Bernadeta Sara Yusinta Sitepu

Sistem Informasi: Functional, Enterprise, dan Interorganizational

Posted: November 18th 2012

Pada dasarnya sistem informasi harus berdiri sendiri dan terorganisasi. Namun pada masa lalu, sistem informasi dibangun untuk rangakaian tugas suatu perusahaan berdasarkan fungsionalitasnya. Sistem informasi yang saat ini diwujudkan dalam aplikasi yang benar-benar independen, terintegrasi membentuk suatu sistem fungsional department yang koheren, diintegrasikan lintas department untuk mendukung proses bisnis yang lebih luas.

Sistem informasi management adalah sistem yang menyediakan informasi rutin kepada manager pada area fungsional. Input MIS adalah database yang dikelola TPS (Transaction Pocessing System). TPS itu sendiri adalah sebuah transaksi yang bisa memicu munculnya transaksi yang lain. TPS dirancang untuk mencatat dan menyimpan data yang menjabarkan setiap bussiness event. Ciri khas utama dari TPS adalah menyediakan fondasi untuk sistem informasi lainnya. TPS memberikan impresi/kesan kepada konsumen mengenai kualitas dari sebuah bisnis.

Secara garis besar, karateristik dari TPSs adalah data yang diproses dalam volume yang besar, sumber data sebagian eksternal, dan output sebagian besar untuk pengguna internal, membutuhkan level accurancy, data integrity, dan security yang tinggi, data input dan output dikenali dan mudah dipahami (highly structured), mendukung inquiry processing. Berikut ini adalah metode proses transaksi: pertama, metode online yakni begitu data masuk langsung diproses. Metode ini bersifat kompleks dan mahal. Yang kedua adalah metode batch processing yakni data yang masuk disimpan dulu kemudian diproses. Sifat dari metode ini ialah simple dan murah. Sedangkan metode yang terakhir adalah metode hybrid processing yakni data yang masuk disimpan dan pada umumnya akan diproses tiap minggunya ataupun setiap bulannya. Metode ini bersifat simple, murah dan lebih akurat.

Sistem informasi Interorganizational adalah sistem elektronik yang meliputi informasi-informasi yang mengalir diantara dua atau lebih organisasi yang berhubungan. Tipe dari sistem informasi tersebut adalah sistem global, electronic data interchange (EDI), electronic funds transfer (EFD), extranets, shared database dan integrated messaging. Isu mengenai sistem informasi interorganizational ini adalah adanya perbedaan budaya, perbedaan ekonomi dan politik, serta lain sebagainya. Interorganizational dan sistem infomasi global menyediakan banyak keuntungan besar tetapi juga kompleksitas yang hebat.

 

Thankyou! 😀


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php