Biotechnology

Indah Pada Pandangan Pertama_Gerakan 3L (Lihat, Lindungi, Lakukan)

Posted: December 4th 2015

Apakah yang terlintas pada benak kita saat melihat makhluk ciptaan Tuhan ini ?

Ya ! Indah adalah kata yang pasti terucap dari bibir kita. Namun, apakah saudara semua tahu ? Merak (merak hijau) merupakan salah satu spesies di Indonesia yang memiliki status “Rentan” dalam status IUCN. Kata “Rentan” menunjukkan bahwa cepat atau lambat merak hijau dapat mengalami kepunahan.

Merak1

Menurut jurnal yang saya baca mengenai konservasi hewan langka di Indonesia, burung merak hijau yang memiliki nama latin Pavo muticus L. tersebut merupakan salah satu hewan langka Indonesia yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Burung merak adalah hewan yang memiliki habitat di daerah dataran rendah yang berupa savana. Jarak bertengger burung merak adalah 4-25 m. Bunga, buah, rumput , dan tumbuhan bawah adalah sumber makanan bagi burung merak. Keindahan bulunya yang menjadi daya tarik makhluk indah ini.

Langka ? lalu punah ? Hilang ? tidak ada lagi ? Ya! Bisa jadi kita tidak akan melihat kembali keberadaan burung merak hijau di muka bumi ini. Kenapa ? Perilaku yang keliru, seperti memburu burung merak untuk diambil bulunya atau tindakan lain yang semakin mengancam keberadaan burung merak hijau akan semakin mendorong tingkat kepunahan dari burung merak hijau.

Apakah yang harus kita lakukan ??? Konservasi ? Sudah, Taman Nasional Baluran adalah salah satu contoh Taman Nasional yang mengkonservasi burung merak hijau. Perlu dilakukan cara lain ??? Menurut saya, biologi konservasi adalah jawaban yang tepat untuk kasus ini.

Biologi konservasi memadukan ilmu biologi dan ekologi menjadi satu. Konservasi yang direncanakan bukan hanya melihat dari aspek biologi, namun juga dari aspek ekologi mengenai bagaimana kondisi lingkungan konservasi yang cocok untuk menghasilkan program konservasi yang luar biasa.

Gerakan 3L adalah suatu judul dari “Personal Action Plan” saya. Konservasi merak yang baik, indah, dan luar biasa ingin saya ciptakan dan usahakan untuk tetap melihat burung merak hijau tetap hidup dan tidak punah. 3 L, yaitu Lihat, Lindungi, Lakukan. “Lihatlah kondisi tingkat resiko kepunahan burung merak hijau di tahun 2015 ini !”, sekarang apa yang harus kita lakukan ?? “Ya! Lindungi burung merak hijau ini !” Apakah bisa kita yang hanya berstatus masyarakat biasa melakukannya ??? “Ya! Jangan takut! Caranya mudah untuk melindungi burung merak hijau ini, LAKUKAN ! Lakukan tindakan yang terpuji dan bermoral terhadap burung merak hijau!”

Rencana yang ingin saya lakukan adalah saya akan melakukan penyeruan gerakan 3L ke semua kota di Indonesia, dapat saya mulai dari mempromosikan gerakan 3L pada seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Saya bergabung pada “Grup Mahasiswa-Mahasiswi Se-Indonesia”, melalui grup tersebut saya bisa mempromosikan gerakan 3L. Selain itu saya juga akan menjangkau SMP dan SMA semua pulau, langkah awal saya mulai dari Pulau Jawa.

Aksi nyata yang telah saya buat adalah saya telah mendesign lahan/tempat konservasi burung merak hijau yang baik. Berikut adalah sketsa lokasi konsevasi tersebut :

D1

Tempat konservasi tersebut adalah replika alam liar yang sengaja saya ciptakan di dalam sebuah bangunan tempat konservasi. Bagian luar maupun dalam bangunan tetap saya kondisikan layaknya alam. Atap bangunan dan tembok/dinding bangunan ini akan saya buat dari kaca yang anti pecah dan intensitas serapan cahaya matahari yang sedang agar tidak memicu/mempercepat “Global Warming”. Selain itu, ventilasi tetap saya buat pada dinding dan atap. Kondisi di dalam bangunan tetap saya rekayasa seperti alam liar, sehingga burung merak hijau merasa tetap berada pada habitat alaminya. Kondisi burung merak yang nyaman dan sehat, dapat dilakukannya perkembangbiakan, semakin bertambahnya keturunan dari burung merak hijau menjadi tujuan utama saya. Sehingga melalui rencana konservasi yang saya buat, burung merak hijau dapat terselamatkan dari resiko kepunahan.

