earliens

Mineral Pilihan Perak

Posted: February 27th 2019

Perak adalah logam transisi lunak berwarna putih, dan mengkilap. Perak dalam unsur kimia memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Perak berasal secara alami, dan dari biji-biji argentite (Ag2S) dan horn silver (AgCl). Potensi dari perak adalah perak termasuk dalam logam mulia karena tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Semua logam mulia merupakan anggota dari logam transisi. Perak tersebar luas di alam, tetapi jumlah totalnya kecil, jika dibandingkan dengan logam lain. Jumlah perak 0,05 bagian per juta dari kerak bumi. Persebaran perak di Indonesia yaitu, Nusa Tenggara Barat, Papua, Tasikmalaya, Bengkulu, dan Riau. Manfaat dari perak, yaitu: Perhiasan Investasi Ornament dan hiasan Penghantar listrik Mata busi Bahan baku pembuat medali Bahan baku pembuat koin Antimikroba Pecegah iritasi, dan infeksi Penangkal radikal bebas Permasalahan pada pengelolaan perak adalah terjadinya cemaran lingkungan hasil dari penggunaan bahan kimia untuk pemisahan perak serta penetralan bahan kimia yang digunakan. … Read more


#save cendrawasih botak

Posted: November 30th 2018

Cenderawasih botak dengan nama ilmiah Cicinnurus respublica adalah jenis burung endemik di pulau Waigeo Raja Ampat. Jenis Cendrawasih ini berukuran kecil dengan panjang sekitar 21 cm dan adalah sejenis burung pengicau. Jantan dan betina dari cendrawasih botak ini data dibedakan, yaitu jäntan dengan ciri dada berwarna biru kehijauan, sedangkan betina dengan ciri memiliki sarna bulu kecoklatan. Cendrawasih botak  juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu memiliki dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung seperti sulur tanaman. Spesies ini di alam memiliki fungsi sebagai penjaga ekosistem hutan, dan menambahkan keanekaragaman hayati. Penyebaran dari cendrawasih botak di pulau Waigeo dan Batanta Raja Ampat. Habitatnya adalah hutan perbukitan 300 meter dan di hutan pegunungan 1.200 meter. Pembalakan di Batanta mengakibatkan degradasi habitat utama, penurunan populasi yang lambat kemungkinan akan terjadi sebagai akibat dari hilangnya hutan dan degradasi. Tingkat penurunan tidak dianggap lebih cepat karena spesies ini tampaknya bertahan di hutan yang ditebang secara selektif. Memburu kulit juga dapat … Read more


SAVE Labi-Labi Moncong Babi

Posted: August 26th 2016

Labi-labi moncong babi  dengan nama ilmiah Carettochelys insculpta merupakan jenis yang berbeda dengan kura-kura yang lain. Mereka lebih atau hampir sama dengan penyu yang hidup selalu di air, kecuali pada saat bertelur. Labi-labi memiliki kaki yang menyerupai sirip, tempurung (karakas) yang lebih tipis dan lunak dibandingkan kura-kura lain. Serta uniknya lagi, labi-labi ini memiliki moncong yang menyerupai moncongnya babi. Labi-labi moncong babi hidup liar dan hanya terdapat di Papua bagian selatan (Timika, Asmat, dan Merauke) dan utara Australia. Mereka sering diburu dalam jumlah terbatas oleh masyarakat setempat untuk dikonsumsi sebagai sumber protein. Namun oleh etnis Tionghoa, satwa ini dipercaya dapat menambah umur, stamina atau obat kuat, serta adanya kepercayaan bahwa jika melepas labi-labi dalam jumlah banyak akan mendatangkan rejeki yang banyak pula. Dengan kondisi ini labi-labi moncong babi memiliki harga jual yang tinggi di pasaran luar negeri. Sebagai dampaknya terjadi perburuan dalam jumlah besar untuk diselundupkan keluar negeri.   Seperti kasus di … Read more


Hello world!

Posted: August 18th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php