byumiko

Monthly Archives: September 2015


Oh, No!!! Si Buas Penghuni Hutan Sumatera Terancam Punah!

Posted: September 10th 2015

Siapa yang tidak kenal si buas penghuni hutan Sumatera, ya Panthera tigris sumatrae atau biasa disebut harimau Sumatera. Harimau Sumatera adalah salah satu satwa khas Pulau Sumatera yang memiliki banyak keunikan.  Bila dibandingkan dengan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini harimau sumatera memiliki tubuh yang paling kecil. Warna kulit si buas khas Sumatera ini juga yang paling gelap dibandingkan harimau lainnya, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.  Pola hitam yang dominan menyelimuti tubuh harimau Sumatera dengan tekstur belang yang tipis. Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg. Hewan ini sering dijuluki si “Kucing Air” karena pandai berenang karena adanya selaput yang terdapat di sela-sela jari kakinya. Selain itu, si buas khas Sumatera ini merupakan hewan yang dapat menyesuaikan diri dengan segala kondisi. … Read more


Mikrosatelit, Si Penanda Genetik

Posted: September 1st 2015

Hai para omnivora dan sebagian herbivora!!! Semoga artikel berikut cukup ringan untuk dicamil dan mengenyangkan kelaparan akan rasa ingin tahu kalian. Selamat membaca! Semakin pesatnya perkembangan zaman tentu saja akan berdampak pada perubahan keadaan lingkungan tempat hidup kita. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh manusia tetapi juga oleh tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Satu kata delapan huruf: Adaptasi. Benar saja dengan adanya perubahan lingkungan memaksa makhluk hidup harus dapat beradaptasi untuk mempertahankan kehidupannya. Tak jarang hasil dari proses adaptasi tersebut  akan bermunculan semakin banyak spesies baru. Nah, jika spesies-spesies tersebut hanya diamati secara kasat mata melalui penampilan luarnya saja atau secara biologi disebut  morfologis terkadang kita  akan sulit untuk menemukan perbedaan antara tetuanya dengan spesies variasinya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman sudah ditemukan teknologi yang dapat memecahkan masalah tersebut. Di mana hal tersebut dapat kita kaji secara molekuler. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah marka molekuler  atau mikrosatelit. Nah, apa itu mikrosatelit? Marka … Read more



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php