christian bunardi

Symphalangus syndactylus sang rehabilitasi

Posted: December 6th 2014

                Symphalangus syndactylus atau sering kita dengar dengan nama Siamang adalah salah satu jenis primata yang ada di Sumatera. Siamang menyerupai kera namun memiliki lengan yang cukup panjang dan bulunya berwarna hitam. Selain itu, yang membedakan antara siamang dengan primata yang lain adalah, siamang memiliki sebuah kantung udara yang cukup besar di bagian bawah wajah atau lebih tepatnya diantara bagian leher dan kepala. Kantung udara ini akan membesar menyerupai balon kemudian akan mengempes kembali selang beberapa saat dan suara yang dikeluarkan cukup nyaring dan juga keras (Kwatrina dkk., 2013). Siamang juga mempunyai fungsi dalam meregenerasi hutan dengan cara mendistribusikan biji-bijian.

Siamang-hanging-from-tree-with-throat-sac-inflated

Gambar 1. Siamang (Symphalangus syndactylus)

Gambar 2. Siamang (Symphalangus syndactylus)

                   Sayangnya, keunikan yang dimilikinya tidak sebanding dengan statusnya. Siamang termasuk primata yang masuk dalam IUCN Red List 2009 dalam kategori terancam punah (endangered). Berdasarkan tingkat kerentanan terhadap perdagangan satwa liar, siamang tergolong Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora), yang jumlahnya sudah sangat sedikit di alam sehingga perdagangannya diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah (Kwatrina dkk., 2013). Selain itu, di Indonesia sendiri, siamang adalah primata yang sudah dilindungi yang dapat dilihat berdasarkan undang-undang No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.

 

icun

Gambar 3. Status Siamang (Symphalangus syndactylus) di IUCN 2014.

              Menurut Kwatrina dkk. (2013), populasi Siamang yang terus menurun disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab utamanya adalah terjadinya fragmentasi habitat, ilegal logging, selain itu terjadi perburuan liar Siamang untuk diperdagangkan. Terjadinya fragmentasi hutan ini dikarnakan adanya pembukaan kawasan hutan dan pembukaan lahan untuk perkebunan oleh masyarakat sekitar. Saat ini, di Sumatera sendiri populasinya yang tersisa sebagian besar hanya berada dikawasan perlindungan dan konservasi.

Menurut Supriatna dan Wahyono (2000), hal tesebut dapat terlihat dari populasi siamang yang telah kehilangan sekitar 66% habitat aslinya, yang semula seluas 340.000 km2 hanya tinggal 120.000 km2. Jumlah siamang di alam diperkirakan hanya sekitar 31.000 ekor yang mendiami daerah seluas 20.000 km2 dari habitat yang tersisa. Hal ini sungguh sangat memprihatikan bahwa populasinya menurun.

Status Siamang yang sudah hampir punah, membuat saya memiliki beberapa rencana aksi guna mempertahankan kelestariannya di alam, yaitu :

  • Sosialisasi

Melakukan sosialisasi kepada para masyarakat setempat agar tidak melakukan perburuan ataupun tidak melakukan pembukaan lahan dalam kawasan hutan. Selain itu, memberikan pengertian bahwa dengan melakuan pembukaan lahan, akan merusak habitat Siamang sehingga Siamang tidak nyaman untuk hidup, dengan tidak adanya Siamang dalam hutan berarti hutan tidak dapat regenerasi sehingga secara tidak langsung berdampak buruk bagi manusia sendiri.

  • Melacak perdagangkan Siamang

Siamang sering diambil untuk diperdagangkan, sehingga saya sebagai mahasiswa dapat memantau perdagangan Siamang di dunia maya. Jika saya mengetahui ada yang memperdagangkan, saya akan langsung melapor kepada polisi agar dapat ditindaklanjuti untuk pelepasan Siamang.

