Denna Messelia Christy

The Javan Gibbon Action Plan

Posted: December 5th 2014

Owa Jawa 1Gambar 1. Owa Jawa

# DESKRIPSI

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata endemik pulau Jawa yang hampir seluruh tubuhnya ditutupi rambut berwarna kecokelatan sampai keperakan atau kelabu. ‘Kera kecil’ ini pada bagian atas kepalanya berwarna hitam. Bagian muka seluruhnya juga berwarna hitam dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai warna keseluruhan tubuh. Beberapa individu memiliki dagu berwarna gelap. Panjang tubuh berkisar antara 750 – 800 mm. Berat tubuh jantan antara 4-8 kg sedangkan betina antara 4-7 kg (Supriatna dan Wahyono, 2000).

Ciri khas lain pada Javan gibbon adalah lengannya sangat panjang dan lentur, lebih panjang dari kakinya hampir dua kali panjang tubuh, dengan jari pendek dan senjang dari telapak tangan. Owa jawa memiliki tubuh yang langsing karena beradaptasi terhadap pergerakannya dan membantu dalam berayun (brankiasi). Suara pada Owa jawa dapat didengar oleh manusia hingga jarak 500-1500 meter (Supriatna dan Wahyono, 2000).
# STATUS KONSERVASI

Owa Jawa 2Gambar 2. Status konservasi Owa Jawa (IUCN)

Owa Jawa adalah salah satu jenis primata yang saat ini berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dikategorikan ke dalam status ‘TERANCAM PUNAH DAN SANGAT DILINDUNGI’ (EN, endangered) dengan peluang sebesar 50% bahwa hewan ini akan dapat punah dalam satu dekade mendatang (Supriatna dan Wahyudi, 2000). Mengapa??. Hal ini disebabkan karena populasinya terus mengalami penurunan terutama disebabkan oleh konversi habitat, fragmentasi, perburuan liar, perdagangan, dan pet. Karena adanya perburuan liar dan konversi habitat, diperkirakan satwa tersebut akan mengalami kepunahan paling tidak 20% dalam setiap 3 generasi (Llanos, 2000).

Semula, populasi satwa menempati habitat seluas 43.274 km2, kini hanya sekitar 1608 km2 atau menyusut 96% (Supriatna dan Wahyudi, 2000), sehingga jumlah populasi di Indonesia yang mampu bertahan terhadap gangguan hanya 300-400 saja (Llanos, 2000). Sifat mereka yang monogami dan jarak kelahiran anak yang panjang (3 sampai 3,5 tahun) menjadikan pertumbuhan populasinya terjadi secara lambat (Llanos, 2000).

# FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN
Perburuan liar
Owa jawa adalah sejenis kera yang termasuk hewan monogami, yang artinya mereka setia pada pasangannya dan sangat menjaga keutuhan keluarganya. Kebanyakan pemburu mengincar bayi yang berada dalam gendongan sang Ibu, dengan demikian untuk mengambil bayi tersebut maka sang Ibu harus dibunuh. Sang Ayah terkadang akan memberikan perlawanan yang juga bisa menyebabkan kematian dirinya. Atau jikapun ia berhasil menyelamatkan diri bersama 1 atau 2 anaknya yang lain, mereka akan merasa amat kehilangan sang Ibu dan adiknya. Stres yang berlebihan dan berkepanjangan tak jarang (bahkan selalu) membuat mereka mati. Dapat disimpulkan bahwa MENGAMBIL 1 BAYI OWA JAWA DARI ALAM SAMA DENGAN MEMBUNUH 3 ATAU 4 ANGGOTA KELUARGANYA.

Perdagangan secara ilegal sebagai hewan peliharaan yang bergengsi
Bantulah hewan-hewan tersebut dengan TIDAK MEMBELINYA! Karena dengan membelinya maka tanpa disadari Anda telah memberikan kesempatan kepada para pemburunya untuk kembali ke hutan dan berburu lagi.

Eksploitasi habitat Owa Jawa
Habitat Owa Jawa dan satwa-satwa langka lainnya semakin terdesak akibat ‘eksploitasi’ yang dilakukan oleh manusia. Habitat Owa Jawa yaitu kawasan hutan tropis sering diahlifungsikan atau dikonversi untuk kepentingan tertentu. Dari tindakan tersebut, habitat Owa Jawa pun semakin terancam.

