Denna Messelia Christy

Keluarga ‘Harmonis’ Owa Jawa Terancam Punah

Posted: September 8th 2014

Owa Jawa 1

# DESKRIPSI OWA JAWA

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata endemik pulau Jawa yang hampir seluruh tubuhnya ditutupi rambut berwarna kecokelatan sampai keperakan atau kelabu. ‘Kera kecil’ ini pada bagian atas kepalanya berwarna hitam. Bagian muka seluruhnya juga berwarna hitam dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai warna keseluruhan tubuh. Beberapa individu memiliki dagu berwarna gelap. Panjang tubuh berkisar antara 750 – 800 mm. Berat tubuh jantan antara 4-8 kg, sedangkan betina antara 4-7 kg (Supriatna dan Wahyono, 2000).

Ciri khas lain pada Javan gibbon adalah lengannya sangat panjang dan lentur, lebih panjang dari kakinya hampir dua kali panjang tubuh, dengan jari pendek dan senjang dari telapak tangan, dan tidak memiliki ekor. Owa Jawa memiliki tubuh yang langsing karena beradaptasi terhadap pergerakannya dan membantu dalam berayun (brankiasi). Owa jawa adalah hewan diurnal dan arboreal, sepenuhnya hidup di atas tajuk pepohonan. Owa Jawa pemakan buah-buahan, bunga, dan dedaunan (Kappeler, 1984).

# HABITAT OWA JAWA

Beberapa karakter intrinsik Owa Jawa disimpulkan Kappeler (1984) mempengaruhi pemilihan habitatnya, antara lain yaitu: (1) Owa Jawa adalah arboreal murni sehingga membutuhkan hutan dengan pohon yang berkanopi luas, (2) Cara pergerakan Owa Jawa adalah brankiasi, yaitu bergerak mengandalkan kedua tangannya pada cabang-cabang pohon. Untuk bergerak dengan gesit, pola percabangan harus tidak terlalu rapat dan terdapat banyak cabang yang tumbuh horizontal, (3) Owa Jawa hidup di home range yang tetap sepanjang tahun, makanan sepanjang tahun, hutan hendaknya bukan tipe hutan musim atau hutan yang memiliki periode pengguguran daun defoliasi, selain itu Owa Jawa juga harus harus memiliki keragaman jenis tumbuhan yang tinggi. Sehingga, habitat yang cocok bagi sebagian besar Owa Jawa adalah hutan-hutan tropis.

# STATUS KONSERVASI OWA JAWA

Owa Jawa 2

Status konservasi Owa Jawa (IUCN)

Owa Jawa adalah salah satu jenis primata yang saat ini berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dikategorikan ke dalam status ‘TERANCAM PUNAH DAN SANGAT DILINDUNGI’ (EN, endangered) dengan peluang sebesar 50% bahwa hewan ini akan dapat punah dalam satu dekade mendatang (Supriatna dan Wahyono, 2000). Mengapa??. Hal ini disebabkan karena populasinya terus mengalami penurunan terutama disebabkan oleh konversi habitat, fragmentasi, perburuan liar, perdagangan, dan pet. Karena adanya perburuan liar dan konversi habitat, diperkirakan satwa tersebut akan mengalami kepunahan paling tidak 20% dalam setiap 3 generasi (Llanos, 2000).

Semula, populasi satwa menempati habitat seluas 43.274 km2, kini hanya sekitar 1608 km2 atau menyusut 96% (Supriatna dan Wahyono, 2000), sehingga jumlah populasi Owa Jawa di Indonesia yang mampu bertahan terhadap gangguan hanya 300-400 saja (Llanos, 2000). Sifat mereka yang monogami dan jarak kelahiran anak yang panjang (3 sampai 3,5 tahun) menjadikan pertumbuhan populasinya terjadi secara lambat.

# FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN
Perburuan liar
Owa jawa adalah sejenis kera yang termasuk hewan monogami, yang artinya mereka setia pada pasangannya dan sangat menjaga keutuhan keluarganya. Kebanyakan pemburu mengincar bayi yang berada dalam gendongan sang Ibu, dengan demikian untuk mengambil bayi tersebut maka sang Ibu harus dibunuh. Sang Ayah terkadang akan memberikan perlawanan yang juga bisa menyebabkan kematian dirinya. Atau jikapun ia berhasil menyelamatkan diri bersama 1 atau 2 anaknya yang lain, mereka akan merasa amat kehilangan sang Ibu dan adiknya. Stres yang berlebihan dan berkepanjangan tak jarang (bahkan selalu) membuat mereka mati. Dapat disimpulkan bahwa MENGAMBIL 1 BAYI OWA JAWA DARI ALAM SAMA DENGAN MEMBUNUH 3 ATAU 4 ANGGOTA KELUARGANYA (dilansir dari sebuah artikel di www.yayasanowajawa.or.id)

