felixiaamanda

Ayo Peduli dengan Macaca Maura – Si Kera Dare asal Sulawesi

Posted: December 5th 2015

Macaca maura merupakan hewan endemik asal Sulawesi di mana dia biasa disebut kera hitam/kera dare Sulawesi. Kera ini memiliki ekor yang sangat pendek. Hewan ini hanya dijumpai di hutan-hutan Sulawesi loh.. Monyet jenis Macaca Maura ini mempunyai pemimpin kawasan yang disebut Noa. kera jenis ini memiliki otak yang lebih kompleks, dan lebih pintar daripada monyet. Selain itu, kera jenis ini memiliki warna rambut pada punggung dan anggota badannya hitam, mengkilap, sedangkan pada perut dan dada berwarna cokelat tua sampai hitam.Kera ini memiliki massa otak besar, inteligensianya setingkat di bawah manusia, indera pendengar dan penglihatannya berkembang baik (binatang ini sudah dapat membedakan perbedaan warna) dan cenderung berdiri tegak. Menurut Supriatna (2000) Panjang tubuh Monyet Hitam Dare sekitar 500 – 690 mm, panjang ekor 30 – 35 mm, dengan berat berkisar antara 5-6 kg.

Macaca Maura Dewasa

Macaca Maura Dewasa

Aktifitas

Monyet Hitam Dare lebih banyak memakan buah (frugivorous) dibandingkan daun-daunan (Watanabe and Brotoisworo, 1982). Mereka sering dijumpai ketika makan di pohon-pohon yang sedang berbuah. Selain itu beberapa jenis serangga dan jamur. Monyet Hitam Dare aktif pada siang hari (diurnal). Mereka hidup di pohon (arboreal), namun kebanyakan hidup di permukaan tanah (teresterial) karena kerapatan pohon yang rendah di hutan. Mereka hidup secara berkelompok dan melakukan pergerakan sering kali bersama-sama. Pergerakan ini baik pada saat mencari makanan maupun pindah dari satu tempat ke tempat lain. Menurut Matsumura (1991) monyet hitam dare memiliki luas daerah jelajah (home range) berkisar 20 ha – 25 ha. Daerah jelajah antar kelompok tersebut biasanya tumpang tindih.
646x323-macaca-maura-monyet-langka-di-sulawesi-utara-140124f

Status dan Konservasi
Status konservasi Monyet Hitam Dare telah dimasukan dalam Appendix II, Konvensi Internasional tentang Perdagangan Spesies Tumbuhan dan Satwa Liar (CITES).Monyet Hitam Dare menghadapi ancaman kepunahan akibat pengurangan habitat dan perburuan oleh masyarakat karena dianggap sebagai hama pertanian. Pembukaan hutan menyebabkan satwa ini telah kehilangan sekitar 88% habitat awalnya, dari seluas 23.000 km2 menjadi hanya 2.800 km2. Populasi Monyet Hitam Dare di alam dikhawatirkan terus menurun. Jumlahnya saat adanya penelitian tahun 1989 ditaksir tidak melebihi 4.000 ekor (Supriatna, 2000).
Macaca2-Maura-2

Hewan lucu satu ini termasuk hewan yang terancam punah lohh menurut IUCN (The International Union for Conservation of Nature) dan oleh Pemerintah Indonesia dilindungi berdasarkan PP. RI. No. 7 Tahun 1999. Kasian sekali bukan? Hewan menggemaskan seperti ini terancam punah dan jika tidak dilestarikan lama kelamaan akan punah. Lalu bagaimana dengan biodiversitas yang dimiliki Indonesia jika hewan-hewan semakin tahun semakin banyak yang terancam punah yang sebagian besar karena ulah manusia? Ini merupakan kasus serius yang bukan hanya urusan pemerintah saja atau urusan lembaga konservasi. Namun ini juga urusan kita semua masyarakat baik dari kalangan pemuda dan semua kalangan. Jika bukan kita siapa lagi? Tidak mungkin kan kita mengharapkan hewan-hewan ini punah dahulu baru kita beraksi? Telat Men!! Wake up! Ini Indonesia Kita dan sebagai warga yang baik wajib turut melestarikan apa yang ada di Indonesia. Meski sudah ada tindakan konservasi bagi Macaca Maura dengan adanya taman nasional batimurung bulusaraungMaros, Sulawesi Selatan tidaklah cukup.
Untuk itu saya ingin melakukan konservasi secara personal dan mengajak para pembaca setia bloggers ikut andil dengan cara:
1. Study – saya akan lebih mendalami lagi segala sesuatu tentang Macaca Maura dan upaya-upaya konservasi yang dapat dijalankan secara efektif dan efisien dalam penanganan hewan yang mirip dengan manusia.
2. Penyuluhan dan perkenalan konservasi serta tentang Macaca Maura – dalam waktu kurang lebih 2 tahun saya akan melakukan penyuluhan terutama terhadap generasi muda terutama anak yang masih SD supaya menyadari dan sudah tertanam sejak kecil untuk cinta akan lingkungan
3. Berperan aktif dalam lembaga konservasi – dalam kurun waktu 5 tahun setelah saya mendapat bekal materi yang cukup saya akan membantu baik dari segi dana serta berpartisipasi aktif
4. Menanam pohon-pohon disekitar rumah – kita harus menunjukkan bahwa dengan menanam pohon-pohon dan tidak menebangnya untuk exploitasi maka kita juga mengajak untuk mempertahankan habitat dari Macaca Maura
5.Mouth to mouth – saya akan menyampaikan dari mulut ke mulut tentang status hewan-hewan yang terancam punah dan mengajak untuk mau mengajak orang-orang lingkungan sekitar untuk peduli
6. Dengan memberi informasi dan dituangkan ke dalam blog sehingga banyak orang yang membacanya mendapat pengetahuan lebih dan tersentuh untuk peduli

