A Biological Journey

ANDA DILARANG BERTANYA!

Posted: June 3rd 2013

Judul yang cukup menantang (?) Tapi percaya atau tidak, hal ini benar-benar terjadi di sekitar kita. Penulis sendiri kerap mengalami hal ini. Seringkali pada aktifitas belajar mengajar moderen di kampus, diterapkan metode diskusi yang sebenarnya cukup efektif untuk mendapatkan informasi baru, namun apa jadinya jika kita dilarang bertanya? Seringkali sebuah presentasi sepi, dalam konteks ini tidak ada yang bertanya, Hal ini seringkali menimbulkan pertanyaan, Apakah topiknya tidak menarik, atau justru, terjadi sebuah konspirasi antar mahasiswa yang tidak ingin ditanya saat sedang presentasi, jadi apakah bertanya merupakan suatu karma (?) Nah, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi penulis, apa penyebab konspirasi ini terjadi? Bahkan suatu ketika pernah ada presentator yang menjawab pertanyaan dengan nada tinggi atau marah, hal apa yang menyebabkan hal tersebut? apakah ia tidak mau ditanya? Sebenarnya hal ini menjadi sebuah rantai pertanyaan panjang, apa penyebabnya? Mungkin presentator tidak menguasai materi presentasi nya, sehingga ia tidak ingin ditanya.\ Sebuah teguran … Read more


Blog, Epidemik yang Akut atau Kronis?

Posted: May 27th 2013

Blog! Blakangan ini FTB dikejutkan dengan Blog, semua orang jadi mendadak blog, dan kini FTB mulai go blog. Namun yang menggelitik bagi saya adalah pertanyaan yang muncul setelah “Epidemik” ini terjadi. Akankah ini menjadi Akut, atau Kronis? Kembali ke latar belakang pembuatan dan penulisan blog di FTB kali ini yang diawali oleh pemberian tugas, hampir semua mahasiswa, terutama angkatan 2010, berlomba-lomba untuk menulis blog (?), dan mengemis demi sebuah komentar. Mungkin tujuan awal tugas penulisan blog adalah meningkatkan niat baca dan tulis mahasiswa, namun apakah ini langkah yang tepat? akankah mahasiswa melanjutkan aktifitas menulis setelah ini? Menurut pengamatan penulis selama ini blog di Indonesia bukan merupakan sebuah sosial media yang begitu aktif, sering kali memang tulisan di baca, namun, tanpa ada apresiasi dari pembaca. Jadi memang meskipun masyarakat suka membaca, tetap saja membuat blog  semakin lama semakin mati. Blog sebenarnya mengandung banyak pengetahuan dan buah pikir dari orang yang luar … Read more


Just Random Knowledge

Posted: May 27th 2013

     


Another Anecdote Of Evolution

Posted: May 27th 2013

\


PEMULIAAN TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN MOLECULER MARKER

Posted: May 27th 2013

Keragaman genetika sangat penting dan merupakan modal bagi ahli pemuliaan tanaman dan genetika populasi untuk pengembangan dan perbaikan tanaman. Populasi tanaman dapat diamati fenotipe tanamannya (pengamatan morfologis) dan penggunaan penanda (marker) tertentu. Menurut Herreroet et al., (1996) menyatakan penanda adalah karakter yang dapat diturunkan yang berasosiasi dengan genotipe tertentu. Pada pemuliaan tanaman ini, saya mengangkat tema pemuliaaan tanaman kelapa sawit, karena sektor industri kelapa sawit di Indonesia semakin pesat perkembangannya. Produksi minyak kelapa sawit terus meningkat sampai menyamai minyak kedelai sebagai pemasok utama minyak nabati. Program pemuliaan tanaman yang panjang ini ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan seleksi, metode screening DNA atau teknologi transgenik untuk meningkatkan produktivitas CPO kelapa sawit. Penggunaan moleculer marker akan menghasilkan produk minyak tinggi disertai terjadinya kombinasi perubahan profil asam lemak. Faktor-faktor pemulia tanaman bergantung pada pemilihan karakter agronomi. Karakter agronomi dapat dilihat secara visual dengan identifikasi misalnya tinggi, warna bunga atau ketahanan terhadap serangan jamur sehingga … Read more


MARI MENGENAL PCR 

Posted: May 27th 2013

  Perkembangan Teknologi Molekuler udah sampe ke teknik perbanyakan DNA atau yang biasa biolog sebut dengan PCR. Secara detail, apa sih PCR itu? Nah, PCR yang kepanjangannya adalah Polymerase Chain Reaction merupakan teknik penting dalam teknologi molekuler. Teknik ini bertujuan untuk memperbanyak DNA secara in vitro dalam suatu reaksi termal. Alat yang dipakai adalah thermo cycler. Kenapa penting? Metode PCR udah berperan banyak dalam pengembangan bidang teknologi molekuler khususnya di bidang genetika. Beberapa aplikasi metode PCR diantaranya human genome project, diagnosis penyakit genetik, analisis filogenetik dan lain-lain. Maka dari itu, sesuai dengan mata kuliah Teknologi Molekuler yang ada di perkuliahan, kita akan bahas tentang praktikum teknik PCR sebagai modal awal sebelum mengaplikasikannya dalam bidang genetika yang lainnya.. Yuhh cekidot 😀   Sebelum diamplifikasi dengan thermo cycler, DNA sampel harus diekstraksi dulu. Nah, setelah itu barulah di terapkan PCR-nya, dengan tahapan sebagai berikut :   1) Denaturasi à Selama proses ini, DNA … Read more