Perdagangan secara ilegal sebagai hewan peliharaan yang bergengsi

Owa Jawa 3

Pernahkah Anda melihat iklan semacam ini? Bantulah hewan-hewan tersebut dengan TIDAK MEMBELINYA! Karena dengan membelinya maka tanpa disadari Anda telah memberikan kesempatan kepada para pemburunya untuk kembali ke hutan dan berburu lagi (dilansir dari sebuah artikel di www.yayasanowajawa.or.id)

Eksploitasi habitat Owa Jawa
Habitat Owa Jawa dan satwa-satwa langka lainnya semakin terdesak akibat ‘eksploitasi’ yang dilakukan oleh manusia. Habitat Owa Jawa yaitu kawasan hutan tropis sering diahlifungsikan atau dikonversi untuk kepentingan tertentu. Dari tindakan tersebut, habitat Owa Jawa pun semakin terancam.

Dari faktor-faktor ancaman tersebut menyebabkan populasi Owa Jawa semakin menurun.

# UPAYA PELESTARIAN OWA JAWA

Dari faktor-faktor yang mengancam serta status Owa Jawa dari IUCN, sudah SEWAJIBNYA kita untuk melestarikan satwa langka tersebut.

OKeluarga Jowo dan Bombom (kiri ke kanan: ayah, anak pertama, ibu, dan anak kedua)

Salah satu upaya pelestarian yang sudah dilakukan adalah yang dilakukan oleh Javan Gibbon Center (JGC), JGC pada Februari 2014 lalu telah melepaskan keluarga ‘harmonis’ Jowo dan Bombom yang terdiri dari induk jantan dan betina beserta kedua anaknya yang dilahirkan di JGC ke hutan lindung Gunung Putang, setelah sebelumnya keluarga Echi-Septa dan Sadewa-Kiki yang berturut-turut dilepasliarkan pada Oktober 2009 dan Juni 2013 lalu.

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh yayasan khusus untuk Owa Jawa yaitu Yayasan Owa Jawa dalam visinya yaitu terwujudnya kelestarian owa jawa dan habitatnya:
1. Melakukan penelitian serta kajian teknis dan kebijakan, serta memberi masukan kepada pihak yang berwenang dalam konservasi owa jawa, baik secara in-situ maupun ex-situ.
2. Melakukan pengumpulan owa jawa hasil sitaan yang berwenang dan/atau yang diserahkan oleh masyarakat.
3. Melakukan rehabilitasi owa jawa hasil sitaan yang berwenang dan/atau yang diserahkan oleh masyarakat
4. Melakukan kegiatan penangkaran (captive breeding) owa jawa
5. Melakukan pelepasliaran (reintroduksi) owa jawa ke habitat alaminya.
6. Membentuk dan mendirikan Unit Penyelamatan Owa Jawa di lokasi didalam atau yang berdekatan dengan habitat owa jawa.
7. Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dalam kaitannya dengan penelitian, rehabilitasi, penangkaran dan pelepasliaran owa jawa ke habitat alaminya.
8. Mendukung upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat owa jawa.
9. Mendukung kegiatan pendidikan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya yang berkaitan dengan upaya penyelamatan owa jawa.
10. Bekerjasama dan menjalin program-program dengan organisasi-organisasi lain, baik yang berhubungan atau berafiliasi maupun tidak.
11. Melakukan upaya-upaya lain yang tidak bertentangan dengan asas dan tujuan Yayasan.

Selain JGC, ada beberapa yang turut andil dalam pelestarian Owa Jawa yaitu Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project, dan , beserta 11 taman nasional lainnya di Indonesia.

Owa Jawa telah dinyatakan sebagai fauna yang dilindungi berdasarkan Perlindungan Binatang Liar tahun 1931 Nomor 266, SK Menteri Kehutanan No.54/Kpt/Um/1972 dan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1990.

Daftar Pustaka:

Kappeler, M. 1984. Evolutionary and Behavioural Biology. Edinburgh University Press, UK.

Llanos, M. 2000. Expert List 25 Primates Most in Peril. http://www. Msnbc.com/news355577. Diakses pada tanggal 7 September 2014.

