Biotechnology

Penganten ??? Burung ??

Posted: September 6th 2015

“Penganten”

         Burung merupakan salah satu makhluk hidup yang sudah umum dikenal oleh manusia. Keindahan suara dan bulunya merupakan hal yang menjadi fokus utama mengapa banyak jenis burung dicari dan dipelihara. Namun, apakah pernah terbersit di pikiran anda, bahwa masih banyak burung yang diburu secara liar, sehingga spesiesnya pun terancam punah.

Pada era sekarang ini, fokus manusia hanya terbatas pada anggapan bahwa “masih banyak burung yang bebas di udara”…. “Masih banyak manusia yang mau memelihara”. Namun, pada kenyataannya masih  banyak  sekali spesies burung yang terancam punah.

Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai salah satu burung khas dari kota Surakarta, yaitu burung punai penganten atau yang disebut burung punai manten. Nama latin dari burung punai penganten adalah Treron griseicauda. Punai Penganten merupakan jenis dari famili Columbidae.

download

Ciri-ciri dari burung Punai penganten adalah :

  1. Berukuran sedang, yaitu berkisar 25 cm.
  2. Warna dahi abu-abu kebiruan, kulit tidak berbulu disekitar mata berwarna hijau (ada yang kuning). Penutup sayap, bahu, dan punggung bagian atas hijau (betina) serta merah tua (jantan), bulu sayap primer kehitaman dengan tepi kuning terang, terdapat bercak jingga pada pundak.
  3. Tubuh bagian bawah dan punggung bagian bawah umumnya hijau.
  4. Makanan utamanya adalah buah-buahan dan biji-bijian.

Keunikan dari burung punai penganten adalah jenis burung ini selalu pergi bersama dengan pasangannya. Burung punai betina dan jantan selalu ditemukan bersama layaknya “manten”. Manten (Bahasa Jawa) memiliki arti yaitu pengantin atau pasangan suami istri. Apabila anda menemukan burung punai penganten jantan, maka tidak jauh dari situ anda akan menemukan burung punai penganten betina. Itulah salah satu keunikan dari burung punai penganten.

         Menurut IUCN, Kategori Status Konservasi dalam IUCN Redlist meliputi Extinct (EX) : punah, Extinct in the Wild (EW) : punah di alam liar, Critically Endangered (CR) : kritis, Endangered (EN) : genting atau terancam,Vulnerable (VU) : rentan, Near Threatened (NT) : hampir terancam, Least Concern (LC) :  berisiko rendah, Data Deficient (DD) :  informasi kurang, dan Not Evaluated (NE) : belum dievaluasi.

Burung punai penganten tergolong dalam status LC (Least Concern) yaitu berisiko rendah. Least Concern adalah kategori IUCN yang diberikan untuk spesies terancam (masih dalam resiko rendah) yang telah dievaluasi namun tidak masuk ke dalam kategori manapun. Dalam IUCN Redlist tercatat 17.535 hewan dan 1.488 tumbuhan yang terancam.

Burung punai penganten ini umum dikenal khas menghuni kota Surakarta. Burung punai penganten menjadi simbol khas dari kota Surakarta. Namun, setelah saya membaca status kepunahannya, burung ini tergolong terancam punah namun masih dalam kategori rendah. Hal tersebut didukung dengan adanya hasil pengamatan yang menyatakan bahwa burung punai penganten sekarang lebih banyak ditemukan di provinsi Jawa Barat. Menurut sumber yang saya baca, burung punai penganten sekarang banyak menghuni kampus IPB Darmaga, Bogor. Para mahasiswa IPB yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Fakultas Kehutanan IPB menemukan burung dengan jenis burung punai penganten di kampus IPB Darmaga.

Hasil monitoring tersebut menunjukkan bahwa burung punai penganten mulai berpindah lokasi dari Jawa Tengah menuju Jawa Barat. Hal tersebut memungkinkan jumlah spesies burung punai penganten di Jawa Barat menjadi lebih banyak dibandingkan dengan spesies di Jawa Tengah.

download (1)

Menurut mahasiswa Himakova IPB, kampus IPB menjadi habitat yang lebih cocok untuk hidup para burung punai penganten. Hal tersebut dikarenakan kampus IPB Darmaga memiliki banyak pohon hijau yang cocok sebagai tempat tinggal burung punai penganten. Burung punai penganten dapat hidup dengan baik di pohon beringin. Faktor-faktor tersebut semakin mendukung status dari burung punai penganten. Semakin hilangnya burung punai penganten dari wilayah Jawa Tengah membuktikan bahwa status kepunahannya yang cukup rendah, namun memang memungkinkan burung ini akan punah apabila pada habitatnya yang baru burung ini tidak dijaga dengan baik.

