suraduhitayu

Wow Kepiting Bali Critically Endangered!

Posted: September 7th 2015

Gambar 1. Olahan Kepiting(saus tiram)

Apa yang terlintas dibenak anda ketika mendengar kata kepiting??? laper?? makan? enak? mahal? Ya mungkin kebanyakan dari kita berpikir demikian. Tapi beda halnya dengan kepiting yang satu ini.. Yess kepiting asli dari pulau dewata ini ato nama latinnya Karstama balicum. Mengapa???? Kepiting ini terancam punah loh .  Kok bisa?? Yuk mari  Simak penuturan saya 🙂

Gambar 2. Karstama balicum

Spesies kepiting  ini berasal dari gua Giri di pantai timur dari Nusa Penida Bali pada ketinggian 34 m dpl. Mendiami gua  yang  panjangnya sekitar 276 m. Habitatnya berada di lantai berlumpur dan dinding yang lebih rendah dari gua.

Klasifikasi :

Kingdom Phylum Class Order Family
ANIMALIA ARTHROPODA MALACOSTRACA DECAPODA SESARMIDAE

 

Memiliki tubuh yang gelap serta kedua capit berwarna merah seringkali membuat kepiting ini sulit dilihat oleh mangsanya karena terkesan menyatu dengan dinding gua.

Kepiting endemik Bali ini memiliki ciri morfologi kaki yang unik dari spesies kepiting kebanyakan yakni memiliki kaki yang relatif panjang sebagai adaptasi morfologi  untuk tinggal di dalam gua.

Karena hanya ditemukan beberapa saja didalam gua maka Oleh IUCN (2015),  spesies ini dikategorikan sebagai kepiting yang terancam punah.

Hal ini disebabkan karena adanya ancaman utama  yakni meningkatnya penggunaan gua oleh peziarah yang datang,  entah untuk wisata maupun melakukan persembahyangan. Oleh karenanya habitat si kepiting ini jadi terusik. Selain itu, adanya dugaan pemanfaatan untuk kepentingan spiritual (sesaji) yang dilakukan.

Meskipun statusnya terancam punah tetapi belum ada kegiatan konservasi khusus untuk menanganinya. Sebaiknya tindakan yang  dilakukan adalah kerjasama dari pihak berwenang pura untuk  dilakukan  pemantauan jumlah kepiting serta habitatnya dan segera lakukan penangkaran atau konservasi dengan pemerintah daerah Provinsi Bali agar spesies ini tidak punah.. sehingga kita semua masih bisa melihat kepiting ini jika berkunjung ke Nusa Penida, Bali. Sekian 🙂

referensi :

Whitten, T. & Ng Kee Lin, P. 2015. Karstama balicum. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.2. www.iucnredlist.org.

Davie, P.J.F. and Ng, P.K.L. 2007. A new genus for cave-dwelling crabs previously assigned to Sesarmoides (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Sesarmidae). Raffles Bulletin of Zoology, Supplement 16: 227-231.

Ng, P.K,.L. 2002. New species of caverniculous crabs of the genus Sesarmoides from the Western Pacific, with a key to the genus (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Sesarmidae). Raffles Bulletin of Zoology 50(2): 419-435.

Ng, P.K.L. and Whitten, A.J. 1995. On a new cave-dwelling Sesarmoides (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Grapsidae) from Nusa Penida, Bali, Indonesia. Tropical Biodiversity 2: 369-376.

 

 


35 responses to “Wow Kepiting Bali Critically Endangered!”

  1. fennylc says:

    Informasi yang menarik. Jarang sekali diketahui oleh orang awam bahwa kepiting yang merupakan salah satu makanan hasil laut yang sering dinikmati, ternyata ada salah satu spesiesnya yang berada dalam kondisi terancam punah. Saran dari saya, ada baiknya ditambahkan lebih banyak informasi lagi mengenai spesies ini, karena dirasa terlalu singkat 🙂

  2. Angelina Cynthia Dewi says:

    Artikelnya menarik, mungkin tidak banyak orang yang tahu jika di Pulau Bali terdapat spesies kepiting ini. Sebagai saran, sebaiknya didirikan suatu penangkaran khusus untuk kepiting ini. Namun, jika memang penangkaran tersebut tidak cocok, sebaiknya dilakukan pengawasan khusus di gua-gua tempat tinggalnya

  3. yovita95 says:

    info yang menarik tentang kepiting yang ad di Bali ini… sayangnya foto kepiting kurang tampak jelas..
    Warga Bali sendiri apakah yang sering sembayang di gua tersebut. apakah tidak melakukan suatu tindakan untuk menjaga kepiting tersebut tetap hidup (tidak punah)? trima kasih =)

  4. Eunike Priscilla Tanio says:

    Kepiting Bali memang sangat jarang didengar, dan ternyata habitatanya di Gua. Gua habitat si kepiting itu sendiri ternyata seringkali digunakan sebagai penunjang aktivitas agama. Sementara itu, kepiting itu sendiri juga seringkali dijadikan sebagai sesajen dalam upacara adat. Artikel ini sangat baik dan dapat memberikan informasi terhadap kelangkaan kepiting Bali saat ini.

  5. Natalia Cinthya Deby says:

    cukup menarik,,,

    Mungkin seandainya mulai dari pemerintah lokal menanggapi serius hal ini, kepiting ini bisa lebih dikonservasi baik secara ex situ maupun in situ yang menjelaskan apakah kepiting ini bisa dikembangbiakan di luar Bali..

    trims..

