Delila Faidiban

Si Biru Dari Irian Jaya, iyah Cendrawasih !

Posted: September 10th 2014

blue-bird-of-paradise

Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (Sujadnika, 1995).

A. Anatomi Morfologi dengan ciri-ciri umum:

  • Burung ini berwarna hitam dan biru.
  • Berparuh putih kebiruan.
  • Kaki abu-abu.
  • Iris mata berwarna coklat tua.
  • Di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih.
  • Sayap berwarna biru terang.

Ciri-ciri burung jantan dewasa :

  • Memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas
  • Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah.
  • Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.

Ciri-ciri burung betinanya:

  • Berukuran lebih kecil,
  • Tanpa dihiasi bulu hiasan dan
  • Tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

B. Daerah Persebaran

Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan.Perkembangbiakan Cendrawasih Biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung cendrawasih Paradisaea lainnya, Cendrawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain (Shanaz, 1995).

C. Ekologi Sifat dan Sejarah Hidup

Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

D. Faktor Ancaman

Cendrawasih dan ancaman kepunahan, Cendrawasih tidak bisa dipisahkan dari Papua. Masyarakat di daerah itu sering memakai bulu-bulu burung ini untuk menjadi penghias. Entah itu pakaian atau digunakan saat acara-acara yang berbau adat. Hal seperti ini tentu menempatkan Cendrawasih sebagai binatang buruan. Burung Cendrawasih jantan memiliki keistimewaan dibanding pasangannnya.

Dalam arti warna-warni bulunya memang lebih indah. Tidak ada burung yang dinilai melebihi keindahan warna-warni bulu Cenderawasih. Posisi mereka yang istimewa dalam upacara adat daerah Papua dan sekitarnya, menjadi sebuah ironi yang menyedihkan bagi keberadaan Cendrawasih. Belum lagi penggunaan bulunya untuk topi trendi yang biasa digunakan oleh wanita-wanita berdarah ningrat di Eropa. Semuanya berujung pada perburuan terhadap Cendrawasih sejak berabad silam. Akibatnya, terjadi kerusakan habitat Cendrawasih dan penurunan jumlah secara signifikan (Setio, 2001).

E. Konservasi/Pelestarian

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Biru dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Upaya-upaya untuk mengatasi kepunahanPerburuan burung Cendrawasih sebenarnya sudah dilarang dipasaran berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan, namun karena harga burung ini cukup menggiurkan sehingga para pemburu terus mengadakan perburuan liar. Keindahannya sejak lama telah menjadi incaran komoditas usaha yang mendunia, mulai dari pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, hingga pengusaha busana di Eropa Amerika dan Kanada yang memanfaatkan bulu burung tersebut. Populasi burung cendrawasih yang terus menurun menimbulkan keinginan beberapa pihak untuk mencoba melakukan penangkaran. Salah satu yang berhasil melakukan penangkaran adalah Taman Burung dan Rimba Reptil Bali di Gianyar Bali terhadap burung cendrawasih.

.

à Daftar Pustaka

Setio, P., H. S. Innah, H. Warsito, R. G. N. Triantoro, I. U. Warsono, & M.Panie.

2001. Peningkatan Teknik Penangkaran Burung Cenderawasih, Kasuari

dan Mambruk. Laporan Tahunan Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Manokwari.

 

P.Shanaz, J., P. Jepson & Rudyanto. 1995. Burung-burung Terancam Punah di

Indonesia. PHPA/Birdlife International Indonesia Pragramme, Bogor.

 

Sujatnika, P. Jepson, T. R. Soehartono, M. J. Crosby &

A.Mardiastuti. 1995.Conserving Indonesian Biodiversity: The Endemic      Bird Area Approach. PHPA/Birdlife International Indonesia          Programme. Jakarta.


8 responses to “Si Biru Dari Irian Jaya, iyah Cendrawasih !”

  1. adeirma says:

    Warnanya cantik~ Sungguh disayangkan burung sebagus ini sudah mulai langka. Apakah sudah ada peraturan mengenai penangkapan dan konservasi akan burung ini?

    Nice info, keep rawck \m/

    • delilafaidiban says:

      iyah sangat disayangkan jika hewan seeksotis ini punah, kalau dari pemerintah sendiri sudah mengeluarkan suatu PERATURAN dari MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P. 57/Menhut-II/2008 TENTANG : ARAHAN STRATEGIS KONSERVASI SPESIES NASIONAL tahun 2008 – 2018.

  2. friskaunandy says:

    Teknik penangkaran sepertinya merupakan jalan terbaik untuk menjaga burung cendrawasih yang tersisa, tapi apakah tidak lebih bijaksana kalau tempat penangkaran itu sendiri tidak terlalu berjarak jauh dari habitat asalnya? (asal Papua tapi penangkarannya di Bali).
    ThanKyu ^^

    • delilafaidiban says:

      Seharusnya sih begitu, jika fauna ini berasal dari Papua sebaiknya tempat penangkarannya juga di Papua, namun mengingat oknum-oknum tertentu yang hanya ingin mendapatkan keuntungan sendiri dan merusak habitat Cendrawasih Biru ini, maka penangkarannya digabung menjadi 1 tepatnya di Bali, karna sudah menggunakan sistem penangkaran internasional sehingga alangkah terpercaya dan efisiennya jika hewan ini dipindahkan tempat penangkarannya yaitu di Bali.

  3. yunice femilia says:

    Info yang menarik,sungguh burung yang indah dengan bulunya yang berwarna biru 🙂
    Burung Cendrawasih jantan memiliki keistimewaan dibanding pasangannnya.nah apakah keistimewaan yang dimiliki oleh cendrawasih jantan tersebut?

    • delilafaidiban says:

      Yunice Femilia : iyah burung cendrawasih biru berjenis kelamin jantan memang memiliki keistimewaan dibanding pasangannya yaitu burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Hingga dimaksud juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise yaitu burung endemik Papua. 🙂

  4. pradhyaparamitha says:

    sangat beruntung dunia punya spesies secanik ini, sangat disayangkan jika hewan ini punah. 🙁
    apakah status konservasi dari spesies ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php