mendadakBLOG

Indigenous Knowledge : Tradisi Perburuan Paus di Lamalera

Posted: June 20th 2013

Pernah membayangkan bagaimana sensasinya berburu ikan di laut? Tunggu dulu, jangan bayangkan kalau ikan yang diburu adalah ikan-ikan hias atau sejenisnya, melainkan yang diburu adalah ikan paus! Ya, ikan paus.  Di desa Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kita dapat menjumpai tradisi yang telah diturunkan sejak abad ke-16 oleh penduduk desa Lamalera, yakni tradisi berburu ikan paus. Tradisi berburu ikan paus pada umumnya dilakukan selama periode Mei-Oktober. Alasannya, pada bulan-bulan ini gelombang air laut cukup tenang sehingga memudahkan para pemburu untuk menaklukan ikan paus. Sebelum memulai tradisi berburu ikan paus ini, masyarakat Lembata terlebih dahulu melaksanakan upacara adat untuk memanggil paus dan berdoa untuk meminta berkah dari arwah leluhur sekaligus mendoakan para nelayan yang akan pergi berburu. Pada tanggal 1 Mei, akan ada 20 perahu yang disiapkan untuk berlayar. Jumlah perahu tersebut menandakan jumlah suku yang ada di Lamalera, yakni 20 suku. Namun, hanya satu perahu yang akan pergi berlayar … Read more


Wildlife forensic: menguak illegal trading

Posted: May 28th 2013

Pendekatan molekuler ternyata efektif untuk digunakan dalam bidang forensik, khususnya dalam perdagangan ilegal organ-organ dan bagian tubuh lain dari hewan langka yang dilindungi. Pada tahun 2011, Institut Biologi Molekuler Eijkman berhasil membuktikann seorang tersangka yang menjual tulang harimau. Sebelumnya tersangka ditangkap oleh Departemen Kehutanan dan Polri di Jakarta pada Februari 2011 namun menyatakan bahwa ia menjual tulang sapi. Eijkman menguji tulang tersebut dengan tes DNA dan hasilnya menunjukkan bahwa tulang tersebut adalah tulang harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Hasil ini memberikan bukti kuat untuk penyidik sipil dan jaksa penuntut hukum untuk proses hukum. Tersangka telah ditangkap dengan lebih dari 5 kulit harimau dalam berbagai ukuran, 3 taring harimau, tulang punggung harimau, kumis, tengkorak harimau, dan beruang di Jakarta. Penggunaan teknologi molekuler dalam wildlife forensic memang dapat diandalkan. Hal ini tentu menjadi senjata yang cukup ampuh dalam memerangi perdagangan ilegal khususnya organ satwa dilindungi. Salam Lestari! sumber : wcs.or.id Fabianus Sinaga … Read more


Riverscapes IN FLUX: konservasi, kebudayaan, dan karya seni

Posted: May 28th 2013

Indonesia yang terkenal sebagai negara kepulauan, pastilah memiliki sumberdaya air yang melimpah. WEPA (Water Environment Partnersip in Asia) pada tahun 2013 menyatakan bahwa sumber daya air Indonesia terhitung sekitar 21% dari total sumber daya air di Asia Pasifik. Salah satu sumber daya air yang melimpah tersebut adalah sungai. Sayangnya, berdasarkan hasil monitoring analisis kualitas pada 30 sungai yang tersebar di Indonesia, tidak banyak yang memenuhi kriteria air kelas 1 (dapat dikonsumsi). Berdasarkan parameter BOD, hanya 21% saja yang memenuhi kriteria kelas 1 (BOD < 10 ppm). Dengan kata lain, dapat dikatakan banyak sungai yang telah tercemar, bahkan BODnya mencapai 100 ppm. Kondisi di atas merupakan salah satu  contoh nyata yang kita hadapi bersama. Tidak hanya mendapat perhatian dari pemerintah maupun lembaga-lembaga konservasionis, fenomena ini tidak luput dari radar para seniman. Goethe-Institute, menyelenggarakan pameran seni rupa internasional yang menampilkan keadaan sungai-sungai di Asia Tenggara, tentu dari sudut pandang para seniman. Inilah … Read more


DNA Fingerprinting

Posted: May 27th 2013

DNA Fingerprinting Hai, para blogger semua. Kali ini saya akan membahas mengenai DNA fingerprinting. Mungkin masih ada yang merasa asing dengan sebutan DNA fingerprinting, yuk disimak artikelnya. Apa sih DNA fingerprinting itu?? finger adalah jari, printing adalah gambar berarti maksudnya DNA gambar jari. Sebenarnya, DNA fingerprinting adalah sebuah teknik yang  digunakan untuk mengidentifikasi individu dengan menggunakan DNA dari individu tersebut. Metode ini pertama kali diadopsi oleh Alec Jeffrey yang belajar di Universitas Oxford pada tahun 1984. Penemuan Alec telah membuka wawasan dunia mengenai identitas unik yang dimiliki oleh setiap orang. Sidik jari secara konvensional yang terjadi hanya pada ujung jari saja dan mampu diubah, tetapi sebuah DNA sama dengan setiap sel, jaringan, dan organ dalam tubuh seseorang. DNA tidak mampu diubah dan menjadi metode utama untuk mengidentifikasi dan membedakan antara individu manusia. Dalam ilmu pengetahuan, DNA fingerprinting tidak menunjuk pada individu yang unik. Namun, ini menyediakan profil, dan kemudian kemungkinan … Read more


Sekilas mengenai sungai

Posted: May 14th 2013

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan bagi hidup dan kehidupan, tidak hanya manusia tetapi juga bagi makhluk hidup lain beserta lingkungannya. Ketersediaan air bervariasi baik jumlah maupun mutunya. Fungsi dan manfaat sumber daya air, termasuk air sungai memerlukan berbagai upaya peningkatan dan perlindungan air agar berdaya guna dan berhasil guna. Sejalan dengan pesatnya pertambahan penduduk dan peningkatan kegiatan pembangunan, maka kebutuhan air juga semakin meningkat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kebutuhan air yang meningkat mendorong penguatan nilai ekonomi dibanding nilai sosial atas air. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antar sektor, antar wilayah, antar berbagai pihak yang terkait dengan sumber daya air. Di Indonesia, krisis air yang terjadi pada musim kemarau telah sampai pada titik yang mencemaskan baik dikota besar maupun di desa yaitu karena kekurangan air. Sumber daya air yang meluap pada musim hujan, kondisi air sungai yang tercemar limbah cair dan padat (sampah) diberbagai tempat juga … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php