suraduhitayu

COCC in Action

Posted: December 5th 2015

COCC

NOW OR NEVER!!!!!!

index

COCC??? Apa ya??

 

Hai pembaca melanjutkan postingan saya beberapa pekan lalu yang bertemakan “ Wow Kepiting Bali Critically Endangered “ nah kali ini saya akan mengulas mengenai tindakan apa yang akan saya lakukan untuk menyelamatkan si kepiting bali (Karstama balicum) yang makin lama makin punah,karena mengingat belum adanya tindakan nyata dari PEMDA setempat untuk mengatasi hal ini.

 

Sebelum itu, saya akan mengulas sedikit mengenai Karstama balicum

Karstama balicum adalah kepiting goa yang berasal dari gua Giri di pantai timur dari Nusa Penida Bali pada ketinggian 34 m dpl. Mendiami gua  yang  panjangnya sekitar 276 m. Habitatnya berada di lantai berlumpur dan dinding yang lebih rendah dari gua.

Klasifikasi :

Kingdom Phylum Class Order Family
ANIMALIA ARTHROPODA MALACOSTRACA DECAPODA SESARMIDAE

Memiliki tubuh yang gelap serta kedua capit berwarna merah seringkali membuat kepiting ini sulit dilihat oleh mangsanya karena terkesan menyatu dengan dinding gua.

Kepiting endemik Bali ini memiliki ciri morfologi kaki yang unik dari spesies kepiting kebanyakan yakni memiliki kaki yang relatif panjang sebagai adaptasi morfologi  untuk tinggal di dalam gua.

Karena hanya ditemukan beberapa saja didalam gua maka Oleh IUCN (2015),  spesies ini dikategorikan sebagai kepiting yang terancam punah.

Seringkali rasanya yang enak membuat kepiting sering dicari, namun beda halnya dengan kepiting ini, Karstama balicum memiliki daging yang sedikit dan kabarnya kurang enak rasanya apabila dimakan. Ya…kepiting ini bukan punah karena dikonsumsi oleh masyarakat umum namun 2 poin utama yang menyebabkan kepiting ini tergolong punah yakni habitat yang terusik dan pemanfaatan sebagai sarana rohani..

Lalu???

Menanggapi keberadaan kepiting yang jumlahnya sangat memprihatinkan dan tergolong Critically Endangered , sebagai mahasiswa terdapat beberapa tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kepiting goa ini, saya pribadi akan mengupayakan dan mencoba menggagas terbentuknya suatu komunitas peduli akan kepiting goa dari Bali ini khususnya namun tak menutup kemungkinan untyuk konservasi kepiting dengan spesies lain, komunitas ini saya COCC (Care on Crab Community) yang dapat direalisasikan dengan tindakan seperti :

  1. COCC akan menghubungi PEMDA setempat untuk menjelaskan bahwa keberadaan kepiting ini dalam status hampir punah, dengan demikian PEMDA diharapkan membantu dalam hal fasilitas, misal biaya penangkaran dll
  2. COCC akan bekerja sama dengan pengelola kawasan untuk menangkar dan merawat kepiting ini misalnya membuat tanda batas antara ekosistemnya dengan kontak langsung manusia (misal: dipagar) , dengan begitu wisatawan yang berkunjung tidak seenaknya saja mengambil.
  3. COCC akan mengupayakan penangkaran yang bekerja sama dengan pengelola setempat khususnya serta PEMDA Bali , karena salah satu fungsi kepiting ini ialah sebagai sarana pemujaan.
  4. COCC in action yaitu kegiatan penyuluhan/informasi kepada siswa-siswi SMA serta mahasiswa-mahasiswi khususnya se pulau Bali , hal ini bertujuan memberikan informasi atau semacam penyuluhan bahwa kepiting dengan jenis Karstama balicum ini merupakan kepiting endemik pulau Dewata yang terancam punah dan bagaimana cara untuk melestarikannya, dengan penyuluhan kepada sesama pelajar diharapkan mereka akan bergabung kedalam Komunitas COCC dan membantu untuk melesatrikan kepiting goa dari Bali ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang awam pun ingin bergabung.
  5. COCC akan bekerja sama dengan pengelola kawasan untuk membuat tata tertib dan penegasan tata tertib misalnya jika wisatawan ingin memasuki goa dilarang mengusik keberadaan kepiting, apabila terbukti mengganggu maka sanksi akan diberlakukan.
  6. COCC akan memantau kondisi goa setiap minggunya, karena pembangunan infrastruktur seperti tangga, trotoar, tempat duduk serta adanya lampu elektrik yang merusak bagian bawah dinding goa, maka sebaiknya tidak perlu dilakukan lagi pembangunan infrastruktur dan tetap upayakan goa dengan kondisi sealami mungkin

 

 

Nah, pembaca setelah kalian mengetahui apa itu COCC dan agenda apa saja yang akan COCC lakukan…so…bagi kamu-kamu yang peduli akan hal ini… Ayo wujudkan dalam tindakan yang nyata! bantu lestarikan kepiting goa dengan cara gabung bersama kami 🙂

Come and join us !!!!!