Faktor utama yang dapat mengancam kepunahan burung punai penganten adalah habitat. Kecocokan habitat akan semakin mempertahankan kelestarian burung tersebut, namun ketidaksesuaian habitat akan semakin memperbesar kemungkinan punahnya burung punai penganten. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan konservasi dalam level sederhana. Penanaman pohon yang sesuai untuk tempat tinggal burung punai penganten dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mempertahankan keaslian habitat dari burung punai penganten.

Untuk menambah wawasan anda mengenai burung punai penganten, anda dapat membuka link berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=xF4pmaxpP-4

https://www.youtube.com/watch?v=CbBPX7U5boY

 

Terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca tulisan sederhana ini. Tetap semangat, tetap perluas pengetahuan anda. Para kawan pembaca dapat membubuhkan komentar di bawah artikel ini, sehingga semakin banyak hal yang dapat kita diskusikan. Terimakasih…

Tuhan memberkati 🙂

 

 

 


13 responses to “Penganten ??? Burung ??”

  1. Ranti says:

    ternyata hanya dengan perpindahan tempat juga termasuk ancaman pengurangan jumlah populasi ya. ini kembali lagi dengan masyarakat sekitar yang tidak terlalu baik dalam melestarikan habitat asalnya.

  2. lince says:

    so sweet bgt burung ini, semoga semakin banyak penanaman pohon sesuai dgn tempat tinggalnya sehingga populasinya dapat meningkat,thanks for information.

  3. Ryan Febri says:

    habitat yang berkurang perlu dijadikan sebagai prioritas untuk melestarikan satwa ini… menarik…

  4. Eunike Priscilla Tanio says:

    Penganten adalan nama yang sangat baik unik untuk seekor burung. Burung ini sangat menyukai pepohonan hijau yang rindang. Selain itu, jumlah populasinya di Jawa Tengah juga makin menurun. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa populasi burung ini akan semakin menurun apabila habitatnya sendiri makin sedikit.

  5. Natalia Cinthya Deby says:

    Burung ini punya famili yang sama seperti tekukur,, yaitu Columbidae,,

    aku penasaran sih,, apakah sebenarnya burung ini aslinya adalah burung merakyat seperti Tekukur atau hanya tempat tertentu???

    Seandainya memang benar ini burung merakyat, mungkin pemeliharaan perseorangan sebenarnya bisa membantu pelestarian juga kan ya.. hehe

  6. Yani Evami says:

    Info yang menarik sekali, semoga burung ini dapat terus dilestarikan. Saya memiliki pertanyaan, apakah ada hal lain yang menjadi faktor penyebab kepunahan burung punai penganten ini selain masalah dengan habitatnya?

  7. Ayu Tiya Rima says:

    @Debby : Menurut sumber yang saya baca, burung punai penganten juga dapat digolongkan sebagai burung merpati. Burung ini persebarannya masih liar, jarang dipelihara oleh masyarakat umum. Misalnya saja, di pasar burung Surakarta saya masih jarang melihat burung ini dipasaran. Sebenarnya bisa saja pemeliharaan pribadi dijadikan sebagai salah satu solusi pelestarian. Namun, harus diingat kembali bahwa habitat yang paling sesuai untuk burung ini adalah habitat aslinya yaitu pepohonan yang hijau dan dapat menghasilkan buah/biji.

  8. Ayu Tiya Rima says:

    @Yani : berdasarkan artikel, hasil monitoring mengenai burung punai penganten yang saya baca, sejauh ini memang kesesuaian habitatlah yang menjadi faktor utama penyebab kepunahan dari burung punai penganten ini. Namun, setelah saya melihat beberapa video mengenai burung punai penganten, memang burung ini dapat mengalami ancaman yang berupa perburuan. Sehingga, perburuan dapat menjadi faktor baru yang dapat pula menyebabkan kepunahan burung punai penganten.

  9. Satu famili juga dengan burung perkutut, habitat seperti apa yang dimaksud sesuai untuk burung penganten?

  10. septiapuspit says:

    wah ternyata terhitung sulit ya untuk melestarikan hewan satu ini. tapi kita dapat membantu dalam menjaga habitatnya agar tetap lestari dan burung penganten ini juga tetap ada di habitat yang sesuai dan tidak menjadi punah

  11. Theresia Destri says:

    Walaupun burung punai penantin ini masih tergolong beresiko rendah, tapi jangan sampai burung ini menjadi terancam punah akibat penangkapan liar atau karena alamnya yang dirusak oleh manusia.

  12. Maka dari itu habitat harus tetap dijaga yess!!!

  13. ayutiya95 says:

    Yup… memang habitat spesies hewan apapun harus tetap dijaga dan pelihara…. @Catherine Pamela : habitat yang cocok untuk burung punai penganten adalah pepohonan yang dapat menghasilkan buah dan biji… itu habitat alaminya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php