Apakah kamu tahu?

Filogenetik+Biogeografi=???

Posted: September 1st 2015

Halo teman-teman bloggers piye kabare. Masih ingatkan pelajaran semasa di bangku SMA yaitu pelajaran yang banyak hapalannya tentunya biologi. Pelajaran ini perlu orang-orang yang memiliki tingkat hapalan yang kuat termasuk saya. Mungkinkah pelajaran biologi ini yang menjadi pertimbangan masuk jurusan IPA atau IPS? Ya, itu masa lalu dan biarkanlah. Pelajaran geografi masih ingat dong! Ini pelajaran yang membuat kita bisa mengenal dan letak suatu Negara, terasa seperti mengunjungi Negara. Nah, ada cabang ilmu gabungan dari biologi dan geografi menjadi biogeografi. Menurut Shekelle dan Leksono (2014), biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi flora dan fauna secara menyeluruh karena flora dan fauna dapat tersebar secara tidak acak, namun hanya dijumpai pada daerah-daerah tertentu. Apa hubungannya dengan ekologi molekuler? Ada ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi berdasarkan morfologi, anatomi, dan molekuler yaitu filogenetik. Menurut Hidayat dan Pancoro (2006), dengan pesatnya perkembangan teknik-teknik di dalam biologi molekuler, seperti PCR (polymerase chain reaction) dan sikuensing … Read more


Uranium untuk Energi Masa Depan

Posted: March 3rd 2015

Sekilas bagi anda yang belum mengetahui tentang uranium.¬† Uranium merupakan salah satu logam berat yang dapat digunakan sebagai sumber energi.. Martin Klaproth merupakan orang yang berjasa menemukan unsur ini pada tahun 1789 pada sebuah mineral yang disebut pitchblende. Nama Uranium sendiri diambil dari nama planet Uranus . Uranium memilki dua isotop di alam. Sekedar catatan, isotop merupakan unsur yang memiliki jumlah proton sama, namun memiliki neutron berbeda sehingga massa atomnya berbeda . Isotop-isotop tersebut adalah Uranium-238 (U-238) sebanyak 99.3% dan Uranium-235 (U-235) sekitar 0,7%. Nah, diantara 2 isotop tersebut, isotop U-235 adalah yang paling penting karena dalam kondisi tertentu¬† dapat meluruh dan menghasilkan energi yang tinggi. Peluruhan ini disebut reaksi fisi . Bagaimana nasib uranium di Indonesia? Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan. … Read more


Menu Ancaman Sup Hisit

Posted: December 5th 2014

Rhynchobatus australiae atau dengan nama lokal hiu lontar; pari kekeh; atau hiu mejan yang sebenarnya masuk kedalam jenis ikan pari, harga ikan hiu lontar ini masuk katagori super sehingga paling mahal diantara jenis hiu lainnya sehingga menyebabkan spesies ini menjadi target sasaran oleh nelayan. Dagingnya dijual untuk konsumsi dan sirip dari hewan besar mendapatkan harga yang sangat tinggi. Menurut Chen (1996), Rhynchobatus australiae adalah salah satu yang paling dicari setelah elasmobranchs (bangsa hiu) di Asia Tenggara (khususnya Indonesia), dengan sirip punggung dan sirip ekor bagian atas dianggap kualitas premium dan mengambil harga tertinggi. Menurut Chen (1996), satu set sirip dari satu individu telah dilaporkan telah diambil sampai dengan Rp 900 000 atau US $ 396 / kg pada tahun 1996. Sekarang atau saat ini dapat mencapai 5 juta per kg dan harga tergantung dari ukuran sirip yaitu semakin besar semakin mahal. Hal yang menyebabkan paling mahal yaitu kulitnya tipis sehingga … Read more


Babi+Rusa= Babirusa

Posted: September 8th 2014

Babirusa merupakan hewan endemik Sulawesi, Indonesia. Babirusa yang dalam bahasa latin disebut sebagai Babyrousa babirussa hanya bisa dijumpai di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya seperti pulau Togian, Sula, Buru, Malenge, dan Maluku. Sebagai hewan endemik, Babirusa tidak ditemukan di tempat lainnya. Sayangnya satwa endemik ini mulai langka. Babirusa mempunyai tubuh yang menyerupai babi namun berukuran lebih kecil. Yang membedakan dari babi dan merupakan ciri khas babirusa mempunyai taring panjang yang mencuat menembus moncongnya. Lantaran bentuk tubuh dan taring yang dipunyainya hewan endemik Sulawesi ini dinamakan babirusa. Babirusa mempunyai ciri khas bentuk tubuhnya yang menyerupai babi namun mempunyai taring panjang pada moncongnya. Hewan endemik Indonesia ini mempunyai tubuh sepanjang 85-105 cm. Tinggi babirusa sekitar 65-80 cm dengan berat tubuh sekitar 90-100 kg. Binatang endemik yang langka ini juga mempunyai ekor yang panjangnya sekitar 20-35 cm. Babirusa (Babyrousa babirussa) memiliki kulit yang kasar berwarna keabu-abuan dan hampir tak berbulu. Ciri yang paling menonjol … Read more


Hello world!

Posted: September 4th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php