Stevanus Dwiky

Rencana Aksi Konservasi Hutan Mangrove daerah pesisir Lampung Timur

Posted: June 9th 2016

A. Deskipsi Hutan Mangrove Mangrove merupakan suatu ekosistem yang kompleks. Mangrove terdiri dari berbagai spesies tanaman (pada sebagian besar daerah di Indonesia didominasi oleh Rhizophora spp. dan Avicennia spp.) yang memiliki sifat khusus yaitu dapat beradaptasi tumbuh pada air asin (laut), fauna, dan organisme lain (seperti jamur dan mikroorganisme) beserta komponen abiotik (seperti udara, air, tanah) dimana satu sama lain berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang memiliki habitat di perbatasan antara wilayah daratan dan lautan (pesisir) sehingga dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Elhaq dan Satria, 2011). Hutan mangrove adalah ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angin taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegahan interusi air laut, hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi seperti sebagai penyedia kayu, obat-obatan, alat dan teknik penangkapan ikan (Hut, 2006). … Read more


Ikan Belida

Posted: April 2nd 2016

Belida merupakan salah satu jenis ikan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Di wilayah Sumatera, jenis ikan ini dikenal dengan nama ’ikan belido’; sedangkan di Kalimantan mempunyai nama lokal ’ikan pipih’ karena bentuk tubuhnya yang memang sangat pipih (Haryono, 2008). Ikan belida (Chitala lopis) merupakan ikan yang mulai langka dan terancam punah. Di Indonesia ikan belida termasuk ikan endemik (indegenous species), penyebaran ikan belida yaitu pada daerah Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Populasi ikan air tawar ini dari tahun ke tahun terus menurun sehingga perlu segera dilakukan usaha konservasi (Santoso, 2009). Bioekologi Ikan Belida Belida merupakan ikan air tawar dari divisi primer, yaitu kelompok ikan yang sama sekali tidak mempunyai toleransi terhadap salinitas. Oleh karena itu, jenis-jenis ikan dari divisi primer bisa digunakan sebagai petunjuk tentang sejarah perkembangan bumi beserta sebaran faunanya (zoogeografi). Misalnya, berdasarkan sebaran ikan belida yang bisa ditemukan di perairan wilayah Sumatera … Read more


Kopi Robusta sebagai oleh-oleh khas Lampung

Posted: February 28th 2016

Di Indonesia kopi merupakan salah satu komiditi ekspor yang mempunyai arti yang cukup penting. Selain sebagai komoditi ekspor, kopi juga merupakan komoditi yang dikonsumsi di dalam negeri. Menurut survei yang pernah dilakukan Departemen Pertanian, rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi sebanyak 0,5 kg/orang/tahun. Dengan demikian dengan jumlah penduduk Indonesia ± 170 juta, maka diperkirakan setiap tahun diperlukan stok kopi sebanyak 85.000 ton kopi untuk keperluan konsumsi dalam negeri (Maharani dkk., 2013). Lampung merupakan salah satu provinsi pemasok kopi terbesar bagi Indonesia untuk diekspor ke luar negeri. Provinsi Lampung selama ini dikenal sebagai salah satu produsen utama kopi Indonesia dan sekaligus juga merupakan pintu gerbang utama ekspor kopi Indonesia (Maharani dkk., 2013). Ciri-ciri keadaan dari daerah provinsi Lampung yaitu, wilayahnya memiliki lahan kering masam yang cukup luas. Sehingga, umumnya lahan kering masam di wilayah ini ditanamai kopi yang menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu penghasil kopi yang cukup penting. Sebagian besar perkebunan … Read more


Konservasi Gajah Sumatera

Posted: December 4th 2015

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu anggota dari ordo proboscidea yang terancam kelestariannya. Gajah dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok yaitu gajah Asia dan gajah Afrika. Gajah Sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang sejak zaman Belanda dengan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No 134 dan 266 (Abdullah dkk., 2012). Wilayah penyebaran Gajah Sumatera meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung (Abdullah dkk., 2012). Gajah Sumatera memiliki 20 pasang rusuk, sementara subspesies lain hanya memiliki 19 pasang rusuk. Berdasarkan morfologi, Gajah Sumatera memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, telinganya lebih besar dan gading yang lebih keras dibandingkan subspesies lain (Ribai dkk., 2012). Klasifikasi gajah Sumatera: Kingdom: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Proboscidea Famili: Elephantidae Genus: Elephas Spesies: Elephas maximus Supspesies: Elephas maximus sumatranus (Ribai dkk., 2012). Gambar 1. Gajah Sumatera (Soehartono dkk., 2007). Dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered … Read more


Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)

Posted: September 7th 2015

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) memiliki 20 pasang rusuk, sementara subspesies lain hanya memiliki 19 pasang rusuk. Berdasarkan morfologi, Gajah Sumatera memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, telinganya lebih besar dan gading yang lebih keras dibandingkan subspesies lain (Ribai dkk., 2012). Klasifikasi gajah Sumatera: Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Mammalia Order: Proboscidea Family: Elephantidae Genus: Elephas Species: Elephas maximus Supspecies: Elephas maximus sumatranus Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu anggota dari ordo proboscidea yang terancam kelestariannya. Gajah dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok yaitu gajah Asia dan gajah Afrika. Gajah Sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang sejak zaman Belanda dengan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No 134 dan 266 (Abdullah dkk., 2012).   Gambar 1. Gajah Sumatera (Soehartono dkk., 2007). Habitat gajah sumatera terdiri dari beberapa tipe hutan yaitu hutan rawa (swamp forest), hutan gambut (peat swamp forest), hutan hujan dataran rendah (lowland forest), dan hutan hujan … Read more


Hello world!

Posted: August 24th 2015

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php