Frans Theo Wiranata

Identifikasi Spesies Ordo Cetartiodactyla Menggunakan DNA BARCODE

Posted: September 1st 2015

download

 

Hello Sob, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang masalah identifikasi spesies ordo cetartiodactyla nah udah tau belum yang termasuk ordo tersebut apa aja. oke cekidot !! Ordo Cetartiodactyla merupakan mamalia besar dan mempunyai daerah sebaran luas. Saat ini di dunia terdapat 10 famili yang terdiri dari 220 spesies anggota ordo Cetartiodactyla. Selain itu,banyak spesies dari ordo Cetartiodactyla sukses mengalami domestikasi menjadi ternak dan sumber protein utama bagi kebutuhan manusia. Sumber daya hayati Indonesia dari ordo Cetartiodactyla terdiri atas 4 famili, yaitu Suidae, Tragulidae, Cervidae dan Bovidae. Famili Suidae memiliki anggota 10 spesies yaitu babi rusa buru (Babyrousa babyrussa), babi rusa sulawesi (Babyrousa celebensis), babi rusa togian (Babyrousa togeanensis), babi rusa bola batu (Babyrousa bolabatuensis), babi nangui (Susbarbatus), babi vavu (Sus celebensis), babi flores (Sus heureni), babi celeng (Sus scrofa), babi timor (Sus timorensis), dan babi bagong (Sus verrucosus) (Suyanto dkk., 2002). Famili ini umumnya masih hidup liar dan hanya satu yang sudah dibudidayakan, yaitu babi celeng (Sus scrofa). Famili Tragulidae terdiri atas 3 spesies, yaitu pelanduk jawa (Tragulus javanicus), pelanduk kancil (Tragulus kanchil) dan pelanduk napu (Tragulusnapu), ketiganya masih hidup liar di habitat alam. Enam jenis anggota famili Cervidae semuanya masih hidup liar, yaitu rusa bawean (Axis kuhlii), rusatimor (Rusa timorensis), rusa sambar (Rusaunicolor), kijang muncak (Muntiacus muntjak),kijang sumatera (Muntiacus montanus), dan kijangkuning (Muntiacus atherodes) (Wilson, 2005). Famili Bovidae sebagian besar sudah menjadi hewan ternak dan menjadi sumber protein penting bagi manusia yaitu sapi (Bostaurus dan Bos indicus), kambing (Capra hircus),domba (Ovis aries), dan kerbau (Bubalus bubalis),sedangkan anoa (Bubalus depressicornis dan Bubalus quarlesi) serta banteng (Bos javanicus) masih hidup liar di daerah konservasi, sedangkan sapi bali yang merupakan hasil domestikasi banteng telah menjadi komoditas ternak penting sebagai penghasil daging. Nah sekarang udah pada kenal kan siapa penghuni ordo tersebut.

CETARTIODACTYLACETARTIODACTYLA (1)ekomol

CETARTIODACTYLANAhh di Indonesia negara kita tercinta ini banyak terjadi kasus daging/produk olahan asal hewan yang tidak jelas identitasnya beredar di berbagai pasar tradisional,seperti daging celeng, dendeng, dan bakso. Ditempat tertentu produk olahan berasal dari daging kehidupan liar juga sering dijumpai. Selain itu,pemalsuan produk olahan asal ternak juga sering terjadi dan membuat keresahan masyarakat. Oleh sebab itu dalam rangka penegakkan hokum diperlukan alat identifikasi spesies yang akurat dengan DNA BARCODE.

DNA barcoding merupakan teknik mengkarakterisasi dan mengidentifikasi spesies menggunakan sekuen DNA yang disebut DNA barcode. Gen cytochrome c oxidase subunit I (COI) adalah protein coding pada DNA mitokondria dan telah banyak digunakan sebagai alat identifikasi spesies hewan. Segmen dekat ujung 5’ dari CO1sepanjang sekitar 650 basa merupakan daerah yang banyak digunakan sebagai DNA barcode untuk fauna (Herbert dkk., 2003). Efektifitas COI telah divalidasi untuk bermacam kelompok fauna dan sebagian besar jenis fauna yang diteliti bisa dibedakan menggunakan DNA barcode. Efektifitas ini disebabkan oleh variasi intra spesifik rendah, tetapi variasi inter spesifiknya tinggi terutama pada taksa yang berdekatan (Ward., dkk).

Dengan DNA BARCODE ini dapat digunakan sebagai alat identifikasi organ/bahan olahan yang berasal dari hewan dalam rangka monitoring, penegakkan hukum, dan klarifikasi spesies untuk keperluan kasus tertentu, serta memberi rasa aman pada kosumen terhadap kebenaran dari suatu produk berasal dari hewan/ternak.

 

Daftar Pustaka

Suyanto, A., M. Yoneda, I.Maryanto, Maharada- tunkamsi, J. Sugarjito. 2002. Check list of Indonesian Mammals. 2nd edition. Biodiversity Conservation Project. LIPI, JICA and PHPA, Bogor.
Ward, R.D., T.S. Zemlak, B.H. Innes, P.R. Last, P.D.N. Herbert. 2005. DNA barcoding Australia’s fish species, Philosophical Sciences.
Wilson, D.E., D.M. Reeder. 2005. Mammal species of the world: a taxonomic and Geographyraphic reference, 3rd edn. Johns Hopkins University Press, Baltimore.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php