Rancangan kondisi bangunan/tempat konservasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

D3

Selain itu, saya juga akan mencoba menghubungi pihak pengelola Taman Nasional Baluran untuk dapat sharing dan bekerjasama dalam hal konservasi burung merak hijau. Langkah besar yang menjadi impian saya adalah saya dapat bekerja sama dengan WWF untuk melindungi burung indah ini. Penggalangan dana dapat saya lakukan dengan mencari sponsor kepada badan-badan/organisasi yang berkaitan dengan konservasi hewan langka di Indonesia maupun Luar Negeri. Selain itu, saya akan memproduksi kaos yang bertuliskan “Save Peacock” with 3L !! dan saya jual dengan harga yang cukup ekonomis (harga masih dalam tahap perencanaan), sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Secara tidak langsung melalui kaos tersebut saya sudah menyuarakan gerakan 3L ke masyarakat luas, diharapkan aksi kampanye ini dapat memotivasi semua orang untuk menyelamatkan burung merak hijau dari kepunahan, dengan fokus masyarakat yang mulai terarah pada konservasi burung merak diharapkan pula masyarakat sadar untuk menjaga segala makhluk hidup di dunia ini supaya tidak mengalami kepunahan.

Keterangan : “Personal Action Plan” ini direncanakan dalam rentang waktu 3-5 tahun kedepan.

Cintai Tuhanmu, sesamamu, dan alam-mu ! 🙂

Untuk melihat macam-macam foto yang menggambarkan keindahan burung merak hijau, anda dapat mengunjungi : https://www.instagram.com/p/-2mfUQHpel

Anda tertarik dengan rencana konservasi ini ?? Anda dapat menghubungi saya melalui e-mail : ayu.23tiya@gmail.com

Salam Cinta Kasih !!! 🙂

Sumber Tulisan : Sawitri, R. dan Takandjandji, M. 2011. Populasi Burung Merak Hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) Di Ekosistem Savana, Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 8(1):13-24.


11 responses to “Indah Pada Pandangan Pertama_Gerakan 3L (Lihat, Lindungi, Lakukan)”

  1. ayutiya95 says:

    Ketika anda membaca, anda berpikir, dan apabila anda ingin berdiskusi…mari komen di bawah ini 🙂

  2. Agustina Apriyanti Dwilestari says:

    tulisanya cukup menarik,, bisa ditingkatkan lagi.. dan baik pula jika dijadikan contoh untuk yang lain..good job,, 🙂

  3. Natalia Cinthya Deby says:

    simple but sure… keren ada sketsanya pula jadi lebih tergambar kaya apa jadinya.. Semoga dengan artikel2 kaya gini anak2 muda lebih sadar buat mulai mengkonservasi kekayaan alam di sekitarnya..

    Semoga berhasil..

  4. Clara Cynthia says:

    Nice article ! Ketika kamu berada di alam, jangan ambil apapun selain foto dan jangan bunuh apapun selain waktumu. Mari menghargai dan menghormati segala ciptaan Tuhan

  5. Dayin Fauzi says:

    “That’s very awesome about your personal action, information who you are explained simple and very intersting”.

    I hope the information presented can arouse the students or the public related to the importance of maintaining the natural wealth of Indonesia, for example, about the flora and fauna are endangered. More importantly, how can we awaken and change the mindset of the importance of preserving the natural Indonesia with a simple action.

    Thank You 🙂

  6. dayinfauzi says:

    That’s very awesome about your personal action, information who you are explained simple and interesting.

    Hopefully with the information many students and even people become aware of the importance of conserving Indonesia’s natural “flora and fauna are endangered, and I hope personally planned action is not limited to the flora or fauna at risk only. One thing that is very important to be implanted in a person is how one is to position itself as an important component in the ecology that played a role in the survival and sustainable nature conservation.

  7. ayutiya95 says:

    Thanks for your comment, ya saya setuju dengan Clara jangan pernah kita mengeksploitasi makhluk ciptaan Tuhan 🙂
    For Dayin, thankyou for your comment… Yes, from my article I hope that I can influence and invite
    many people to do a conservation action which can save many species (flora or fauna) in the world, especially Green Peafowl 🙂

  8. Cindy Natalia says:

    Terima kasih Ayu Tiya atas informasi yang diberikan. Tulisan disajikan dengan menarik. Sayang sekali apabila generasi mendatang tidak dapat melihat keindahan spesies ini. Semoga semakin banyak yang tertarik untuk ikut aksi ini.

    • ayutiya95 says:

      Thanks Cindy, iya semoga semakin banyak generasi muda yang mau “melek” untuk melihat dan menyadari kondisi flora/fauna dan alam di era sekarang ini, sehingga mereka mau mengambil aksi nyata supaya tingkat kepunahan dapat dikurangi.

  9. laurensianachandrika10 says:

    wah rencana aksi yang sederhana namun berarti….good job ayu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php