Elisabeth Toby

http://blogs.uajy.ac.id/elisabeth19/2016/05/08/jajalah-buah/ ‎

Posted: May 8th 2016

Buah Lokal Berjaya Pada era ini, orang-orang diyakini yang makan buah segar, seperti apel dan jeruk setiap hari, resiko kematian akibat serangan jantung atau strokenya berkurang sekitar sepertiga, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah makan buah.  http://health.kompas.com/read/2016/04/11/124500523/Rutin.Konsumsi.Buah.Minimalkan.Risiko.Jantung.dan.Stroke Banyaknya media-media seperti diatas yang menyatakan bahwa makan buah adalah hal yang baik untuk kesehatan tubuh, sangatlah benar. Hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi buah penting untuk kesehatan tubuh. Kesadaran ini membuat masyarakat menjadi lebih banyak mengkonsumsi buah yang juga mengakibatkan banyaknya permintaan ketersediaan buah di pasaran. Berbagai macam sayuran dan buah-buahan dapat tumbuh subur di Indonesia. Meski demikian, produk pangan impor juga merajalela di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih sangat bergantung terhadap buah impor. Impor buah diperoleh dari beberapa negara yaitu Tiongkok, Thailand, Amerika, dan lainnya. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/07/25/092645726/Mentan.Buah.Impor.Itu.Pilihan.Konsumen Pembagian distribusi yang dirasakan belum adil , oleh produsen khususnya yang berskala usaha kecil dan tidak mampu … Read more


Jajalah Buah

Posted: May 8th 2016

IKAN NALE (CACING LAUT)

Posted: April 1st 2016

Ada tradisi khas Pulau Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan nama Nale. Tradisi Nale merupakan tradisi masyarakat Desa Pasir Putih Kecamatan Nagawutung khususnya, yang terletak dibagian barat Lembata. Nale merupakan tradisi menangkap ikan Nale (Cacing Laut) yang hanya keluar di tepi pantai pada waktu-waktu tertentu berdasarkan penanggalan masyarakat Mingar (Sebutan umum bagi masyarakat desa pasir panjang), biasanya terjadi pada akhir bulan Februari dan Maret (Tahun Masehi). Cacing laut ini merupakan salah satu jenis perikanan yang ada di Kabupaten Lembata, NTT. Tradisi ini terus dijaga sebagai warisan leluhur dan sudah menjadi aktifitas tahunan bagi masyarakat mingar dan desa-desa sekitar pada khususnya, dan masyarakat Lembata serta wisatawan domestik dan internasional pada umumnya. Nale muncul di tiga titik sepanjang pantai mingar dan pantai sekitar benebong yang selalu ramai didatangi oleh pengunjung setiap tahunnya karena lokasinya yang dekat dengan desa. Sudah berakar dalam kepercayaan masyarakat Mingar, kehadiran Nale ini berhubungan dengan hasil … Read more


Ikan Nale (Cacing Laut)

Posted: April 1st 2016

                                                                       Elisabeth N Toby 110801220 IKAN NALE (CACING LAUT) Ada tradisi khas Pulau Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan nama Nale. Tradisi Nale merupakan tradisi masyarakat Desa Pasir Putih Kecamatan Nagawutung khususnya, yang terletak dibagian barat Lembata. Nale merupakan tradisi menangkap ikan Nale (Cacing Laut) yang hanya keluar di tepi pantai pada waktu-waktu tertentu berdasarkan penanggalan masyarakat Mingar (Sebutan umum bagi masyarakat desa pasir panjang), biasanya terjadi pada akhir bulan Februari dan Maret (Tahun Masehi). Cacing laut ini merupakan salah satu jenis perikanan yang ada di Kabupaten Lembata, NTT. Tradisi ini terus dijaga sebagai warisan leluhur dan sudah menjadi aktifitas tahunan bagi masyarakat mingar dan desa-desa sekitar pada khususnya, dan masyarakat Lembata serta wisatawan domestik dan internasional pada umumnya. Nale muncul di tiga titik sepanjang pantai mingar dan pantai sekitar benebong yang selalu ramai didatangi oleh pengunjung setiap tahunnya karena lokasinya yang dekat dengan desa. Sudah berakar dalam … Read more


Ikan Nale (Cacing Laut)

Posted: April 1st 2016

Penangkapan Ikan Paus (KOTE KLEMA)

Posted: March 3rd 2016

PENANGKAPAN IKAN PAUS ( KOTE KLEMA)   Lamalera adalah sebuah desa kecil yang terletak di selatan Pulau Lembata (peta lama menyebutnya sebagai Pulau Lomblen), Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur. Dalam peta dunia, Desa Lamalera berada di sekitar 23,5 Bujur Timur dan 8,30 Lintang Selatan. Hampir sebagian masyarakat Desa Lamalera berprofesi sebagai nelayan. Hal ini di sebabkan tidak mungkin adanya kegiatan bercocok tanam di daerah tersebut karena iklim yang tidak cocok untuk tanaman seperti padi, jagung dan lain sebagainya. Apalagi ditambah dengan relief tanah yang berbatu batu. Hampir seluruh tanah di desa ini merupakan bebatuan. Gambar 1. Penangkapan Ikan Paus Perkembangan flora dan fauna disana pun tidak lepas dari kondisi alam dan lingkungan yang terdapat di desa ini. Tumbuh-tumbuhan yang berkembang di sana antara lain pohon lontar, pohon kayu putih dan pohon-pohon yang mampu bertahan di iklim tropis lainnya. Sedangkan fauna, banyak didominasi oleh burung dan unggas seperti perkutut, … Read more


Hello world!

Posted: March 2nd 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php