Sumber :
http://www.sooperboy.com/sooper-hot/macaca-maura-monyet-langka-di-sulawesi-utara-140124f.html#
http://www.iucnredlist.org/search
http://www.tn-babul.org/index.php?option=com_content&view=article&id=168%3Adare-monyet-hitam-endemik-sulawesi-selatan&catid=49%3Aartikel&Itemid=195
http://www.mongabay.co.id/2015/10/12/beginilah-kepemimpinan-dalam-masyarakat-monyet-sulawesi/


34 responses to “Ayo Peduli dengan Macaca Maura – Si Kera Dare asal Sulawesi”

  1. Tony says:

    Sayang sekali kalo sampe punah. Semoga pemerintah dan masyarakat setempat lebih kuat lg dalam melindungi dan melakukan konservasi terhadap kera dare ini.

  2. Henry Li says:

    wah benar harus jaga, mereka kan juga makhluk hidup sudah sepantasnya kita sebagai manusia harus menjaga mereka

  3. Ganang Madyasta says:

    Monyeeett!! Hahaha, aku baru tau ada spesies Macaca endemik Indonesia. Cara konservasi yang cukup menarik, dari informasi dapat kita sebarkan ke masyarakat luas sehingga masyarakat dapat lebih peduli terhadap makhluk hidup lainnya. Keep conserving 😀

  4. erland says:

    Jika kita peduli pada macaca maura itu. Seharusnya kita membuat tempat khusus untuk macaca maura itu hidup. untuk menyambung hidup,macaca maura itu butuh mencari makanan dari alam yg terbuka.. Jika kita buat penangkaran khusus untuk macaca. Macaca itu tidak akan mencari makanan sendiri di alam terbuka. Dan macaca itu tidak akan dianggap sebagai hama pertanian lagi. Jika kita membuat tempat khusus untuknya, Macaca maura itu akan dapat dirawat dan dilestarikan agar tidak punah, apalagi macaca itu tinggal sedikit. Selain itu dapat dilatih agar semakin pintar. Karena macaca itu memiliki otak yang lebih pintar dari kera kera yang lain.

  5. Alfons says:

    Sangat disayangkan apabila Macaca Maura ini sampai punah.. Apalagi Macaca tersebut merupakan satwa endemik.. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar dapat melindungi satwa-satwa yang terancam punah salah satunya Macaca Maura ini.. Akan sangat terlambat untuk menyesal saat kita melihat satwa tersebut punah.. Karena keindahan alam Indonesia ini sangatlah banyak dan beragam, maka janganlah kita egois dan menikmati keindahan itu sendiri dan hanya sampai generasi ini, tapi kita jaga dan lestarikan untuk generasi penerus kita..

  6. ALS says:

    Wah…
    Arus di lestarikan jangan di biarkan punah…

  7. Dhayu says:

    Kalo di Indonesia gak diurus, bisa lah masyarakatnya diwakilkan untuk inisiatif ke badan konservatif internasional.. Biar pemerintahnya kesentil jg kalo gak mau aware sama beginian..

  8. felixia18 says:

    Makasih semua atas partisipasi dan dukungan positif serta saran-sarannya. Semoga bermunculan masyarakat serta orang-orang yang berpartisipasi aktif dalam konservasi ini baik secara internasional maupun nasional ikut andil dalam upaya pelestarian

  9. Yani Evami says:

    Rencana yang cukup menarik, semoga dapat terealisasikan segera dan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam konservasinya.Semangat!

