12116463_ternak-sapi-di-kuningan-tmur--jakarta-selatan_663_382 Ternak-Lele

Salah satu bentuk konversi mata pencaharian masyarakat yaitu dari petani menjadi peternak. Hal ini akan mengurangi perluasan lahan pertanian oleh masyarakat. Sistem peternakan membutuhkan lahan yang sedikit dibandingkan dengan sistem pertanian. Selain itu, sistem peternakan membutuhkan ketersediaan air bersih dan rerumutan sehingga secara tidak langsung masyarakat akan mulai menghijaukan lahan pertanian dengan rerumputan atau dengan pohon.

4. Konservasi lahan pertanian menjadi hutan dengan penanaman pohon.

1129784644menanam penanaman tlogopucang

Hal yang paling mungkin dilakukan oleh pelajar terutama mahasiswa yaitu penanaman pohon. Kegiatan ini akan sangat berpengaruh terhadap proses perbaikan hutan.

5. Pembukaan lapangan kerja baru dan pembentukan wirausaha menengah ke atas.

334706_03013623042014_industri_rumahan kerupuk

Salah satu bentuk pengalihan mata pencaharian masyarakat adalah dengan dibentuknya lapangan kerja dan pembimbingan kewirausahaan. Hal ini akan berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat.

Kawan hal-hal kecil di atas, dapat kita lakukan untuk mengurangi konversi lahan hutan di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing. Kita perlu menjaga alam kita untuk kelangsungan hidup kita kedepannya.

SAVE SINDORO SUMBING

n

Just say, no more untuk konversi lahan.

 

 


5 responses to “Si Kembar Butuh Perlindungan!!!”

  1. Hallo Vivi!
    Terimakasih sudah berbagi informasi mengenai gunungnya 😀
    Informatif sekali, semoga upaya konservasi dapat terus dilakukan yaaaaa…
    Keep writing! 😉

  2. ayutiya95 says:

    Tulisan yang menarik Vi 🙂
    Saya tertarik dengan langkah : konservasi lahan pertanian menjadi hutan dengan penanaman pohon. Menurut saya langkah tersebut adalah langkah yang tepat, dengan adanya konservasi lahan pertanian dan hutan maka diharapkan pula persediaan air bersih juga dapat ditingkatkan. Good! 😀

  3. destri says:

    Tulisan yang menarik dan informatif Vivi, apalagi kedua gunung tersebut ada didaerah kita tinggal jadi lebih mudah untuk melakukan aksi nyata tersebut. Memang tanaman pertanian tidak dapat menyimpan air sebanyak pohon sehingga tak heran bila air semakin menipis, iklim yang tidak menentu seperti musim panas berkepanjangan jg memperparah keadaan tersebut. Sebaiknya penanaman tanaman pertanian tetap disertai pohon-pohon tinggi disekitarnya sehingga air yang datang dari air hujan dapat disimpan ditanah.

  4. hervierarosita says:

    Wah,ternyata kawasan gunung sindoro kondisinya semakin memburuk. Kurang terekspos memang permasalahan ini, semoga dengan cara tersebut dapat mengembalikan kawasan gunung sindoro seperti semula.

  5. lince says:

    LANJUTKAN AKSI ANDA SEMOGA BERHASIL !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php