christian bunardi

Kera hitam (Macaca nigra), si rambut jambul yang endemik

Posted: September 8th 2014

Anda tentunya sudah tidak asing dengan hewan primata yang berbulu hitam. Namun hewan primata berbulu hitam yang satu ini berbeda dengan kera hitam yang ada pada umumnya. Kera ini berasal dari Genus Macaca, dan merupakan salah satu genus primata yang memiliki persebaran paling luas didunia.  Kera ini adalah kera hitam sulawesi (Macaca nigra).

Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra) atau sering juga disebut monyet berjambul merupakan salah satu dari sekian jenis primata yang keberadaannya mulai langka dan terancam mengalami kepunahan. Kera Hitam Sulawesi merupakan satwa endemik Sulawesi Utara yang memiliki ciri yang unik, yaitu dengan JAMBUL di atas kepalanya. Kera ini oleh masyarakat setempat  biasa dipanggil dengan Yaki, Bolai, Dihe. Dalam bahasa Inggris primata langka ini disebut dengan beberapa nama diantaranya Celebes Crested Macaque, Celebes Black ape, Celebes Black Macaque, Celebes Crested Macaque, Celebes Macaque, Crested Black Macaque, Gorontalo Macaque, Sulawesi Macaque. Dalam bahasa latin (ilmiah) Kera Hitam Sulawesi dinamai Macaca nigra yang bersinonim dengan Macaca lembicus (Miller, 1931) Macaca malayanus (Desmoulins, 1824). Kera hitam sulawesi ini semakin hari keberadaannya semakin langka dan terancam punah. Bahkan oleh IUCN Redlist digolongkan dalam status konservasi Critically Endangered (Krisis).

Kera-Hitam-Sulawesi

Klasifikasi ilmiah.

Kerajaan: Animalia;

Filum: Chordata;

Kelas: Mammalia;

Ordo: Primata;

Famili: Cercopithecidae;

Genus: Macaca;

Spesies: Macaca nigra. 

Nama binomial Macaca nigra

  Gambar 1. Kera hitam sulawesi


Ciri-ciri Kera Hitam Sulawesi.

Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra) mempunyai ciri-ciri sekujur tubuh yang ditumbuhi bulu berwarna hitam, kecuali pada daerah punggung dan selangkangan yang berwarna agak terang. Serta daerah seputar bokongnya yang berwarna kemerahan, sedangkan pada bagian kepala, Kera Hitam Sulawesi (Yaki) memiliki ciri khas yaitu berupa JAMBUL. Kulit primata ini cenderung berwarna hitam legam, dengan bulu hitam mengkilat yang menutupi seluruh tubuh, kecuali pada bagian muka, telapak tangan dan bokong yang tidak memiliki rambut sehelai pun dan memiliki moncong yang cenderung menonjol. Panjang dari tubuh Kera Hitam Sulawesi dewasa berkisar antara 45 hingga 57 cm, dengan berat sekitar 11-15 kg. Kera ini tergolong cukup besar dibanding dengan kera-kera lainnya.  Ciri unik lainnya dari kera endemik Sulawesi ini adalah ekornya yang pendek. Sekilas akan nampak seakan tidak punya ekor, karena panjang ekornya hanya sepanjang 20 sentimeter, berbeda dengan kera-kera jenis lain yang umumnya memiliki ekor relatif panjang. 

kera-hitam-sumatera-dalam-kelompok

Gambar 2. Kera hitam sulawesi (Macaca nigra)

Habitat dan Tingkah Laku.

Kera Hitam Sulawesi hidup secara berkelompok, dengan jumlah antara 5-10 ekor setiap kelompoknya. Kelompok yang besar pada umumnya terdiri atas beberapa pejantan dengan banyak betina dewasa dengan perbandingan satu pejantan berbanding 3 ekor betina. Primata ini menyukai jenis–jenis pohon yang tinggi dan bercabang banyak, seperti pada pohon Beringin (Ficus sp) dan Dao (Dracontomelon dao). Hewan ini merupakan hewan omnivora (pemakan segalanya), mulai dari buah-buahan hingga serangga. Dalam mempertahankan dirinya, terdapat beberapa musuh utama Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra) yakni seperti  ular Phyon. Primata  ini banyak menghabiskan waktunya bersantai di pohon, namun kera endemik Sulawesi ini tergolong  sebagai hewan semiboreal yang artinya selain menghabiskan waktu di pepohonan, kera ini juga sering berjalan-jalan di atas tanah. Kera Hitam Sulawesi juga tergolong hewan diurnal, yaitu aktivitasnya mayoritas dilakukan pada siang hari.

Salah satu hal yang unik yang dimiliki  Macaca nigra yaitu pada bagian bokong yang dapat berpendar pada saat musim kawin pantat, Kera hitam sulawesi betina akan berwarna lebih menyala dibanding kera hitam sulawesi jantan. Pada Macaca nigra bertina, warna pink yang lebih cerah ini akan bertahan sampai setelah Macaca nigra melahirkan anaknya. Sedangkan pada Macaca nigra jantan, hanya pada saat musim kawin saja. 