  10. GUNAWAN KHO says:

    Sehubungan Dengan maraknya pemberitaan tentang perburuan hewan2 yang masuk kedalam kategori hewan yg dilindungi di Indonesia belakangan ini, makan artikel ini sangat membantu kita agar kit lebih perduli lagi terhadap Makhluk Ciptaan Tuhan yg semakin langka ini.

    lanjutkan usaha kalian agar hewan yg merupakan hewan asli Indonesia dapat lebih terlindungi dari ancaman kepunahan

  11. etti14 says:

    rencana yang cukup baik, semoga dapat diterapkan kedepannya untuk membantu konservasi hewan ini, semangat !

  12. leonardo says:

    rencana yang baik, masyarakat dapat disadarkan akan lingkungan sekitar termasuk dalam menjaga hewan langka sehingga mereka tidak semaunya sendiri demi meraih keuntungan semata. Semangat …

  13. Yohana Nilamsari says:

    Yap. Betul sekali!
    Planning yg cukup bagus untuk melestarikan hewan macaca ini. Smoga, dapat terwujud. Jaga terus biodiversitas di indonesia.

  14. Fedrico says:

    Terimakasih atas wacana yang singkat dan menarik ini, sehingga saya sebagai pembaca dapat mengetahui monyet jenis lainnya yang bisa dibilang cukup langka di Indonesia ini ya karena hanya terdapat di sulawesi. Berharap satwa ini tidak punah dan dapat terus dilestarikan.

  15. yosephsurya says:

    Semoga tidak hanya sebatas saat tugas saja ya kita peduli terhadap konservasi, tetapi untuk seterusnya sebagai mahasiswa biologi, kita berperan aktiff dalam upaya konservasi

  16. watimena nababan says:

    rencana yang sangat baik, tapi yang masih belum jelas bagi saya adalah lembaga konservasi mana yang akan anda ikuti untuk membantu dalam segi dana dan pengetahuan karena ada banyak lembaga yang ada di indonesia dan diluar indonesia? thx

    • felixia18 says:

      lembaga konservasi yang ada di sulawesi khususnya lembaga konservasi yang mengkonservasikan monyet jenis macaca ini. Karena saat ini sudah ada lembaga konservasinya untuk monyet ini 🙂

  17. Dany says:

    Lindungilah dan jagalah janganlah menutup sebelah mata kalian dengan tangan kalian tapi gunakanlah tangan itu untuk bertindak. Semangat selalu dan lestarikan mereka karna mereka pantas untuk hidup.

  18. Nakanishi says:

    Sayang banget kalo sampe punah. Semoga semakin banyak orang yang menjaga dan melestarikan alam kita..

  19. anastasia debbie says:

    bagus banget planning nya, kasian jika hewan” langkah seperti itu akan punah dari tempat tinggalnya yang semakin tidak memadai,, jadi mohon makin di perluas tempat” seperti itu biar anak cucu kita tahu tentang hewan” langkah di dunia ini…

  20. kristin says:

    Menurutku , lebih baik dibudidaya bukan hanya mengenai habitat tetapi dicari penyebab secara faktual bagaimana kepunahan itu terjadi.
    Apakah pemahaman masyarakat sekitar yang kurang akan perlindungan hewan tersebut ?
    Penelitian hendaknya sampai pada tahapan menjawab bagaimana perdagagan hewan itu bisa terjadi. Perlu dilakukan investigasi lebih lanjut. Penyelesaian tidak akan selesai apabila hanya memikirkan habitat ,tetapi harus diliat secara mendalam mengenai pertanyaan “how” dan “why”. Sekian. Semoga membantu. 😀

  21. Jose says:

    Terima kasih untuk artikel yang sudah membuka wawasan dan kesadaran mengenai satwa khas Indonesia ini. Sayangnya sejauh ini keprihatinan terhadap endangered species sangatlah sedikit, hal yang sama dapat dikatakan juga mengenai media coverage terhadap satwa ini.

  22. ryan130801340 says:

    rencana yang tersususun dengan rapi. semoga dapat benar terealisasikan menjadi aksi konkrit dan bukan hanya teori

  23. adela says:

    Terima kasih untuk artikelnya yang bermanfaat ini, lindungilah dah budidayakanlah hewan hewan langka di sekitar kita.

  24. garvin says:

    keren, perlu kita lindungi lagi,agar gak punah hmm

  25. Trifonia Javalin says:

    Duhhh.. saya sebagai mahasiswi berdarah sulawesi jadi malu, melihat orang lain yang ingin melindungi fauna indemik dari daerah saya -_-
    Semoga aksi yang telah direncanakan dapat terealisasi sehingga monyet-ku dapat tetap bertahan 🙂

  26. felixia18 says:

    Trimakasih untuk kalian semua yang sudah berpartisipasi aktif dalam blog saya baik itu saran kritik dan masukan. Semoga kedepannya ada aksi nyata bukan hanya dari saya tapi dari kalian semua. God bless you ya.. Happy weekend 🙂

Leave a Reply to Yohana Nilamsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php