ViviFreshily

Haii Orang Jawa,, Apakah Kalian Pernah Melihatku??

Posted: September 10th 2015

Pernahkan kalian orang Jawa mengenaliku?? Ini merupakan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab bagi orang Jawa yang belum pernah melihat Elang Jawa secara langsung.  Elang Jawa merupakan Elang khas endemik di Jawa, yang menjdi aset penting bagi orang Jawa. Elang Jawa memiliki karakteristik yang berbeda dengan elang-elang lainnya. 

ELANG JAWA (Spizaetus bartelsi)

elang jawa

 

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Sub Phylum     : Vertebrata

Kelas               : Aves

Ordo                : Falconiformes

Sub Ordo        : Acciptres

Famili              : Accipitridae

Sub Famili       : Aqualinae

Genus              : Spizaetus

Spesies            : Spizaetus bartelsi

 

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) merupakan salah satu spesies endemik di pulau Jawa, karena burung ini hanya dapat ditemukan di pulau Jawa. Saat ini Elang Jawa sangat jarang ditemukan di pulau Jawa bahkan di habitat aslinya di blok-blok hutan daerah pegunungan. Elang Jawa masuk dalam status endangered dalam Redlist  BirdLife International 2001 dan IUCN. Suatu spesies dikatakan berstatus genting apabila terjadi penurunan populasi >50% selama 10 tahun, dengan wilayah yang ditempati <500 km2, dan tingkat populasinya <250 individu. Elang Jawa memiliki morfologi yang unik yang membedakannya antara elang yang lain. Elang Jawa mungkin membentuk subspesies dengan elang gunung (S. Alboniger), Elang Sulawesi (S. Lanceolatus), dan Elang Filipina (S. Philippines).

Nah teman-teman, apa sih yang membedakan Elang Jawa ini dari jenis Elang yang lain??  Ini kita punya ciri-cirinya..

1. Elang Jawa memiliki jambul menonjol yang terdiri dari 2-4 bulu dengan panjang mencapai 12 cm berwarna hitam dan berujung putih

2. Punggung dan sayap coklat gelap

3. Ekor coklat bergaris-garis hitam

4. Tenggorokan putih dengan  garis-garis hitam di tengahnya

5. Berkaki putih dengan garis melintang coklat tua dan bulu hingga tungkai

6. Berjari kuning dan kuku cakar hitam, berukuran besar 60-70 cm dengan berat hingga 2,5 kg.

Elang Jawa termasuk dalam hewan yang dilindungi karena populasinya hampir punah. Kepunahan Elang Jawa kebanyakan disebabkan oleh adanya perubahan lingkungan, dimana banyak hutan-hutan tropis di Jawa telah berubah alih menjadi permukiman. Elang Jawa biasa hidup di habitat yang sulit dijangkau, hutan awet tropis, hutan tropis, daratan rendah, dan berbukit. Adanya perubahan lingkungan ini menyebabkan populasi Elang Jawa menurun. Struktur vegetasi penyusun suatu habitat sangat berpengaruh terhadap keberadaan suatu spesies terutama burung pada habitat tersebut. Suatu habitat  harus mampu menyediakan kebutuhan  dasar  populasi  hewan, meliputi makanan, air,  udara  bersih,  garam  mineral,  tempat berlindung,  berkembang  biak,  maupun tempat  untuk  mengasuh  anaknya. Perubahan sedikit pada kondisi habitat tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan komponennya, yang akan berakibat populasi spesies di habitat menurun dan akhirnya menghilang. Spesies jenis burung termasuk dalam spesies yang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya sehingga keberadaannya bergantung dengan lingkungannya.

Selain karena adanya pengalihan lahan perhutanan menjadi pertanian dan permukiman, kepunahan Elang Jawa juga disebabkan oleh adanya persaingan antar spesies dalam mencari makan dan adanya persaingan dalam mempertahankan daerah tertorialnya. Banyaknya perburuan liar yang menjadikan Elang Jawa sebagai hiasan juga menjadi salah satu aktivitas manusia yang menurunkan populasi Elang Jawa. Spesies burung sangat sensitif terhadap lingkungan termasuk diantaranya adanya suara bising dari kendaraan bermotor.

Elang Jawa saat ini dikatakan sangat kritis (endangered) dan hampir mencapai titik kepunahan. Banya habitat asli Elang Jawa yang sudah rusak dan berubah mejadi lahan pertanian. Kondisi yang memprihatinkan ini membutuhkan beberapa tindakan khusus guna menyelamatkan aset berharga orang Jawa ini.  Beberapa upaya dalam menangani dan melestarikan Elang Jawa ini adalah dengan konservasi hutan sebagai habitat asli Elang Jawa, pembuatan suaka Elang dan Kemitraan, dan Taman Nasional. Selain beberapa lembaga di bawah pemerintahan yang bersifat resmi, juga terdapat beberapa komunitas pecinta dan pelestasi Elang Jawa yang ikut aktif dalam proses konservasi Elang Jawa.

Haii teman-teman kalian yang mengakui dan mengagumi kebudayaan Jawa dan segala hal mengenai Jawa,, Mari kita ikut berperan aktif dalam menjaga dan melindungi aset berharga kita melalui kecintaan terhadap alam kita. Dengan sedikit kepedulian menjaga habitat hutan, tidak berburu secara sembarangan, dan mencegah perdagangan burung Elang Jawa yang ilegal, hal ini akan bermanfaat dalam menjaga kelestarian dan kelangsungan Elang asli Jawa ini.

Sumber acuan dapat dilihat pada :

Annual-Report-SE-2009-1

B01mac


2 responses to “Haii Orang Jawa,, Apakah Kalian Pernah Melihatku??”

  1. muriamumu says:

    artikel anda sangat informatif dan menarik, jujur saya orang jawa tapi belum mengetahui bahwa ada elang jawa yang mempunyai perbedaan dengan elang lain pada umumnya. semoga semakin banyak masyarakat jawa yang peduli tentang keberadaan elang jawa dan turut serta dalam pelestariannya.

    • Vivi Indriasti Freshily says:

      trimakasih muria telah berkunjung ke blog saya,, memang benar saat ini banyak orang jawa yang tidak mengetahui keberadaan burung ini termasu saya sendiri,, mungkin saat ini tidak banyak sumber yang dapat menjelaskan secara detail bagaimana struktur fisik burung ini apalagi untuk menunjukannya, kita hanya bisa membaca sumber sumber terpercaya dan mencoba membayangkan bagaimana bentuk burung ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php