It's Biotech Time!

Indonesia: Negaranya Hutan Terbakar

Posted: May 21st 2014

Kelompok 3 “Hutan” ~Endang Rokaya Putri S. Sigiro (110801210) ~Elina Suryani Lolodatu (100801165)

 

sumber: greenpeace.org

sumber: greenpeace.org

Kebakaran hutan memang sudah tak asing lagi terdengar di negara ini.  Rentetan peristiwa ini sudah dialami Indonesia sejak tahun 1900 (seperti…sudah mendarah daging kelihatannya)

Semula kebakaran hutan dan lahan ini terjadi akibat musim kering yang berkepanjangan, baik itu di hutan Sumatera, Kalimantan, maupun pulau lainnya (pada 1982, 1987, 1991, 1994, dan 1997/1998), yang mana hal ini memicu akan gejala alam el nino. Namun, setelah keadaan menjadi normal dan gejala alam el nino mulai jarang terjadi, kebakaran hutan tetap saja ada. Hal ini mencapai puncaknya pada tahun 1997 yang diperkirakan mencapai kerugian 4,45 miliar US dollar. Kerugian ini, dua kali lipat dari kerugian bencana tsunami Aceh di tahun 2004 silam.

Kebakaran hutan pada tahun 2003, hingga saat ini (seperti yang telah diberitakan di media massa), membuktikan bahwa belum ada secercah harapan dari banyaknya kebijakan yang dibuat pemerintah dan sosialisasi yang telah dilakukan dalam mengurangi bencana ini secara signifikan. Apa sebenarnya yang tetap membuat bencana terus saja terjadi?

Mungkin kebanyakan dari kita pasti menyalahkan kinerja dari pemerintah yang kurang tegas dan masih kurang efisien. Kebijakan pemerintah pusat yang memberikan wewenang luas terhadap pengelolaan atas masing-masing daerah atau disebut juga sebagai kebijakan otonomi daerah, mengakibatkan proses degradasi hutan alami menjadi lahan-lahan perkebunan dan pertanian yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan kecil maupun besar yang terkadang menggarap lahan tanpa adanya persetujuan dari pihak-pihak yang terkait atau masyarakat sekitar.

Kebakaran hutan yang baru-baru ini saja terjadi, seperti yang telah dikutip dari Greenpeace Indonesia, sekitar 22.301 jiwa menderita ISPA, rumah warga yang terbakar, dan ratusan kepala keluarga mengungsi, semua dikarenakan untuk membuka lahan kebun sawit baru.

Sisa hutan dan lahan gambut yang hangus terbakar di Jurong, Desa Bonai, Kabupaten Rokan Hulu Riau terlihat pada 24/6/13. Foto: Zamzami

Sisa hutan dan lahan gambut yang hangus terbakar di Jurong, Desa Bonai, Kabupaten Rokan Hulu Riau terlihat pada 24/6/13. Foto: Zamzami

Ya, sesimpel itulah alasan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal…

Selanjutnya, di lain sisi ditemukan kebakaran hutan yang juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah, seperti memberikan izin atau bekerjasama  dengan kontraktor untuk berbuat curang dalam kegiatan reboisasi. Pola yang dipakai yaitu pohon yang ditanam dalam reboisasi usianya dipilih lebih muda dari yang disyaratkan, yang berarti harganya lebih murah serta jarak penanaman pohon juga renggang. Kecurangan ini akan sulit terlacak jika areal tersebut telah terbakar (sumber: warsi.or.id)

Tak jarang jika telah terjadi kebakaran hutan ini antara pemerintah di daerah saling lempar tanggung-jawab. Pemerintah daerah menyalahkan pembakar lahan, pembakar lahan menyalahkan pengelola hutan, pengelola hutan menyalahkan balik masyarakat atau instansi tertentu, begitu seterusnya berputar setiap tahun(sumber: warsi.or.id)

Jadi, apa yang sepatutnya solusi yang akan saya usulkan? mungkin banyak-banyak berdoa untuk kesuksesan kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh pemerintah dan peningkatan moral bagi calon-calon pelaku pembakaran…


3 responses to “Indonesia: Negaranya Hutan Terbakar”

  1. myovita says:

    kalau ini terjadi trus-menerus hanya cerita aja Indonesia sebagai jantung dunia 🙁

  2. sautbarcio says:

    sudah hutan terbakar… ada aja oknum yang main curang untuk pemulihan hutan. prihatin ~

  3. tyaswulan says:

    hahaha, betul…memang kalo ada hal semacam itu hanya menyalahkan satu sama lain. Padahal jika semua sama2 menyadari tanpa menyalahkan pihak lain pasti akan lebih baik hasilnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php