COCC menunggu dan menantang anda!!!

referensi :

Whitten, T. & Ng Kee Lin, P. 2015. Karstama balicum. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.2. www.iucnredlist.org.

Davie, P.J.F. and Ng, P.K.L. 2007. A new genus for cave-dwelling crabs previously assigned to Sesarmoides (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Sesarmidae). Raffles Bulletin of Zoology, Supplement 16: 227-231.

Ng, P.K,.L. 2002. New species of caverniculous crabs of the genus Sesarmoides from the Western Pacific, with a key to the genus (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Sesarmidae). Raffles Bulletin of Zoology 50(2): 419-435.

Ng, P.K.L. and Whitten, A.J. 1995. On a new cave-dwelling Sesarmoides (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Grapsidae) from Nusa Penida, Bali, Indonesia. Tropical Biodiversity 2: 369-376.

 

 

 


27 responses to “COCC in Action”

  1. Ide yang bagus untuk memulai suatu komunitas yang peduli terhadap keberadaan kepiting Bali. Saya harap komunitas dapat berkembang!!!

  2. valleryathalia says:

    kepiting ini tergolong punah karena pemanfaatannya sebagai sarana rohani? wah sulit juga itu ya, apakah sudah ada alternatif lain utk keperluan rohani tsb?

    saya berharap, semoga action plan kamu dapat direalisasikan dengan baik, agar keanekaan kepiting di Indonesia tetap terjaga, semangat! xoxo, A

  3. Rahel Frida says:

    Langkah awal yang baik…semoga COCC terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam habitat kepiting Bali tsb, dan mulai ke tahap yang lebih besar lagi, yakni konservasi habitat kepiting-kepiting lainnya di Indonesia =)

  4. Yani Evami says:

    Rencana yang menarik. Semoga dengan adanya komunitas dapat mempermudah dalam pengkonservasian kepiting Bali ini. Semangat!Semoga dapat terealisasi segera.

  5. Angelina Cynthia Dewi says:

    Wah ini rencana konservasi kepiting Bali yang sangat menarik, bahkan sampai mendirikan suatu komunitas. Semoga dapat terealisasi dengan baik ke depannya, terus semangatttt!! 😀

  6. Cindy Natalia says:

    Terimakasih ayu atas informasi yang diberikan. Nama yang diberikan unik sekali untuk aksi ini. Saya berharap aksi ini dapat terlaksana dan mendapat banyak dukungan. Saya mengusulkan untuk menyebarluaskan informasi ini melalui sosial media dengan poster-poster yang disajikan dengan menarik untuk menarik para kaum muda untuk tertarik mengikuti atau terlibat dalam aksi ini.

  7. Natalia Rizki Prabaningtyas says:

    hewannya kecil dan ga banyak orang sadar kalo keberadaannya semkain punah. semoga dengan tulisan banyak masyarakat sadar dan semakin giat melakukan kegiatan koservasi bersama komunitas ini yuu 🙂 nice!

  8. Bayu Sri Kunjono says:

    rencana yang bagus untuk konsevasi kepiting yang baik semua pihak yang bersangkutan terlibat tidak hanya orang tertentu tetapi pemerintah daerah ikut serta.

  9. destri says:

    Tulisan yang sangat informatif. Semoga kegiatan yang direncanakan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Saya juga mau untuk ikut serta dalam perlindungan kepiting tersebut. serta alangkah baiknya bila populasinya sudah meningkat diadakan penangkaran khusus untuk dikonsumsi atau untuk dijadikas sesajen 🙂

  10. etti14 says:

    semoga COCC terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam habitat kepiting Bali ini. semoga rencana ayu dapat berjalan kedepannya demi kelestarian kepiting ini, Semanagat!!

  11. Fenny Liliani says:

    Informasi yang sangat menarik, rencana yang telah anda susun juga sistematis dan runtut. Semoga dapat terealisasi dengan baik yaa ..

  12. vicarioabsalom03 says:

    Sangat membantu untuk menambah wawasan mengenai konservasi dari spesies ini dan untuk upaya membentuk komunitas tersebut semoga dapat terealisasikan sehingga spesies ini tetap aman dan lestari. tetap semangat (y)

  13. fennylc says:

    Informasi yang sangat menarik. Rencana yang anda susun sudah sistematis. sudah selayknya kita memperhatikan spesies ini,apalagi seringnya masyarakat menganggap bahwa rata-rata spesies kepiting adalah makanan. jelas hal ini akan semakin memberi dampak buruh terhadap keberadaan spesies ini

  14. desykadang says:

    Agenda yang bagus ayu untuk mengkonservasi spesies yagn tergolong Critically Endangered., semoga bisa terlaksana semuanya terutama untuk agenda no 4 dan 5 (menurut sya) 😀

  15. Ranti says:

    membangun komunitas adalah ide yang sangat bagus! apalagi kamu telah menjelaskan sistematik apa yang akan komunitas lakukan. Teruslah berjuang ya ayu. semoga komunitas ini juga kelak dapat diakui dunia sehingga manfaatnya dapat sangat terasa. amiin..

