ettidwimargiyanti

Si Lumba-lumba air tawar: Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)

Posted: September 2nd 2015

Haii teman teman… 🙂 selamat datang di blogs saya, disini saya akan berbagi sedikit ilmu yang mungkin dapat menambah wawasan untuk kita kedepannya. Jangan lupa di komen ya 🙂

Nah, teman-teman hewan lucu satu ini mungkin belum terlalu banyak dibahas, ada yang tahu hewan lucu ini apa…???

download

Gambar 1, Pesut atau lumba-lumba air payau (Orcaella brevirostris) di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara. Foto : WWF

Nah, Teman-teman ini adalah  pesut mahakam, hewan ini merupakan salah satu legenda negri, kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, Legenda Pesut Mahakam dari Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk salah satu yang cukup dikenal. Menurut ceritanya, pesut adalah penjelmaan dua anak kecil kakak beradik yang ditelantarkan sang ayahnya hingga berubah menjadi ikan pesut, yang dikenal luas sebagai pesut mahakam. Masyarakat Kutai menyebutnya ‘jelmaan’ tersebut dengan pesut atau pasut, sedangkan masyarakat di pedalaman Mahakam menyebutnya dengan bawoi. Di Indonesia sendiri nih teman-teman, pesut ini menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah.

Uniknya, Pesut mahakam ini memiliki ukuran tubuh pesut mahakam dewasa bisa mencapai panjang hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat. Pesut mahakam bernafas dengan mengambil udara di permukaan air.

Lucunya nih,, mamalia yang satu  ini  menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanani kecil.  Hebatnya lagi, meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Wow…. ternyata si pesut mahakam ini hehehehe…Pesut Mahakam ini masuk dalam kategori lumba-lumba atau paus bergigi. Pesut hamil lama 8-14 bulan, melahirkan 1 selama 1-3 tahun sekali, menyusui. Pesut menggunakan sonar untuk mencari makan, lokasi makan. mencari mangsa, dan berkomunikasi. untuk mendekati pesut, diperlukan jarak sekitar 30 meter di sisi binatang tersebut.

Sayangnya,, populasi pesut mahakam atau yang dalam bahasa Latin disebut Orcealla brevirostris setiap tahun semakin kritis. Sejak 2010 jumlah pesut mahakam diperkirakan tidak lebih dari 100 ekor dan masuk kategori populasi kritis yang terancam punah atau cntically endangered. Pesut mahakam adalah subspesies dari pesut (Irrawaddy dolphin). Hewan ini punah dapat disebabkan karena tercemarnya di kawasan perairan muara kaman. Pada tahun 2000, didirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) yang tujuan awalnya adalah melindungi Pesut Mahakam dan habitatnya. Menurut penelitian Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia, saat ini pesut di seluruh Mahakam diperkirakan hanya ada di perairan Kutai Kertanegara. Pesut mahakam kerap terlihat di Danau Semayang, Kecamatan Kota Bangun, hingga paling hilir terlihat di kawasan cagar alam Sedulang, Muara Kaman, kini berubah menjadi kawasan perkebunan dan tambang.

 Daerah Aliran Sungai Mahakam, ‘rumah’ bagi Pesut Mahakam
Daerah Aliran Sungai Mahakam, ‘rumah’ bagi Pesut Mahakam

Gambar 3. Kematian minimum yang dicatat lewat pengamatan langsung serta laporan dan wawancara dengan nelayan.

Gambar 3. Kematian minimum yang dicatat lewat pengamatan langsung serta laporan dan wawancara dengan nelayan.

Pada tahun 2004 sampai dengan 2006 di Danau Semayang dan Muara Kaman, Kalimantan Timur, melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan nelayan, masyarakat, dan Dinas Perikanan, Dinas Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Tujuan survei ini adalah untuk mengetahui penyebaran secara spasial, status pemanfaatan, dan upaya konservasi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Hasilnya menunjukkan bahwa distribusi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) secara spasial terdapat di Muara Kaman, Muara Sungai Pela Kecil.

Pada  tahun 2013 menurut  Kreb  dan   Noor (2012), Pemkab Kukar memulai kerja sama mengadakan penelitian tentang sebaran serta jumlah populasi Pesut Mahakam. Selain itu Pemkab Kukar juga memberikan training dan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat di sekitar habitat pesut. Mengingat, keberadaan Pesut Mahakam yang kian menyusut, Pemkab Kukar juga berencana memberikan perlindungan terhadap wilayah-wilayah perairan tertentu yang menjadi habitatnya.