  • Bergabung dengan kelompok pelestarian Siamang

Selain itu, saya tidak ingin mengetahui Siamang dari internet saja, namun saya ingin masuk ke dalam kelompok-kelompok pelestarian Siamang, sehingga saya dapat mengetahui sifat, perilakunya, dan lain-lainnnya lebih lanjut. Agar, ketika saya tahu, saya dapat mengkonservasi Siamang dengan cara yang benar.

  • Rehabilitasi habitat

Banyaknya kawasan hutan yang rusak akibat dijadikan pembukaan lahan untuk perkebunan atau pertanian. Disini, saya ingin membuat pemerintah setempat dan mengajak teman-teman lain untuk ikut serta merehabilitasi habitat Siamang yang telah rusak. Bagaimana caranya? Dengan menanami tumbuhan atau pepohonan-pepohonan agar kawasan tersebut kembali menjadi hutan.

  • Pembuatan boneka dan buku cerita tentang Siamang

Banyak anak kecil yang tidak mengetahui tentang Siamang, rata-rata mereka hanya mengetahui kera ataupun monyet. Sehingga, saya tertarik untuk membuat boneka Siamang, karna dapat dilihat sendiri belum ada boneka Siamang, diharapkan dengan adanya boneka Siamang anak kecil dapat tahu dan sudah dapat mengenal dari kecil tentang Siamang. Selain boneka, saya juga ingin membuat buku cerita tentang keluarga Siamang, dimana bercerita bagaimana kisah kesedihan mereka, kalau salah satu anggota keluarganya meninggal akibat diburu atau mati karna sudah tidak tersedianya makanan dalam hutan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kwatrina, R. T., Kuswanda, W., dan Setyawati, T. 2013. Sebaran dan Kepadatan Populasi Siamang (Symphalangus syndactylus Raffles, 1821) di Cagar Alam Dolok Sipirok dan Sekitarnya, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 10(1): 81-91.

 

Supriatna, J. dan Wahyono, E. H. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

 


5 responses to “Symphalangus syndactylus sang rehabilitasi”

  1. mariaalintar says:

    wah bagus tuh ide yang pembelajaran dari kecil supaya lebih paham tentang pelestarian lingkungan sejak dini 🙂

  2. miabone says:

    Wah bergabung dengan kelompok pelestarian sepertinya bisa jadi langkah terbaik bagi generasi muda yang ingin mengenal dan mencintai siamang secara langsung. Kira-kira kelompok pelestarian apa saja yang memang khusus untuk siamang?

  3. Florencia Grace Ferdiana says:

    ide yang menarik untuk membuat boneka mengenai siamang, karena memang selama ini sepertinya belum pernah ada… dengan cara seperti ini mungkin anak – anak akan lebih mengenal siamang sejak dini sehingga menimbulkan kecintaan mereka terhadap siamang 🙂

  4. ancilla says:

    Action plan yang bagus ko Chris.. mungkin selain boneka, bisa ditambah pembuatan film kartun dengan tokoh utama siamang yang menceritakan tentang kelestarian alam sekitar, ini bisa membantu pengetahuan anak-anak tentang siamang dan juga alam sekitar.. ditambah lagi diadakan pertunjukkan siamang di hadapan masyarakat luas, jadi masyarakat dapat semakin peduli untuk turut menjaga keberadaan siamang, tentunya jangan sampai justru semakin meningkat perburuan siamang akibat pertunjukkan ini. 😀 oya, mungkin untuk rehabilitasi habitat, bisa kerja sama dengan mahasiswa kehutanan atau pecinta alam dan tentunya pihak konservasi siamang. 😀

  5. Katonraga says:

    Memang ide yang menarik dan terpadu dalam langkah penyelamatan spesies ini, semoga ada banyak pihak yang mendukung aksi konservasi anda ini agar hewan endemik ini tidak terancam punah lagi keberadaannya. Semoga aksi ini dapat terwujud agar orang-orang tahu betapa pentingnya konservasi keseimbangan populasi didalamnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php