  16. garvin says:

    Terus berjuang ya ayu.. semoga dapat bermanffaat

  17. alphonsusyospy says:

    rencana aksi yang briliant yu.. terus berjuang untuk keberhasilan aksi ini karena yang jelas ini tidak mudah.. harus banyak membangun relasi dengan pihak-pihak terkait agar mendapat dukungan yang kuat dan tentunya dibarengi dengan kesdaran masyarakat betapa pentingnya aksi konservasi ini… semangat..

  18. septiapuspit says:

    gabung dong gabung sama COCC-nya. dengan program yang sangat bermanfaat pasti banyak yang ingin ikut terlibat. lancarkan cara pemasaran yang baik agar makin banyak relawan yang membantu.SEMANGAT!!!!!!

  19. marshalino says:

    wah saya sangat tertantang sekali setelah mengetahui informasi ini… semoga semua pihak dapat memiliki jiwa konservasi..

  20. Elsa Rian Stevani S says:

    Langkah konservasi awal yang sudah baik dengan membentuk komunitas COCC, semoga bisa menjadi awal untuk terus melindungi hewan – hewan kecil seperti kepiting Bali yang mungkin bagi kebanyakan orang awam tidak tahu kalau spesies tersebut hampir punah dan mengambil seenaknya karena penampilan yang bagus. Seharusnya memang harus menjalin kerjasama dengan pemerintah dan pengelola kawasan setempat mengingat bahwa spesies tersebut juga sering digunakan dalam pemujaan sehingga populasi dapat dikontrol dan tidak punah.

  21. Langlang Angkasa A. says:

    Bagus ini informasinya. Semoga kepitingnya tetap lestari dan selamat. Agar tidak senasib seperti bunga di Gunung Kidul kemarin. Good job

  22. Hyo Yoshi Panggalih says:

    Langkah yang bagus untuk melestarikan spesies kepiting ini. Saya mau tanya, kepiting di alam adalah konsumen tingkat rendah di alam. Dimana dia pasti memiliki predator atau pemangsa alaminya. Mungkinkah upaya pelestarian ini akan mempengaruhi rantai makanan yang ada ?

  23. ayusuraduhita says:

    TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN ATAS DUKUNGANNYA, YANG INGIN BERGABUNG SILAKAN HUBUNGI SAYA…LALU PENYEBAB UTAMA YANG SUDAH SAYA PAPARKAN DIATAS KARENA TERGANGGUNYA HABITAT SERTA SARANA PEMUJAAN ROHANI..OLEH AKRENA ITU PENANGKARAN ADALAH JALAN SATU SATUNYA..

  24. nicolauslibriesta says:

    lanjutan!! sangat kreatif saya akan mendukung sepenuhnya jika progam ini sudah berjalan

  25. felisita1414 says:

    aksi yang sangat menarik, mengingat kepiting bali merupaan fauna khas indonesia yang perlu dilestarikan dan memiliki banyak manfaat..
    semoga rencana ini dapat benar benar terlaksana sehingga keberadaan kepiting bali akan terus dapat anak cucu kita lihat.. 🙂

  26. hermantochen says:

    Sayangnya tidak dihadirkan foto si kepiting eksotis ini 🙁
    tapi hal yang miris karena kepunahan disebabkan oleh habitat yang rusak diusik manusia serta alibi yang digunakan sebagai media religius,, apakah benar hal ini? Semoga saja tidak, jangan seperti penyu yang diburu dengan alasan religius juga tetapi digunakan sebagai sumber makanan 🙁

    Semoga Plan Mbak Suraduhita dapat tercapai dan Kepiting endemik ini tidak Punah 😀
    Semangat terus Mbak Suraduhita~

  27. ayusuraduhita says:

    TERIMAKASIH SEBELUMNYA MAS HERMANTO……..FOTO SUDAH SAYA SUGUHKAN DIAWAL, KARENA AMAT SANGAT SULIT UNTUK MENCARI FOTO ASLI, FOTO INI SAYA AMBIL DARI IUCN..SETAU SAYA YUYU/KEPITING DIGUNAKAN DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI BALI SEBAGAI SIMBOL/ISYARAT UNTUK MEMILIKI KETURUNAN.KEPITING INI TIDAK DIMAKAN KARENA UKURANNYA YANG KECIL LALU KABARNYA YANG KURANG ENAK JIKA DIMAKAN..

Leave a Reply to Elsa Rian Stevani S Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php