Pada awal 2012, WWF Indonesia dan  Badan Pengembangan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak berhasil mendokumentasikan keberadaan populasi pesut atau lumba-lumba air payau Orcaella brevirostris di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sebuah kabar baik bagi kelangsungan Orcaella brevirostris yang selama ini hanya diketahui berhabitat di Sungai Mahakam.  Naaahhh, disini pun, pesut ini juga menghadapi ancaman, terutama konversi hutan mangrove habitat satwa tersebut untuk bahan baku industri arang, degradasi habitat hutan sekitar perairan untuk bahan baku bubur kertas (pulp) komersial, aktivitas lalu lintas air yang tinggi dan dapat menimbulkan stres bagi satwa tersebut, serta tercemarnya air sungai.

Di Indonesia sendiri nih, pesut mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Nah, kegiatan yang telah dilakukan RASI meliputi :

  1.   monitoring populasi pesut;
  2.  pemetaan daerah-daerah utama pesut;
  3.   kampanye kesadaran lingkungan untuk masyarakat umum dan target khusus, seperti sekolah-sekolah dasar dan menengah, nelayan, aparat pemerintah, dan perusahaan;
  4.  menyusun paket pendidikan lingkungan sebagai muatan lokal atau ekstra kurikuler bagi sekolah menengah pertama dan atas serta sekolah dasar;
  5. survei sosial ekonomi dan prakiraan sikap masyarakat nelayan terhadap konservasi Pesut Mahakam;
  6. lokakarya bagi para nelayan untuk berlatih cara-cara pelepasan pesut yang terperangkap rengge dengan aman dan teknik penangkapan ikan yang lestari;
  7. memperkenalkan teknik budidaya ikan yang lestari kepada para nelayan dan membentuk koperasi nelayan untuk mengelola pinjaman modal;
  8. Lokakarya multi-pihak baik di tingkat kabupaten dan tingkat internasional.
Hmmm lumayan banyak ya,,,, 🙂 kita kapan  membantu ???

YEEEEyyyy :). Rencana strategi konservasi nini untuk Pesut Mahakam disusun sebagai upaya merumuskan prioritas dan panduan bagi kegiatan konservasi agar dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan habitat untuk meningkatkan jumlah populasi pesut mahakam dan menjamin kelangsungan hidup jangka panjang mereka dengan perhatian khusus terhadap pembangunan kawasan konservasi, hutan produksi, tambang batubara dan pertanian skala besar.  Bahkan sudah ada  target nya untuk konservasi si mamalia lucu ini teman-teman yaitu target konservasi yang ingin dicapai tahun 2020 adalah penambahan populasi hingga 120 individu (40%). Hal ini mungkin dapat diwujudkan jika tingkat kematian yang sekarang 3 ekor per tahun, dikurangi hingga 1 atau 0 ekor per tahun. Dengan demikian, populasi pesut dapat tumbuh 4% per tahun.

Nah, untuk mencapai target tersebut perlu usaha keras teman-teman, Ayoo bantu menjaga dan membantu mempertahankan mamalia lucu ini !!!!  mulai dari hal  kecil tidak membuang limbah ke sungai 🙂

 

DAFTAR PUSTAKA

 Kreb, D. dan Smith, B.D. (2000) Orcaella brevirostris (Mahakam subpopulation). In: IUCN 2004. 2004 IUCN Red List of Threatened Species.

Kreb, D. (2004) Abundance of freshwater Irrawaddy dolphins in the Mahakam in East Kalimantan, Indonesia, based on mark-recapture analysis of photo-identified individuals. Journal of Cetacean Research and Management, 6 (3), 269-277.

Kreb, D dan Noor, I.Y. 2012. Yayasan Konservasi RASI. Pesut Mahakam abundance & threat monitoring survey.

