LODEINA

Paphiopedilum bullenianum, Pesona Nusantara yang Terancam Punah

Posted: September 6th 2015

bullenianum
Taxonomy
Kingdom : Plantae
Phylum : Tracheophyta
Class : Liliopsida
Order : Orchidales
Family : Orchidaceae
Scientific Name : Paphiopedilum bullenianum
Species Authority : (Rchb.f.) Pfitzer
Common Name(s) : English – Bullen’s Paphiopedilum
Synonym(s) : Crypedium bullenianum Rchb.f.
Paphiopedilum bullenianum variety bullenianum (Rchb.f.) Pfitzer
Paphiopedilum bullenianum (Rchb.f.) Pfitzer variety celebesense (Flowlie &
Birk) P.J.Cribb
Paphiopedilum bullenianum adalah spesies lokal dengan area distribusi yang luas di Asia Tenggara. Paphiopedilum bullenianum terdapat di Sulawesi, Sumatra, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan. Paphiopedilum bullenianum tumbuh sebagai herba yang hidup di daratan: pada lumut dan sampah daun pada akar tinggal bakau, pada sampah daun pada lereng yang curam, pada batu yang ditutupi lumut basah di bawah naungan hutan dan tumbuh sebagai lithophyte pada batu yang ditutupi lumut. Paphiopedilum bullenianum adalah tanaman hias dengan permintaan tinggi dan dikoleksi untuk kegunaan komersial untuk budidaya dan perdagangan secara domestik dan internasional. Penduduk lokal mengumpulkan tanaman ini dari alam untuk perdagangan komersial.
Paphiopedilum bullenianum dibawah ancaman, terutama koleksi yang tidak kenal belas kasihan untuk perdagangan regional dan internasional dan eksploitasi untuk tujuan budidaya, dengan kebanyakan subpopulasi dikoleksi untuk kepunahan sesungguhnya. Ancaman lainnya termasuk degradasi habitat, gangguan manusia, dinjak-injak, pengembangan area permukiman, penggundulan hutan, kebakaran yang tidak teratur, penebangan, pemotongan acak, pemotongan dan pembakaran lahan pertanian, pariwisata dan erosi tanah. Spesies umumnya terancam oleh perubahan iklim dan efek dari ancaman tinggi karena faktor dalam spesies.
Populasi menurun dan kemelimpahan spesies berkurang secara signifikan dengan reduksi populasi yang tinggi yaitu 70% dalam tiga generasi terakhir dan lebih dari 70% dalam tiga generasi mendatang pada kebanyakan daerah menghilang dengan cepat. Populasi masih menurun dan jumlah individu yang dewasa rendah. Paphiopedilum bullenianum dinilai terancam punah.
Semua jenis anggrek termasuk dibawah Annex B of the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Semua jenis Paphiopedilum terdaftar pada Appendix I of CITES. Bagaimanapun, aksi-aksi berikut ini direkomendasikan untuk menjaga Paphiopedilum bullenianum:
• Spesimen-spesimen yang ditumbuhkan seharusnya digunakan pada perdagangan dan persediaan pasar sebagai pengganti tumbuhan liar.
• Spesies berdasarkan manajemen dan konservasi penting untuk menjaga individu yang tersisa dalam jumlah yang terbatas.
• Memulai komunitas jangka panjang berdasarkan konservasi untuk menjaga habitat dan spesies.
• Menjaga habitat , terutama dari koleksi, diinjak-injak dan penggundulan hutan.
• Memagari sisi yang rentan dan manajemen simpati dari subpopulasi yang terisolasi.
• Manajemen habitat untuk mengurangi kompetisi akan sumber daya (contoh: cahaya, air, nutrisi).
• Memantau program yang dibutuhkan untuk jalur status keberadaan subpopulasi dengan menghargai latihan manajemen yang masih terus berlangsung.
• Menjaga tanah dan habitat menyebarkan manajemen dapat diimplementasikan untuk melindungi habitat dekat atau di antara kejadian.
• Meningkatkan kesadaran publik.
• Menjaga spesies dari individu yang hidup melalui perundang-undangan dimana melarang individu dari pemetikan atau penggalian spesies.
• Konservasi ex-situ: propagasi buatan, pengenalan kembali, koleksi benih
• Memantau dan mengawasi keberadaan subpopulasi dan situs.
• Memperkirakan ukuran subpopulasi dan studi dinamikanya.
DAFTAR PUSTAKA
Rankou, H. 2015. Paphiopedilum bullenianum. The IUCN Red List of Threatened Species.


7 responses to “Paphiopedilum bullenianum, Pesona Nusantara yang Terancam Punah”

  1. etti14 says:

    info yang sangat menarik cindy, tumbuhan Paphiopedilum bullenianum memang cukup unik, sayang jika di perdagangkan namun tidak dilestarikan, oleh karena itu perlunya kesadaran dari masyarakat sendiri untuk melestarikan.

  2. Angevia Merici says:

    Informasi yang menarik, semoga bunga ini tetap ada dan menjadi khas bagi Indonesia. Semangat !

  3. Eunike Priscilla Tanio says:

    Populasi anggrek ini terus berkurang karena adanya tindakan budidaya anggrek. Hal ini justru ironis, mengingat bahwa budidaya memiliki tujuan untuk memperbanyak populasi anggrek itu sendiri. Bagaimanakah ceritanya hingga budidaya anggrek ini dapat menyebabkan langkanya populasi anggrek itu di alam liar?

  4. laurensianachandrika10 says:

    wah unik sekali spesies anggrek yang satu ini, sepertinya untuk perdagangan harus sangat dipertegas peraturannya karena sangat diisayangkan jika spesies unik ini punah 🙂

  5. Angela Lakshita says:

    artikel yang menarik, cindy; semoga artikel ini juga menjadi salah satu jalan untuk membangun kesadaran publik dalam pelestarian si paphiopedilum bullenianum. satu hal yang ingin saya tanyakan, apakah selama ini sudah pernah dilakukan upaya budidaya in situ? karena mungkin saja kegiatan budidaya yang berlangsung selama ini kurang tepat sehingga justru menyebabkan kelangkaan spesies ini.

  6. septiapuspit says:

    wah lengkap sekali informasinya,semoga kita semakin menyadari betapa pentingnya pelestariaan tumbuhan yang langka ini

  7. Yoseph Surya says:

    Upaya yang mudah.. menghentikan kegiatan pembangunan properti seperti mengubah Hutan menjadi kawasan industri atau perumahan.. karena rata2 kepunahan disebabkan karena hilangnya habitat spesies tersebut.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php