ViviFreshily

Rambutmu Asetmu

Posted: August 31st 2015

Hello guys,, Wellcome in my blog, disini kalian akan mengetahui betapa asiknya biologi itu. Kalian pasti berfikir biologi itu ribet dengan banyak istilah yang susah dan kalian juga berfikir biologi itu tidak ada gunanya. Biologi itu bukan hanya soal tumbuhan, hewan, bakteri, dan hal hal lain yang membuat kepala kalian pusing. Saat ini banyak perkara yang sulit untuk dipecahkan dengan teknik analisis biasa namun dapat dipecahkan dengan biologi. Salah satu cabang biologi yaitu ekologi molekuler mempelajari mengenai isu-isu lingkungan yang sulit untuk dipecahkan namun dapat diurai dengan pendekatan biologi terutama molekuler.

Kalian pernah berfikir tidak, bagaimana kasus pembunuhan yang menyisakan sedikit barang bukti saat ini bisa dengan mudah terungkap??? Bagaimana para ilmuan sejarah mengetahui umur fosil dengan hanya menemukan tulang belulang?? Dan yang paling sering kita jumpai nie guys,, Bagaimana memastikan bakso yang kita makan asli terbuat dari daging sapi apa ada kandungan daging babinya.. Nah…  di biologi kalian akan tahu jawabannya.

Saat ini banyak kasus pembunuhan yang dengan mudah diketahui pelakunya hanya dengan setitik darah, sehelai rambut, setetes air liur, kuku dan sedikit sperma. Kalian tahu tidak kalo benda-benda sekecil dan sesedikit itu merupakan aset terbesarmu??? Kalian perlu tahu bahwa sehelai rambut kita akan dengan mudah menandakan jati diri kita.

DNA Rambut

DNA Rambut

Rambut memiliki sel-sel penyusun yang didalamnya terkandung sebuah sumber informasi genetik tubuh kita yang anak biologi sering sebut DNA. Secara teknis DNA merupakan basa nukleotida yang berbentuk double helix dan terdapat dalam inti sel. Nah mulai susah kan?? Hahaha,, tidak perlu terlalu takut dengan biologi,, yang kalian perlu ingat saja DNA itu merupakan sumber informasi genetik yang sifatnya spesifik artinya DNA setiap manusia akan berbeda-beda dan spesifik untuk masing-masing orang yang dan DNA terdapat di semua sel tubuh manusia bahkan di ujung rambutmu. Jadi Sehelai Rambutmu Itu Merupakan Aset Terbesarmu.

Kembali lagi ke Pembunuhan.. Nah mulai serem.. Hahahaha. Pada kasus pembunuhan barang bukti berupa sehelai rambut merupakan barang bukti yang besar yang dapat mengungkapkan siapa pelakunya. Gimana caranya??? Secara singkat, barang bukti yang berupa rambut itu diambil kemudian diperlakukan sedemikian rupa untuk mendapatkan DNA. DNA yang jumlahnya sangat sedikit ini kemudian akan diperbanyak dengan menggunakan alat PCR. Nah dari sampel DNA yang banyak ini kita gunakan dengan teknik RFLP yang pada akhirnya akan membentuk fragmen-fragmen atau pita-pita yang spesifik untuk setiap orang. Dari pita yang terbentuk ini kita akan mengetahui sosok asli pelaku pembunuhan.

Nah untuk lebih dalamnya kita buka artikel selanjutnya ea…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7 responses to “Rambutmu Asetmu”

  1. Grace Nathania says:

    tulisan yang menarik, secara tidak langsung rambut yang kita miliki berfungsi sebagai identitas kita, benar begitu? apakah dalam mengidentifikasi “pemilik rambut” memerlukan waktu yang lama? terimakasih.

    • Vivi Indriasti Freshily says:

      trimakasih sudah berkunjung ke blog ini,,,
      menanggapi pertanyaan di atas,, iah secara tidak langsung rambut menjadi salah satu aset berharga kita dimana dengan hanya sehelai rambut identitas kita dapat diketahui,, hal ini dapat diketahui melalui pendekatan molekuler dengan identifikasi DNA, nah salah satu contoh rambut menjadi aset berharga kita yaitu pada proses identifikasi pembunuhan dimana hanya dengan sehelai rambut, identitas korban atau tersangka dapat diketahui.
      mengenai waktu identifikasi, hal ini sangat fleksibel dan susah dipastika, secara kita tahu sendiri bahwa proses identifikasi dilakukan oleh instansi-instansi tertentu yang memiliki jadwal tertentu. lama waktu identifikasi juga dipengaruhi oleh kondisi rambut itu sendiri, apakah rambut dalam kondisi utuh dan baik, atau rusak.
      mungkin hanya itu yang dapat saya tambahkan,, trimakasih untuk pertanyaan dan masukannya..
      jangan lipa ikuti terus post-post selanjutnya ea….

  2. fernandopn says:

    Contoh yang menarik dari manfaat ilmu biologi khususnya molekuler. Mungkin dapat dijelaskan apa yang menjadi kendala dalam identifikasi kasus pembunuhan seperti itu?
    Serta bagaimana kita dapat mengetahui bahwa dari pita hasil teknik RFLP kita dapat langsung mengetahui sosok asli pelaku pembunuhan?
    Mohon lebih diperjelas, makasih

    • Vivi Indriasti Freshily says:

      trimaksih sudah berkunjung,, oke berdasarkan sumber yang menjadi acuan saya dalam topik ini, salah satu kendala dalam identifikasi kasus pembunuhan berkaitan dengan kondisi di tempat,, barang bukti khususnya rambut yang paling dapat dipercaya adalah rambut korban (walaupun dalam kasus pembunuhan sampel darah akan lebih diperhatikan dibandingkan rambut). kondisi rambut yang masih utuh, fres, dan baik yang dapat dengan mudah diidentifikasi serta lokasi penemuannya (khusus rambut, harus benar-benar diperhatikan dan dipastikan apakah rambut tersebut milik si korban atau bahkan rambut lain).
      salah satu cara mengetahui sosok pelaku adalah dengan metode pendugaan. pada khasus pembunuhan pihak kepolisian akan menetapkan terduga (yaitu orang-orang yang dekat dengan korban/yang memiliki hubungan khusus dengan korban). barang bukti (dapat berupa rambut, darah, sidik jari atau bahkan hal-hal lain) yang ditemukan akan dicocokan dengan sampel dari terduga tersebut.
      mungkin itu yang dapat saya tambahkan,, jangan lupa ikutin terus ea post-postnya buat ngasih masukan masukan,,
      trima kasih

  3. menurut anda tingkat ke akuratan rambut itu tinggi atau rendah untuk identifikasi DNA?

  4. elvinadea says:

    Tulisan yang sangat menarik! Seperti yang kita ketahui dalam pengungkapan kasus pembunuhan misalnya, sampel yang diambil tidak hanya dari rambut tetapi juga bagian tubuy yang lain. Nha sedikit saya ingin bertanya, apakah prosedur dalam melakukan tes tersebut sama antara yang menggunakan rambut dengan yang menggunakan bagian tubuh yang lain?

  5. Ayu Tiya Rima says:

    tulisan yang mudah untuk dipahami…namun alangkah lebih baik apabila teknik RFLP dijelaskan lebih lanjut, sehingga pembaca dapa semakin memahaminya.
    Good Job ! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php