see book (sibuk)

Nikel, Sumber Daya Non Hayati Indonesia

Posted: March 3rd 2015

//Disusun oleh : Pelangi Asmara Dewi, Agung Prayogo, Mytha Aprianti K, Nita Anggriani B, Daniel H         Nikel adalah salah satu logam yang paling penting dan memiliki banyak aplikasi dalam industri. Ada banyak jenis produk nikel seperti logam halus, bubuk, spons, dan lain-lain. 62% dari logam nikel digunakan dalam baja tahan karat, 13% dikonsumsi sebagai superalloy dan paduan nirbesi karena sifatnya yang tahan korosi dan tahan tinggi suhu (Barkas, 2010). Bijih nikel dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu bijih sulfida dan bijih laterit (oksida dan silikat), meskipun 70% dari tambang nikel berbasis bijih laterit, tetapi 60% dari produksi primer nikel berasal dari bijih sulfida (Kim dkk, 2010),(Superiadi, 2007).             Bijih nikel laterit biasanya terdapat di daerah tropis atau sub-tropis yang terdiri dari pelapukan batuan ultramafik yang mengandung zat besi dan magnesium dalam tingkat tinggi. Deposit tersebut biasanya menunjukkan lapisan yang berbeda karena kondisi cuaca. Lapisan pertama adalah … Read more


Shelter Hijau Terakhir untuk Ikon Kota Jogja

Posted: December 6th 2014

Tek..kuk..kurrr.. tek..kuk..kurr nada merdu yang sayup terdengar memberikan suasana tenang, suara tersebut tentu saja tidak asing bagi mereka para pecinta burung tekukur. Burung tekukur dikenal dengan suaranya yang merdu serta mampu memberikan suasana kedamaian bagi yang mendengar. Keberadaan burung tekukur juga kental melekat dengan suasana kraton Yogyakarta dimana burung ini biasa dipelihara oleh para abdi dalem serta pangeran di kompleks kraton, sehingga burung ini dijadikan sebagai ikon oleh Kota Yogyakarta.  Burung tekukur liar mudah dijumpai di daerah terbuka, perkampungan, dan perkotaan. Burung ini terbiasa hidup berdampingan dengan manusia, sering duduk berpasangan di atap ataupun dahan pohon. Burung tekukur cenderung mencari makan di permukaan tanah dan termasuk burung pemakan biji (granivor), Status burung ini berdasarkan PP No 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar adalah satwa yang tidak dilindungi. Burung tekukur yang dulu sangat mudah dijumpai di belakang rumah, di tanah lapang, sawah kini perlahan menghilang seiring berjalannya … Read more


RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA)? apa itu?

Posted: September 11th 2014

RAPD merupakan singkatan dari Random Amplified Polymorphic DNA, apa itu RAPD mungkin masih asing di telinga, RAPD merupakan teknik analisis DNA yang menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Metode RAPD merupakan metode baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom dengan cepat dan efisien. Tipe polimorfisme ini membuat RAPD cocok untuk studi keanekaragamangenetik, hubungan kekerabatan, peta genetik, sidik jari DNA.Sidik jari DNA banyak digunakan untuk kasus paternity dan forensik. Metode RAPD menggunakan oligonukleotida pendek (biasanya 10 bp) sebagai primer yang akan berikatan dengan bagian (sites) komplemennya . Metoda RAPD digunakan untuk mendeteksi polimorfisme DNA yang digunakan sebagai genetik marker dan menentukan hubungan kekerabatan. RAPD diistilahkan oleh William dkk (1990) Random Amplified Polymorphic digunakan untuk menghasilkan berjuta-juta kopi segmen DNA tertentu. Metode ini mengandalkan primer tunggal (oligo nukleotida sintetik) untuk mulai PCR. Istilah random agak kurang tepat, komponen random hanya pada dimulainya pilihan primer untuk PCR, karena primer tunggal memilih secara random daerah-daerah genom … Read more


Nasib Harimau Sumatera?

Posted: September 3rd 2014

Indonesia pernah memiliki tiga dari delapan subspesies harimau yang ada di dunia, namun dua diantaranya, yaitu harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dan harimau Bali (Panthera tigrisbalica) telah dinyatakan punah, masing-masing pada tahun 1940-an dan 1980-an. Saat ini hanya sub spesies harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)yang tersisa dan hidup pada habitat yang terfragmentasi dan terisolasi satu dengan lainnya. Jumlahnya di Sumatera hanya tinggal 450- 600 ekor saja. Telah tejadi penurunan populasi akibat perburuan liar, kerusakan habitat yang disengaja (pembukaan hutan dan perladangan berpindah) maupun bencana alam (kebakaran hutan) dan pengurangan luas habitatnya. Harimau secara umum memiliki ciri yang khusus yaitu kulit bulu dengan warna cokelat kekuning-kuningan dan diselingi oleh garis-garis vertikal gelap, bagian perut putih dan bagian muka ada bercak putih (Hoeve, 1989). Habitat alami harimau Sumatera adalah di alam bebas, sepanjang tersedia cukup mangsa dan sumber air, serta terhindar dari berbagai ancaman potensial. Di habitat aslinya, harimau Sumatera terdapat di hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan, dengan ketinggian antara 0 – 3.000 meter di … Read more


Hello world!

Posted: September 3rd 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php