Ekstraksi DNA itu MUDAH…

Posted: May 27th 2013

DNA seperti yang kita ketahui adalah bahan material genetik yang tersimpan di dalam sel. Untuk melakukan ekstraksi DNA, hal pertama yang diperlukan adalah semua bahan yang mengandung DNA. Bahan yang mengandung DNA dapat kita ambil dari materi yang ada disekitar kita seperti bayam, brokoli, hati ayam, strawberi, kiwi, dll. Bahan lain yang perlu disiapkan adalah blender, larutan garam dan larutan sabun. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah menghancurkan materi tersebut dengan menggunakan blender dengan dicampur larutan garam (NaCl) dan larutan detergen. Mungkin akan muncul pertanyaan mengapa perlu larutan garam dan larutan detergen? Apa fungsinya? Blender ini dapat menghancurkan jaringan dan sel secara mekanik, sedangkan larutan garam (dapat dibuat dengan melarutkan 1/8 sendok teh garam dalam 200 ml air) dapat digunakan untuk melisiskan sel karena lingkungan yang hipertonis. Tentu kita pernah mendengar terminologi plasmolisis dan krenasi ketika mengikuti pelajaran biologi di SMA, yaitu peristiwa keluarnya air dari dalam sel karena lingkungan … Read more


TRANSGENIK MIKROINJEKSI : BIOTEKNOLOGI REPRODUKSI IKAN DI MASA DEPAN

Posted: May 27th 2013

  Tolok ukur keberhasilan suatu usaha budidaya ikan secara bioteknis umumnya adalah produksi ikan dengan pertumbuhan yang cepat, efisien dalam pemanfaatan pakan dan kelangsungan hidup tinggi.  Target produksi dapat berupa jumlah ikan yang dihasilkan (menghitung tingkat kelangsungan hidupnya) khususnya untuk kegiatan pembenihan dan dapat pula berupa bobot yang dihasilkan (menghitung biomassa) pada kegiatan pembesaran. Setiap spesies ikan mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda-beda. Perbedaan pertumbuhan ini dapat tercermin, baik dalam laju pertumbuhannya maupun potensi tumbuh dari ikan tersebut.  Perbedaan kemampuan tumbuh ikan pada dasarnya disebabkan oleh perbedaan faktor genetik.  Untuk mencapai target produksi perikanan maksimal, berbagai upaya telah dilakukan.  Salah satunya adalah dengan meningkatkan laju pertumbuhan ikan yang dapat mempersingkat periode produksi.  Selama ini metode yang umum digunakan untuk memperbaiki laju pertumbuhan ikan adalah selective breeding, yaitu dengan menggunakan induk yang terpilih secara cermat kemudian diseleksi pada setiap generasi yang berkualitas tinggi atau seleksi dalam satu famili.  Namun metode ini memerlukan waktu … Read more


ELEKTROFORESIS GEL AGAROSE

Posted: May 26th 2013

Elektroforesis DNA merupakan teknik untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya. Molekul DNA bermuatan negatif sehingga di dalam medan listrik akan bermigrasi melalui matriks gel menuju kutub positif (anode). Makin besar ukuran molekulnya, makin rendah laju migrasinya. Berat molekul suatu fragmen DNA dapat diperkirakan dengan membandingkan laju migrasinya dengan laju migrasi fragmen-fragmen molekul DNA standar yang telah diketahui ukurannya. Visualisasi DNA selanjutnya dilakukan di bawah paparan sinar ultraviolet setelah terlebih dahulu gel direndam di dalam larutan etidium bromid. Gel yang biasa digunakan adalah agarosa. Gel agarosa adalah suatu polisakarida yang diekstraksi dari berbagai jenis ganggang merah, atau poliakrilamid yang mampu melakukan separasi DNA dengan kisaran ukuran yang luas. Dengan gel agarosa dapat dilakukan pemisahan sampel DNA dengan ukuran dari beberapa ratus hingga 20.000 pasang basa (pb). Elekroforesis gel agarosa digunakan untuk memisahkan fragmen DNA yang antara 100bp-50 kb tergantung dari konsentrasi gel agarose yang … Read more


Polymerase Chain Reaction

Posted: May 26th 2013

Polymerase Chain Reaction, atau yang biasa disebut PCR adalah metode untuk amplifikasi atau memperbanyak potongan DNA secara in vitro pada daerah spesifik yang dibatasi oleh dua buah primer oligonukleotida. Teknik ini mampu memperbanyak sebuah urutan 105-106 kali lipat dari jumlah nanogram dari DNA template. Proses ini mirip dengan proses replikasi DNA secara in vivo yang bersifat semi konservatif. PCR ini dapat digunakan untuk amplifikasi urutan nukleotida, menentukan kondisi urutan nukleotida suatu DNA yang mengalami mutasi, pada bidang kedokteran forensik, serta melacak asal-usul seseorang dengan membandingkan “finger print”. Ada 3 tahapan utama dari PCR, yaitu denaturasi, annealing atau penempelan primer, dan elongasi atau pemanjangan primer. Pada tahap denaturasi, DNA untai ganda akan membuka menjadi dua untai tunggal dengan bantuan suhu denaturasi yang cukup tinggi, yaitu 90oC – 95oC selama 1-2 menit. Pada tahap penempelan primer, ikatan hidrogen akan terbentuk antara primer dengan urutan komplemen pada template. Proses ini biasanya dilakukan pada … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php