# RENCANA AKSI PERSONAL
Dari faktor-faktor yang mengancam serta status konservasi Owa Jawa dari IUCN, sudah SEWAJIBNYA kita untuk melestarikan satwa langka tersebut. Rencana aksi yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Memperkenalkan Owa Jawa kepada keluarga Indonesia, terutama kepada anak-anak dan remaja. Caranya adalah dengan membuat sebuah event yang bertemakan tentang hewan-hewan yang terancam punah yang endemik (tidak hanya Owa Jawa saja). Event tersebut berisi lakon drama dengan menggunakan kostum hewan Owa Jawa dan hewan lainnya. Tentunya drama yang disajikan menarik dan memberikan edukasi tentang Owa Jawa, serta hewan lainnya kepada seluruh keluarga Indonesia. Event tersebut bisa dilakukan di sekolah-sekolah, ditempat umum, seperti mall, kebun binatang, dan lain sebagainya.
2. Dari event tersebut keluarga Indonesia telah mengenal, namun mereka belum melihat secara langsung hewan-hewan tersebut. Saya juga mengajak seluruh keluarga Indonesia ikut dalam touring atau travel package ke taman nasional-taman nasional yang mengkonservasi Owa Jawa. Dari touring tersebut, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan remaja tergerak hatinya untuk melakukan upaya-upaya atau aksi secara personal untuk melestarikan Owa Jawa.
3. Pendapatan yang telah diperoleh diberikan kepada yayasan yang bergerak dibidang konservasi Owa Jawa dan hewan terancam punah lainnya, seperti Yayasan Owa Jawa, dsb. Saya berharap dari bantuan tersebut bisa membantu dalam kegiatan-kegiatan atau upaya-upaya dalam konservasi yang dilakukan oleh yayasan tersebut.
4. Saya juga akan bekerjasama dan menjalin program-program dengan organisasi-organisasi lainnya yang bergerak didalam konservasi Owa Jawa.

DAFTAR PUSTAKA
Llanos, M. 2000. Expert List 25 Primates Most in Peril. http://www. Msnbc.com/news355577. Diakses pada tanggal 5 Desember 2014.
Supriatna, J dan Wahyono. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia Edisi XXII. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
http://www.yayasanowajawa.or.id/index.php


7 responses to “The Javan Gibbon Action Plan”

  1. delilafaidiban says:

    Menarik! Oh iyah aku mau tanya kan, di atas kamu bilang kalau mau di ambil bayinya berarti induknya harus di bunuh, bagaimana cara melihat permasalahan tersebut? soalnya di upaya aksi personal kamu gak di jelasin soalnya! Terima kasih. 😀

  2. nitabawole says:

    rencana aksi yang kamu buat udh baik, tapi mungkin kalau menurut pendapat aku bagaimana kalau anak- anak kecil seperti tk dikenalkan juga dari awal mengenai owa jawa ini, thank’s 🙂

  3. christianbunardi says:

    Sayang di sayangkan sekali populasi kera kecil ini mendekati terancam punah, rencana aksi yang akan anda lakukan sudah tepat, semoga dapat terealisasikan.. 🙂

  4. likasta0701 says:

    aku mau tanya den, klu utk konservasi nya sendiri sulit enggak??
    makasi ^^

  5. miabone says:

    Waaah menurut saya mengadakan drama khusus Owa Jawa sangat menarik untuk anak-anak, apalagi jika mereka dilibatkan secara langsung sebagai pemeran-pemerannya, pastinya akan membekas di ingatan mereka sampai dewasa nanti dan harapannya mereka menjadi penerus aksimu. Lanjutkan dan semoga berhasil! 😀

  6. Florencia Grace Ferdiana says:

    artikel yang sangat menarik, ternyata owa jawa juga sudah mulai menuju kepunahan ya 🙁 aksi yang bagus denna memperkenalkan owa jawa kepada keluarga Indonesia. Semoga dengan demikian akan timbul rasa cinta mereka terhadap owa jawa sehingga mereka juga berpartisaipasi dalam upaya konservasi owa jawa ini 😀

    • dennamesselia says:

      terima kasih grace, mia, yana, chris, nita, dan delila atas komentar dan dukungan kalian ^^

      yana: untuk konservasinya sendiri menurutku sebenarnya mudah kok yana, namun dibutuhkan semangat, kerja keras, dan kerja sama sehingga konservasi yang telah dilakukan juga berhasil..

      delila: aku melihat masalah itu jadi sedih juga, delila, soalnya untuk mengambil bayi Owa Jawa harus membunuh induknya juga,
      aku berencana untuk ikut bekerja sama dengan organisasi atau yayasan yang bergerak dibidang konservasi Owa Jawa (poin 4), pastinya didalam suatu organisasi atau yayasan tersebut pasti ada gerakan atau upaya untuk mengatasi hal tersebut..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php