Supriatna, J dan Wahyono. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia Edisi XXII. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

http://www.yayasanowajawa.or.id/index.php

 

 

 


9 responses to “Keluarga ‘Harmonis’ Owa Jawa Terancam Punah”

  1. Retno Wulandari says:

    Wadoohhhh den.. lagi-lagi owa jawa jadi salah 1 dari sekiaan hewan endemik pulau Jawa yang hidupnya harus terancam gara-gara hutan di Indonesia (khususnya pulau Jawa)ohh tidakkk… 🙁
    Kenapa yah den pembangunan di pulau jawa semakin lama semakin pesattt, hutan abiss, jadinya gini deh 🙁
    Oh iya den, pemburu owa ini kenapa mereka hanya mengambil yang bayi owa yah den?
    Apakah selanjutnya mereka akan pelihara karena masih unyu-unyu bingiitt, atau dibunuh untuk dikuliti, atau bagaimana? 😮

    • dennamesselia says:

      Sebenarnya, bukan hanya bayi owa jawa saja yang diburu, owa jawa yang sudah dewasa juga menjadi incaran para pemburu, lan..
      Yang ditulis itu sebagai gambaran, seandainya salah satu dari keluarga owa jawa tersebut diambil begitu saja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab..
      Untuk selanjutnya, owa jawa itu biasanya diperdagangkan oleh pihak-pihak tersebut atau langsung dipelihara..

  2. retnowulandari says:

    tapi disitu dijelasin “kebanyakan pemburu mengincar bayi yang berada sang ibu”. Kalau si induk bayi bisa merawat bayi owa nya sendiri kenapa para pemburu tetep aja misahin mereka kan kasihhaan 🙁
    jadi.. #tingkatkan penyuluhan tentang konservasi owa ini pada masyarakat !

  3. nanda1301 says:

    owa jawa menurut saya merupakan salah satu hewan unik yang dimiliki Indonesia. ketika membaca ini saya cukup terkejut dengan jumlah populasi hewan ini yang sangat minim. kembali eksploitasi menjadi masalah klasik berbagai hewan endemik di Indonesia di samping kerusakan habitatnya. perlu upaya yang tidak mudah dilakukan untuk mempertahankan keberadaan hewan ini. menurut sdr denna dari banyak upaya yang dapat dilakukan, upaya manakah yang harus segera dilakukan untuk konservasi hewan ini mengingat jumlahnya yang semakin minim?. Ayo kita mulai peduli terhadap hewan endemik asli indonesia…

  4. maria says:

    pelestarian owa jawa seharusnya dimulai dengan melihat situasi dan kondisi lingkungan sekitar, misalnya upaya konservasi yang dilakukan pada habitat alaminya. bisanya kematian yang mengarah pada kepunaan dapat juga disebabkan karena aktivitas manusia, sehingga hewan tersebut dapat stres dan mati.

  5. mariajanina says:

    thx de,,, luar biasa informasinyanya .. dengan adanya informasi dari penulisan kamu ini saya lebih mengetahiu tentang owa jawa yang ada diIndonesia.. di atas anda menulis bahwa Sifat mereka yang monogami dan jarak kelahiran anak yang panjang (3 sampai 3,5 tahun) menjadikan pertumbuhan populasinya terjadi secara lambat apakah ada upaya untuk melestarikan owa jawa dengan mempercepat tingkat kelahiran yang ada diIndonesia?

    • dennamesselia says:

      mariajanina: sejauh yang aku tahu, masih belum ada upaya seperti itu, mi di Indonesia..
      karena jarak kelahiran itu merupakan karakter alami dari owa jawa tersebut..

      nanda1301: menurutku upaya yang harus segera dilakukan adalah selamatkan dulu populasi owa jawa yang ada, setelah diselamatkan, baru direhabilitasi atau dikembangbiakan
      sehingga populasinya tidak terus menurun,,

  6. Sartika Laraswati says:

    Kalau menurut saya, harus ada undang-undang yang melindungi owa jawa dari perburuan liar

  7. stefanicynara1983 says:

    hewan ini sangat menarik bagi saya, lucu juga kalau melihat mukanya yang imut ditambah lagi kesetiaannya terhadap keluarga, karena bisa dicontoh juga ini untuk manusia, hewan yang seperti ini saja bisa setia dan berkorban demi keluarga, tetapi terkadang manusia tidak bisa. Sangat disayangkan ya jika hewan yang langka semacam ini di Indonesia justru diburu dengan keji dan tidak dilindungi dengan undang-undang yang super ketat, ah, sungguh disayangkan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php