 

 

 

 

 

 

 


23 responses to “Si Lumba-lumba air tawar: Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)”

  1. Hewan lucu yang satu ini memang jarang terdengar di masyarakat, tidak seperti orangutan dan harimau yang telah banyak dikampanyekan penyelamatannya, padahal pesut ini juga hewan khas Indonesia bahkan sudah sangat terancam punah. Perlu digalakkan lagi sosialisasi mengenai penyelamatan pesut ini

  2. Andrianus Manase says:

    menurut saya untuk melestarikan agar pesut mahakam agar tetap terjaga perlu kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah yang menetapkan kebijakan dan orang-orang yang melakukan perburuan ilegal. pemerintah selaku pembuat kebijakan perlu bertindak tegas untuk menjaga kelangsungan hidup dari spesies ini. selama ini hanya ada aturan yang jelas tetapi tidak dibarengi dengan tindakan nyata sehingga banyak kebijakan yang dibuat hanya semata sebagai tulisan belaka yang tak pernah direalisasikan. untuk itu kerjasama dari semua pihak perlu ditingkatkan dengan melakukan tindakan tegas dan nyata dari pemerintah sehingga pesut mahakam akan selalu terjaga kelangsungannnya dan menjadi kebanggaan bagi siapapun yang melihatnya.

  3. Angevia Merici says:

    informasi yang menarik tentang pesut, Etti 🙂 perlu dipikirkan lagi tentang ancaman polusi atau limbah yang mengarah ke tempat hidup pesut, bagaimana kemampuan pesut bertahan dari “bahaya” dunia saat ini. Semangat terus !

  4. emi says:

    Wah dapat pengetahuan yang baru ni, belum pernah sih lihat pesut mahakam ini, hewannya unik dan lucu, sayang banget kalau harus punah. ada baiknya pelestarian pesut mahakam ini lebih di tingkatkan lagi. terimakasih

  5. Apriliana kalista says:

    Sebagai generasi muda lestarikan alam kita:-)
    kalau bukan kita siapa lagi

  6. Handi Prihanto says:

    infonya bagus, sangat sayang sekali hewan ini mulai punah

  7. Ranti says:

    walaupun tingkat kematiannya cuma beberapa individu tiap tahun, tapi ternyata juga berpengaruh banget ya..
    sosialisasi ke masyarakat sangat bagus, tapi semoga tingkat kecemaran dari air sungai juga dapat dikendalikan. Artikel yang sangat membangun untuk lebih mencintai keanekaragaman makhluk Tuhan. 🙂

  8. Yoni Deniro says:

    Selain Orcaella brevirostris, jenis pesut apalagi ya yg berkembang di Indonesia ?
    jika ada, tersebar di daerah mana sajakah itu ?

  9. filia says:

    Wah aku baru tau yang begituan ada di kalimantan. Makasih tambahan wawasannya ia.
    Setuju banget memang harus dilestarikan warisan budaya kita yang 1 ini.
    Tapi kalau hanya perencanaan doang gak di sertai tindakan nyata sama aja boong.
    Harus ada kesadaran dan disiplin komitmen biar maksimal pelestariannya.
    Tapi kok sepintas macam dugong ia pesutnya ? dugong yang putri duyung itu loh. Apa dari spesies yang sama ? Atau pesut nama lainnya ?

  10. Eka says:

    terimakasih Eti, info Ini sangat unik, menarik dan menambah wawasan. Informasi seperti Ini sangat bermanfaat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya melestarikan satwa yang hampir punah agar dapat bertahan hidup di habitat aslinya. Proses pelestarian hewan langka Ini pada akhirnya menjadi tanggung Jawab kita bersama. Semoga upaya yang dilakukan pemerintah dan kita semua mampu mempertahankan keselamatan hidup ikan pesut Ini, sehingga spesiesnya dapat menjadi warisan kekayaan Alam bagi anak cucu kelak.

  11. Kurniati says:

    Wah Indonesia kaya akan keanekaragaman jenis satwa ya, luar biasa. Ikan pesut Ini saja saya baru lihat ada di air tawar. Semoga kebijakan pemerintah dapat terlaksana untuk menjaga dan melestarikan ikan lucu Ini.

  12. Renita Nurhayati says:

    Biantang yang lucu. Informasi yang kamu berikan sangat memberi wawasan bagi saya. Semoga binatang tersebut tidak punah dan terus dilestarikan 😀

  13. Vera says:

    Woww… ikannya lucu. Sebagai org kalimantan saya baru lihat ikan pesut Ini Etti, lucu sekali yaa, sayang populasinya hampir punah. Ikan Ini di perairan di kalimantan timur ya Ti, Kalau di kapuas ada ndak ya??

