A Bridge

Aplikasi Teknologi Molekuler Pada Pengembangan Hewan Ternak

Posted: May 8th 2014

Pendahuluan

Produksi hewan ternak secara global yang meningkat seiringĀ  perkembangan jaman memerlukan berbagai ilmu terapan yang dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas hewan ternak tersebut termasuk di dalamnya ilmu Biologi Molekuler. Tentu banyak orang bertanya-tanya, bagaimana produktivitas hewan ternak dapat ditingkatkan dengan penerapan ilmu biologi molekuler, karena selama ini masyaratkat awam termasuk saya menyangka bahwa produktivitas hewan ternak biasanya ditingkatkan dengan cara konvensional melalui perkawinan dengan indukan yang unggul dengan kombinasi pemberian pakan yang optimal.20130409swasembada-sapi

Kenyataan bahwa kajian ilmu biologi molekuler mampu diterapkan dalam peningkatan produktivitas hasil peternakan berangkat dari ide mengenai keberadaan sekuen DNA pada sejumlah genom suatu hewan memiliki data yang dapat mendukung persilangan hewan dalam program seleksi indukan yang dilakukan yaitu dengan melihat parameter kualitas daging maupun produksi susu serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hal ini akan didukung melalui penerapan teknologi yang memungkinkan diagnosis penyakit yang lebih sensitif, pengembangan vaksin jenis baru melalui sekuen data genom hewan tersebut. Penggunaaan bioteknologi yang diaplikasikan pada hewan ternak dapat meningkatkan pendekatan yang lebih efektif dalam sifat perkembangbiakan dan penyakit ternak. Aspek yang perlu diperhatikan adalah dalam efektivitas reproduksi, peningkatan resistensi terhadap penyakit, penelitian berbasis nano molekul dan teknik diagnosis yang lebih teliti, serta peningkatan produksi vaksin dengan system transport efektif. Penggunaan bioteknologi DNA pada binatang dapat berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan control penyakit, sehingga pada akhirnya menstimulasi produksi pangan dan berakibat pada harga jual ternak yang lebih tinggi.

Pendekatan Bioteknologi Molekuler Dalam Meningkatkan Hasil Ternak

Genetika adalah ilmu mengenai hereditas, ilmu yang menjelaskan mengenai kemiripan maupun perbedaan dari berbagai organisme. Riset dalam bidang genetika mengungkapkan bahwa warisan kompleks pada sifat ternak secara kuantitatif dipengaruhi oleh berbagai gen maupun faktor di alam. Kromosom memiliki suatu lokus dimana terdapat gen yang mempengaruhi sifat kuantitatif yang disebut Quantitative Trait Locus (QTL). Beberapa lokus ini dapat diidentifikasi dan dipetakan pada kromosom spesifik sehingga dapat dibuat model organism seperti melihat seberapa besar hasil daging serta kecepatan pertumbuhan pada babi maupun produksi susu pada sapi. Fenotip pada ternak yang sering dilihat adalah potensi berbiak, percepatan kedewasaan, dan atribut lain yang berkaitan dengan produksi suatu komoditas. Perkembangan teknologi molekuler dapat mempersingkat masa berbiak dengan penerapan variasi Assisted Reproductive Technologies (ART) yang dikombinasikan dengan pendekatan bioteknologi dapat meningkatkan kecepatan pembiakan.

Pendekatan molekuler dalam pembiakan hasil ternak yaitu dapat dilihat pada aplikasi pemetaan QTL. Pemetaan ini berfungsi dalam identifikasi gen yang memiliki sifat tertentu, misalnya produksi dagimg, susu, maupun resistensi terhadap penyakit sehingga member pemahaman lebih baik dalam fungsi fisiologi dan biokimia yang berasosiasi dengan sifat gen ternak tersebut. Genetika molekuler digunakan dalam penanda molekuler untuk menunjukkan polimorfisme pada level DNA dan meningkatkan apikasi pada studi genetic binatang yang membantu dalam pembiakan maupun seleksi. Penanda mikrosatelit DNA digunakan sebagai aplikasi yang sederhana dalam hal tersebut dimana memanfaatkan PCR dan elektroforesa. Analisis digunakan dalam deteksi polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) amat popular dalam analisis DNA sekumpulan populasi hewan dalam sekali eksperimen. Pemetaan genom yang telah selesai pada ayam, sapi, babi, dan domba dapat membuka peluang pada penelitian lanjutan demi peningkatan produktivitas komoditas tersebut dimasa depan.

Saat ini LIPI sedang mengupayakan teknologi molekuler dalam pengembangan komoditas unggul ternak khususnya sapi untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri sehingga menurunkan angka impor daging sapi Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tautan berikut:

http://www.antaranews.com/berita/380014/peneliti-teknologi-molekuler-bisa-atasi-kelangkaan-daging

Sumber:

Lew, Ala E., Tabor. 2008. Molecular Biotechnology: Application In Livestock Systems. BIOTECHNOLOGY Vol. II.1-8.

Montaldo, H.H., Herrera, C.A. 1998. Use of Molecular Markers and Major Genes In the Genetic Improvement of Livestock. Electronic Journal of Biotechnology. Vol.1. No.2(1-7).


6 responses to “Aplikasi Teknologi Molekuler Pada Pengembangan Hewan Ternak”

  1. radewi says:

    ilmu molekuler memang luar biasa. semoga terus berkembang, terimakasih infonya

  2. Yudhistira says:

    Betul banget Sar,ini peluang buat mahasiswa prodi Biologi terutama yang akan berkecimpung di industri pengembangan peternakan maupun riset hewan / tumbuhan.:D

  3. gittadiana says:

    This is the molecular era!
    Yang berkecimpung di industri peternakan, at least musti baca ini nih, buat kenalan sama molekuler.. yuhuu~

  4. agungprayogo says:

    informasi yg sangat menarik, terutama dlm industri peternakan trnyata msh memiliki kaitan yg sangat erat dgn molekuler..lanjutkan..forza

  5. Yudhistira says:

    @Gittadiana betull, jangan sampai sapi aja impor mulu

  6. Yudhistira says:

    Hehehe siap bro Agung..forza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php