konservasi pangan

Lamalera dan Ikan Paus

Posted: June 17th 2013

Lamalera merupakan salah satu daerah yang terletak di pulau lembata, Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar masyarakat Lamalera bermata pencaharian sebagai nelayan. Berbicara tentang Lamalera rasanya kurang afdol kalau melewatkan salah satu ritual unik yang ada di daerah tersebut. Ya, di Lamalera ada ritual penangkapan ikan paus. Ritual penangkapan ikan paus ini tergabung dalam Musim Tangkap Ikan yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober. Musim Tangkap Ikan ini akan didahului dengan Perayaan Ekaristi dan upacara adat yang dilakukan pada tanggal 1 Mei. Setelah itu, masih pada tanggal yang sama, dua buah perahu milik Tuan Tanah lebih dahulu turun ke laut sebagai pembuka jalan untuk nelayan yang lain. Pada tanggal 2 Mei, perahu dari nelayan yang lain baru ikut turun ke laut untuk mencari ikan. Dalam satu perahu yang dalam bahasa daerah disebut Pledang, terdiri dari seorang juru tikam atau Lamafa dan seorang juru mudi. Lamafa haruslah seseorang yang lincah dan lihai … Read more


Politik Pangan Indonesia: Ketahanan Pangan Berbasis Kedaulatan dan Kemandirian

Posted: May 28th 2013

Oleh : Prof. Dr. Jusuf, Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Politik Pangan merupakan komitmen pemerintah yang ditujukan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berbasis Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Pangan. Kedaulatan Pangan mencerminkan hak menentukan kebijakan secara mandiri, menjamin hak atas pangan bagi rakyat, dan memberi hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem usaha sesuai dengan potensi sumber daya dalam negeri. Sedangkan Kemandirian Pangan merupakan wujud kemampuan negara memproduksi pangan di dalam negeri secara bermartabat. Terwujudnya ketahanan pangan hanyalah ultimate goal, karena sejatinya pencapaian akhir yang diharapkan dari kondisi tersebut adalah ketahanan nasional yang tangguh. Politik Pangan ini penting ditegaskan kembali karena pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang paling dasar, sehingga semua bangsa berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan seluruh warga negaranya dan menyimpan sebagian untuk cadangan pangan nasional. Indonesia memerlukan politik pangan berbasis kedaulatan dan kemandiran pangan didasarkan atas pertimbangan kondisi lingkungan internal dan eksternal serta analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan … Read more


TEKNOLOGI MOLEKULER REVOLUSIONER HEMAT WAKTU

Posted: May 27th 2013

Masih ingat ekstraksi DNA? Ingat tahapan kerja dan reagen untuk mengekstraksi DNA yang begitu panjang dan susah diingat? Bagaimana dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ekstraksi DNA? Mungkin beberapa dari kalian yang membaca tulisan ini masih ingat meskipun ada beberapa bagian yang  terlupakan secara sengaja atau tidak sengaja. Ekstraksi DNA yang kita lakukan dengan metode PCE saat praktikum mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama dan kita harus tetap melihat tahapan kerjanya agar tidak terjadi kesalahan metode. Pertanyaan saya selanjutnya adalah “Apakah mungkin kita melakukan Ekstraksi DNA dalam TIGA MENIT, 180 detik saja?”. Para teknisi dari University of Washington (UW) dan NanoFacture, sebuah perusahaan yang menghasilkan teknologi diagnostik secara cepat, telah membuat suatu alat yang mampu mengekstraksi DNA manusia dari sampel cair dengan lebih mudah, efisien, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan metode-metode konvensional seperti metode PCE yang disebutkan sebelumnya. Alat ini akan memudahkan rumah sakit dan laboratorium riset untuk memisahkan DNA … Read more


Elektroforesis Gel…Pilih Gel Agarosa atau Gel Poliakrilamid?

Posted: May 27th 2013

Elektroforesis merupakan salah satu ilmu terapan di bidang teknologi molekuler untuk memisahkan DNA, RNA, atau protein dari molekul-molekul lainnya dalam suatu medan listrik. Proses elektroforesis tersebut memerlukan gel (agar) sebagai medium untuk pemisahan DNA, RNA, atau protein. Umumnya dikenal dua jenis gel dalam elektroforesis gel yaitu agarosa dan poliakrilamida. Pemilihan diantara kedua jenis gel tersebut akan mempengaruhi berhasil tidaknya fragmen molekul biologi yang terbentuk sehingga haruslah diketahui karakterisitk gel yang digunakan dan sampel yang akan dianalisis. Oleh sebab itu untuk tujuan pemisahan molekul, dibutuhkan pertimbangan pemilihan gel karena gel agarosa dan gel poliakrilamid masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Elektroforesis gel agarosa dijadikan sebagai metode standar untuk memisahkan, mengidentifikasi dan memurnikan fragmen DNA atau RNA. Gel agarosa memiliki resolusi yang lebih rendah daripada gel poliakrilamid, akan tetapi gel ini dapat memisahkan DNA yang berukuran sampai puluhan kilo pasang basa. Elektroforesis gel agarosa dapat memisahkan fragmen DNA dan RNA yang berukuran lebih … Read more


Green Fluorescent Protein (GFP)