  14. bram says:

    Terimakasih, dengan info ini smg tumbuh kepedulian berbagai pihak yang memiliki kepentingan dengan kelestarian mamalia ini. Peneliti dan pemerintah smg mampu memberikan ide/temuannya terkait habitat buatan pesut, sehingga bisa dibudidayakan di lahan tertentu. Harapannya akan ada solusi utk masyarakat industri yg mencari nafkah dsana dan kelestarian pesut ini. Sukses dek ti.

  15. Wah, ini informasi yang sangat menarik dan menambah pengetahuan saya. Ternyata di Kalimantan sendiri juga memiliki hewan air yang khas yaitu Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), hal ini menjadi daftar tambahan kekayaan di Indonesia. Mungkin sekarang hewan tersebut sangat susah ditemukan, wajar saja hal itu juga diakibatkan dengan konversi habitat, salah satunya penambangan liar disekitar sungai atau pembuangan limbah yang secara langsung ataupun tidak langsung akan memperkecil kelangsungan hidup Pesut Mahakam itu sendiri. Jarak reproduksi yang jauh juga menjadi kendala dalam melestarikan Pesut Mahakam ini, yang hanya dapat menghasilkan satu anakan. Perlu adanya tindakan dini dalam meningkatkan kelestarian Pesut Mahakam, seperti menjaga habitat atau ekosistem disekitar sungai atau air tawar dari segala aktivitas manusia, hal ini mencegah adanya bahan kimia berbahaya larut dalam air, selain itu perlu adanya kerjasama antara masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam melestarikannya. Semoga ada jalan terbaik dalam melestarikan Pesut Mahakam ini, agar kelak anak cucu kita dapat menikmati dan melihat keindahan serta kekayaan Indonesia! 🙂

  16. Cindy Natalia says:

    Terima kasih atas informasinya. Informasi yang diberikan sangat berguna terutama bagi masyarakat umum agar semakin sadar akan pentingnya melakukan konservasi untuk pesut mahakam, mengingat status spesies ini yang terancam punah.

  17. Etti terimakasih untuk tulisanmu yaaa, tulisan ini sangat menarik, aku jadi tau lebih dalam lagi mengenai pesut mahakam, hewan yang menarik tapi sayang sekali sekarang keberadaannya sudah mulai berkurang,akibat konversi habitatnya juga jarak reproduksi yang memakan waktu. Semoga pesut mahakam ini bisa dilindungi dan dilestarikan agar menambah kekayaan indonesia yang sudah banyak. Proficiat 🙂

  18. Eunike Priscilla Tanio says:

    Informasi di atas sangat menarik! Indonesia, khususnya Kalimantan memiliki Lumba-Lumba juga, ternyata. Tindakan konservasi yang digalakkan untuk meningkatkan populasi Pesut Mahakam juga sudah baik.

  19. laurensianachandrika10 says:

    informasi yang cukup menarik. mungkin saran lain dari saya adalah selain upaya untuk tidak membuang sampah ke sungai, hal lain yang bisa dilakukan adalah menjaga DAS Mahakam agar tidak dialihfungsikan menjadi kawasan tertentu yang mengancam keberadaan populasi si ikan pesut ini

  20. Grace Nathania says:

    wow lucu sekali. sekilas mirip lumba-lumba namun hidupnya mirip paus. namun sangat disayangkan hewan yang terlihat jinak dan tidak merugikan manusia sebagian besar dalam status terancam punah. semoga strategi konservasi yang akan dilakukan berjalan dengan baik. 🙂

  21. Yani Evami says:

    Wah, menarik sekali bahwa di Kalimantan juga terdapat lumba-lumba, semoga pemerintah semakin mendukung kemajuan konservasi bagi hewan ini sehingga masih dapat dilihat oleh generasi muda selanjutnya.

  22. julioalexander says:

    hewan yang unik, makasih infonya, ternyata ada diindonesia to

  23. julioalexander says:

    baru tau lumba-lumba air tawar ada diindonesia, kirain diluar, semoga bisa dikembangbiakan dan diperkenalkan kedunia supaya menjadi daya tarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php