Kera-Hitam-Berpantat-Pink-200x100   Gambar 3. Kera hitam sulawesi saat bokong sedang berpendar merah

Penyebaran Kera Hitam Sulawesi biasanya terfokus di hutan primer pada lokasi yang masih banyak jenis pohon berbuah yang bisa dimakan oleh primata satu ini. Daya jelajahnya (home range) selalu menuju ke satu arah dan akan kembali kearah semula dengan daya jelajah antara 0,8–1 km. Pada siang hari, Kera Hitam Sulawesi sering menghabiskan waktunya untuk mencari makan. Makanan kera ini berupa daun, bunga, biji, umbi, buah-buahan, serangga, molusca serta telur. Setelah matahari terbenam, Yaki akan kembali ke wilayahnya, dan tidur di atas pohon bersama dengan kawanannya. Habitat asli kera ini adalah Hutan Primer, dan pertengahan antara Hutan Primer dan Hutan Sekunder sebab di area tersebut masih terdapat banyak pepohonan tinggi dan rimbun, yang menjadi rumah bagi hewan endemik Sulawesi ini. Sesekali Kera Hitam Sulawesi ini turun ke wilayah yang berpenduduk untuk mencari makan.

Selain di tempat itu Binatang langka ini dapat ditemui di Sulawesi Utara di  Taman Wisata Alam Batuputih, Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Cagar Alam Gunung Duasudara, Cagar Alam Gunung Ambang, Gunung Lokon dan Tangale. Juga terdapat dibeberapa pulau seperti di pulau Pulau Manadotua and Pulau Talise, Pulau Lembeh (kemungkinan telah punah), termasuk di Pulau Bacan (Maluku).

monyet-sulawesi-macaca-tonkeana

 

Gambar 4. Kera hitam sulawesi di habitat alam bebas

Konservasi. 

Kera Hitam Sulawesi merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999. Populasi Kera Hitam Sulawesi berdasarkan data tahun 1998 diperkirakan kurang dari 100.000 ekor. Jumlah ini diyakini semakin mengalami penurunan. Penurunan popolasi ini sebagian besar diakibatkan oleh perburuan liar. Dikarenakan jumlah populasinya yang semakin hari semakin mengalami penurunan, IUCN Redlist memasukkan Kera Hitam Sulawesi dalam daftar status konservasi Critically Endangered (kritis) sejak tahun 2008. Dan CITES juga memasukkan satwa endemik ini sebagai Apendix II.

monyet hitam sulawesi

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5. Penangkapan kera hitam sulawesi

Setelah kalian  mengetahui bagaimana langkanya hewan primata endemik sulawesi ini, diharapkan kata mampu untuk setidaknya berpartisipasi dalam upaya melestarikan hewan endemik Indonesia ini agar generasi penerus kita pun dapat melihat hewan – hewan tersebut, bukan hanya pada gambar saja, mari kita mulai berpartisipasi sebab kalau bukan kita, siapa lagi??? kalau bukan sekarang, mau kapan lagi??

Sumber :

  • http://www.beritalingkungan.com
  • http://www.celebio.org/spesies-dan-habitat/
  • http://www.macaca-nigra.org/
  • http://galeriwisata.files.wordpress.com/2009/12/monyet-sulawesi-macaca-tonkeana.jpg
  • http://www.gocelebes.com/

 

 

 

 


6 responses to “Kera hitam (Macaca nigra), si rambut jambul yang endemik”

  1. florencia says:

    Semoga dengan adanya peringatan dari IUCN Redlist yang memasukkan kera hitam Sulawesi dalam daftar status konservasi Critically Endangered dan dari CITES yang memasukkan kera hitam sebagai Apendix II serta adanya peraturan pemerintah tentang perlindungan kera hitam dapat membuat masyarakat Indonesia sadar akan status kepunahan yang mengancam kera hitam, sehingga masyarakat Indonesia dapat segera berrindak untuk mengusahakan pelestarian satwa unik ini agar tidak benar-benar punah.

  2. Leni Budhi Alim says:

    sayang sekali hal ini bisa terjadi, hal ini menunjukkan bahwa primata Indonesia semakin menurun. Seharusnya, dengan jumlah pejantan dengan betina 1:3 peluang untuk menambah keturunan tinggi, namun dengan tingginya juga perburuan liar yang ada sungguh miris bahwa Macaca nigra masuk ke dalam zona krisis. Semoga pemerintah Indonesia sadar dan melaksakan konservasi spesies ini dengan maksimal agar tidak punah.

  3. stefanicynara1983 says:

    wah, info menarik ni soal kera hitam dengan bokong eksotisnya,saya mau bertanya nih, kira-kira, kera hitam ini masa kawinnya kapan ya? terus taunya dia masa kawin bagaimana? dalam satu tahun katakanlah, hewan ini masa kawinnya berapa kali? terus kalau pas masa kawin dia menggokkan bokongnya gitu? atau ada ritual lain mungkin? makasih infonya sungguh menarik…

  4. Elviena says:

    sangat disayangkan primata hitam eksotis ini masuk dalam kategori Critically Endangered (kritis). semoga langkah2 konservasi untuk menyelamatkan primata ini lebih giat dilaksanakan, akan lebih baik pula apabila dikaji secara molekuler. semoga generasi penerus kita pun dapat melihat hewan – hewan tersebut (y)

  5. elviena says:

    sangat disayangkan satwa hitam eksotis ini hampir punah 🙁 semoga upaya-upaya konservasi semakin giat dilakukan, lebih baik lagi apalagi ditambah dengan kajian molekuler 🙂

  6. alanpeter says:

    Sekilas mirip dengan bonobo. Hahaha. Info yang menarik semoga keberadaannya dapat terus dipertahankan. Nice blog !

    Visit saya punyaaa http://blogs.uajy.ac.id/alanpeter/2014/09/08/cendrawasih-merah-antara-kultur-eksploitasi-dan-konservasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php