Posted: May 27th 2013

Pernahkah Anda membayangkan jika suatu saat tanaman di depan rumah anda jika malah hari mengeluarkan cahaya sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran listrik Anda? Pernahkah membayangkan jika tanaman peneduh jalan bisa berperan ganda? Siang sebagai peneduh dan malam hari sebagai penerangan jalan? Hal tersebut mungkin terjadi karena adanya green flurescent protein yang dikode oleh fragmen DNA dari ubur-ubur, bakteri, jamur, ikan, serangga, alga, dan cumi-cumi yang memancarkan cahaya. Organisme bercahaya sebagai sumber lux gen ini telah ditemukan di laut, air tawar, dan habitat darat, dengan bakteri yang paling luas dan berlimpah organisme bercahaya di alam. Pancaran cahaya yang terlihat dalam organisme hidup tersebut disebabkan oleh oksidasi senyawa organik (luciferins) dengan katalis enzim (luciferase). Reaksi luminescence bakteri, yang dikatalisis oleh luciferase, melibatkan oksidasi aldehida alifatik rantai panjang dan menggunakan flavin mononukleotida (FMNH2) dengan pembebasan kelebihan energi bebas dalam bentuk cahaya biru-hijau dengan panjang gelombang 490nm: FMNH2 + RCHO + O2 —-> FMN … Read more


Teknologi Marka Molekuler pada Tanaman

Posted: May 27th 2013

Dewasa ini, ilmu pengetahuan telah berkembang sangat pesat. Sejak tahun 1980an telah dikembangkan teknologi molekuler berbasis DNA. Marka molekuler dapat diartikan sebagai upaya untuk membedakan karakteristik tanaman pada tingkat gen. Penggunaan utama dari marka molekuler adalah untuk memonitor variasi susunan DNA di dalam dan pada sejumlah spesies, serta merekayasa  sumber baru variasi genetik dengan mengintroduksi karakter-karakter yang baik. Pemilihan marka molekuler yang akan digunakan dalam analisis genetik perlu mempertimbangkan tujuan yang diinginkan, sumber dana yang dimiliki, fasilitas yang tersedia serta kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe marka. Langkah awal pelaksanaan marka molekuler adalah mengambil bagian tanaman, biasanya berasal dari daun muda. Kemudian diisolasi DNA-nya dan dicari bagian yang bertanggung jawab terhadap karakter unggul pada tanaman. Biasanya DNA yang diisolasi kemudian akan dihubungkan dengan bank data genetika, untuk mengidentifikasi gen dan menduga karakter yang diekspresikan. Melalui marka molekuler maka kepemilikan varietas akan diperkuat dengan identitas tanamannya secara spesifik dalam bentuk gambar atau … Read more


Indonesia: Tanah Surga yang Dilanda Krisis Pangan

Posted: May 21st 2013

“Orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman..” Teman-teman pasti tidak asing membaca kalimat di atas. Kalimat tersebut adalah penggalan dari lirik lagu Kolam Susu yang dipopulerkan oleh Koes Plus. Lagu ini menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah sehingga masyarakat Indonesia hidup dengan tentram dan damai tanpa kekurangan suatu apapun. Sumber daya alam yang melimpah di negara kita tercinta ini diperoleh karena letak wilayah yang strategis, dengan iklim tropis yang memungkinkan radiasi matahari diterima sepanjang tahun. Suhu di Indonesia yang sangat optimal, baik bagi pertumbuhan tanaman. Hampir segala jenis tanaman yang berada di belahan dunia lain, dapat tumbuh di tanah Indonesia. Namun, pengelolaan sumber daya alam Indonesia saat ini mengalami krisis, khususnya pada bidang pertanian pangan. Produktivitas pertanian pangan Indonesia menjadi rendah akibat sempitnya lahan untuk pertanian tanaman pangan. Hal ini disebabkan karena konversi lahan sawah untuk penggunaan lain dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. … Read more


Jenis Tanaman Pangan di Indonesia

Posted: May 14th 2013

Indonesia adalah negara agraris. Di Indonesia, tumbuh berbagai jenis tanaman pangan. Walaupun saat ini banyak sekali tanaman pangan yang diekspor, tetapi dulunya Indonesia pernah dikenal sebagai negara swasembada pangan. Hampir seluruh rakyat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya. Oleh karena itu, sebagian besar tanaman pangan yang ditanam di Indonesia adalah padi. Daerah lumbung padi di Indonesia sebagian besar adalah di pulau Jawa, Bali dan Sumatra. Walaupun sebagian besar beras diekspor dari negara lain, tetapi ketiga pulau inilah yang menyumbang konsumsi beras nasional. Selain padi, makanan pokok lainnya adalah sagu, singkong, jagung serta ubi. Tanaman pangan yang sering ditemui sehari-hari dan ditanam di pekarangan rumah adalah sayur-sayuran dan buah-buahan, yang dapat diolah menjadi masakan. Ada juga beberapa tanaman dapat langsung dimakan tanpa harus dimasak. Di Jawa Barat, sebagian besar masyarakatnya biasa memakan sayuran mentah yang dijadikan lalapan dan sebagian besar dari sayuran tersebut diambil dari kebun mereka sendiri. Jenis tanaman pangan … Read more


Hello world!

Posted: May 8th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php