ViviFreshily

PCR, RFLP and your identity

Posted: August 31st 2015

Apa itu PCR?? Apa itu RFLP?? dan apa hubungannya dengan identitas kita? Kita perlu memahami lebih dalam tentang ini.. Melanjutkan post sebelumnya mengenai Rambutmu Asetmu, disini akan lebih dijelaskan secara rinci mengenai teknik PCR dan teknik RFLP serta apa hubungannya dengan identitas kita.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Contoh alat PCR

Contoh alat PCR

PCR pertama kali diperkanalkan oleh Kary Mullis pada tahun 1994 (termasuk teknologi yang masih baru kawan).. Salah satu kegunaan PCR untuk memperbanyak DNA. DNA yang ada dalam jumlah sedikit dapat digandakan atau bahasa kerennya disintesis dengan menggunakan enzim DNA polimerase. Enzim ini akan membuat DNA komplementer (DNA pasangan) dari DNA asli sehingga dari satu untai DNA dapat digandakan menjadi jutaan untai DNA. Lama dong waktu nunggunya…. jangan salah PCR ini dapat dengan cepat menggandakan DNA hanya dalam beberapa menit. PCR  digunakan untuk identifikasi jenis jenis virus penyebab penyakit, mengetahui umur DNA, dan menganalisis kemurnian produk. PCR memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan ke depan. Nah..salah satu fungsi PCR juga untuk identifikasi identitas seseorang. DNA yang telah diperbanyak akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik RFLP.

RFLP  (Restriction Fragment Length Polymorphism)

RFLP merupakan teknik sidik DNA berdasarkan deteksi fragmen DNA dengan panjang yang bervariasi. DNA terdiri dari rangkaian basa nukleotida yang berbentuk double helix. DNA memiliki 4 jenis basa yaitu  Adenin, Guanin, Timin, dan Sitosin yang menyebabkan DNA memiliki berat molekul yang berbeda. Nah 4 jenis basa tadi dikemas sedemikian rupa membentuk double helix  dan memiliki sususan yang berbeda dan bervariasi. Susunan ini yang akan menjadi dasar pembeda untuk setian jenis sel. RFLP akan membedakan DNA milik satu orang dengan orang lain dengan cara menggambarkan tipe-tipe fragmen/pita pada sebuah agarose gel (sejenis gel/agar-agar khusus) yang kemudian akan di cetak dengan menggunakan nilon. Nahhh pada nilon ini pita-pita/fragmen DNA akan terlihat.

DNA sampel yang telah diperbanyak akan mengalami proses pemotongan dengan menggunakan enzim khusus yaitu restriction endonuclease pada bagian yang disebut restriction endonuclease recognition site (sisi yang dikenali oleh enzim restriksi) yang kemudian akan membagi DNA dalam pola-pola khusus. Nahhh pola-pola inilah yang akan membentuk tipe-tipe fragmen.

contoh hasil fragmen DNA

contoh hasil fragmen DNA

Setiap individu akan memiliki tipe fragmen yang berbeda-beda. Semakin dekat tingkat kekerabatan seseorang perbedaan yang muncul akan semakin sedikit. Apabila fragmen yang terbentuk memiliki kesamaan hingga 100% dengan sampel, maka dapat dipastikan keduanya berasal dari sumber yang sama. Fragmen-fragmen inilah yang menujukan identitas diri si pemilik rambut.

Dalam kasus pembunuhan barang bukti yang terkumpul dan telah dianalisis akan dicocokan dengan sampel dari kerabat dekat korban atau orang-orang disekitar korban. Nahh orang-orang ini masih disebut terduga. Setelah hasil dicocokan dan terbukti ada kesamaan fragmen hingga 100%, maka yang bersangkutan akan dipastikan sebagai tersangka.

Sekarang sudah terungkap kan bagaimana sehelai rambut itu menjadi penanda identitas seseorang???  Sekarang bisa tahu donk kalo ilmu biologi itu memiliki banyak kegunaan dan pastinya membuat kita selalu penasaran. Semakin kita ingin belajar semakin banyak hal yang ingin kita ketahui lebih dalam. Nahhh,, ini baru salah satu contoh dari aplikasi ilmu biologi loo guys,, masih banyak sekali aplikasi ilmu biologi yang belom kalian ketahui, dan pastinya akan membuat kalian semakin penasaran lagi..

Soo.. ikuti terus ea post-postnya ea,, jangan lupa juga memberikan masukan agar semuanya bisa diperbaiki.. Thank for your time….


One response to “PCR, RFLP and your identity”

  1. Ranti says:

    sudah capek dan pusing untuk dibaca dari artikel sebelumnya. hahaha.. tapi identifikasi dengan sebagian kecil dari tubuh kita memang menarik dan mudah untuk didapat (tidak perlu membunuh atau mengoperasi bagian vital) supaya mengetahui identitas suatu individu. Sepertinya yang berminat di bidang forensik sangat butuh artikel ini. Semangat blogging yaa !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php