  6. laurensianachandrika10 says:

    wah…perlu dilakukan sosialisasi oleh pemerintah daerah secara mendalam dengan masyarakat sekitar untuk menjaga populasi kepiting bali ini…save kepiting Bali 🙂

  7. Kalau rasanya? Cukup sama dengan kepiting pada umumnya? Kalau cukup banyak dan enak untuk dikonsumsi mungkin bisa diternakkan, selain dikembangbiakan juga faktor ekonomi 😀

  8. septiapuspit says:

    nah setelah membaca boleh saya tau lebih banyak soal siklus reproduksinya berapa lama ya kira2? mungkin atau tidak kalau siklus reproduksi yang terlalu singkat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepunahan?

  9. Krisna Dewantara says:

    Baru tau kalo kepiting ini terancam punah, memang di Bali yang diutamakan adalah kepentingan pariwisatanya, sedangkan hal lain dipandang sebelah mata. Sangat diperlukan upaya konservasi dari berbagai pihak terutama pemerintah agar spesies ini tidak punah

  10. agustinuscandra says:

    Sebagai pecinta alam yang sering menyusuri gunung maupun gua, sebaiknya bukan hanya mencari keindahan yang berujung kepada pengambilan spesies yang unik. Namun lebih tepatnya para pecinta alam tersebut lebih dapat menjaga keunikan dari indonesia sendiri.

  11. destri says:

    Sungguh miris yaa setelah membacanya. Kepiting yang sering tersaji sebagai makanan di piring kita ternyata terancam punah, terutama kepiting asli Bali tersebut. Semoga usaha konservasi untuk melindungi dan menjaga keberadaan kepiting ini dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kepiting asli Bali ini menjadi punah. dengan penangkaran, jumlah kepiting Bali jadi banyak sehingga harga kepiting dapat murah 🙂

  12. ayusuraduhita says:

    Memang seharusnya pihak pemerintah memperhatikan akan hal ini… hal utama yang menjadikan terancam punah adalah justru bukannya dari internal tapi dari eksternal misalnya untuk kegiatan keagamaan ..

  13. Rahel Frida says:

    Saya juga sedang meneliti tentang kelangsungan hidup kepiting ini, kepiting goa umunnya bertubuh kecil, sehingga jarang dikonsumsi.Se;ain itu, kepiting goa bisa jadi mengandung senyawa kimia yang ‘asing; dari dalam goa, sehingga apabila dikonsumsi, dikhawatirkan senyawa kimia tersebut dapat ikut tertelan (mungkin bisa dijadikan topik penelitian, mengenai bahan pangan dari kepiting ini) =)

  14. Campaka Sandipuspa says:

    Terimaksih untuk informasi yang diberikan sehingga bisa lebih mengenal fauna yang jarang ditemui di Indonesia. Tetapi kenapa kepiting jenis ini yang digunakan untuk kepentingan spritual bukan kepiting jenis lain? dan mengapa habitat kepiting ini dapat terusik karena kegiatan wisata maupun kegiatan persembahyangan? semoga pemerintah lebih tegas dan masyarakat sekitar juga lebih peduli akan kelestarian kepiting ini setelah membaca informasi ini yaaa

    • ayusuraduhita says:

      karena salah satunya untuk kepentingan agama dan dilakukan di goa tsb, maka kemungkinan yang diambil hanya dari goa itu..

  15. Orta Yudhistira says:

    Apakah tidak ada ancaman lain selain terusik oleh turis ataupun warga yg datang di goa tempat tinggal kepiting tersebut? Dan jika memang karena diusik oleh manusia sendiri apakah ada hukum yg melindungi keberlangsungan hidup kepiting tersebut? terimakasih

  16. Andreas Onward says:

    Infonya bagus terutama untuk para pencinta kuliner seafood yang harus lebih tau mengenai informasi tentang hewan yang dia konsumsi tersebut.
    Bagaimana caranya kita sebagai mahasiswa sebagai garda terdepan untuk menghindari punahnya kepiting tersebut? Jika kita menunggu gerakan pemerintah mungkin kepiting tersebut akan hilang untuk selamanya.

    • ayusuraduhita says:

      Terimakasih Onward..Sebagai mahasiswa mungkin sebaiknya hal konkrit yang dilakukan adalah menyarankan pihak pura dan pemerintah agar dapat bekerja sama melakukan konservasi untuk si kepiting tersebut..

  17. felisita1414 says:

    Tulisan yang menarik untuk dibaca dan menambah pengetahuan saya tentang kepiting bali. Semoga segera dapat ditemukan metode atau cara yang tetap untuk melestarikan kepiting bali ini, mengingat banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya kepiting bali mulai dari dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang tinggi gizi, untuk mempertahankan ekosistem dihabitat alaminya, dan lain-lain. Terimakasih informasinya 🙂

  18. Vicario Absalom Abbas says:

    Informasinya sangat bermanfaat, semoga dengan membaca artikel ini kita jadi lebih sadar akan kelestarian kepiting bali karena telah terancam punah

  19. Andreas Onward says:

    Ada satu hal yang saya ingin tanyakan. Pada saat bertelur biasanya telur yang dihasilkan kepiting banyak. Apakah kepiting bali ini punah akibat telur kepitingnya juga diburu atau memang kepiting ini agak sulit dikembangbiakkan?
    Terima Kasih

  20. vira insani says:

    wajib banget ke Bali sebelum si kepiting punah nih 😀
    btw, itu gambar makanannya kayaknya enak. jadi laper xD

  21. ayusuraduhita says:

    si kepiting ini agak sulit bereproduksi ketika habitatnya terganggu misalnya keramaian seperti itu..

  22. pakaya says:

    Trims infonya ayu.pasti saya share agar lebih banyak yg tau tentang ancaman kepunahan kepiting bali.barangkali bisa diberikan perlindungan khusus dari negara

  23. Elsa Rian Stevani S says:

    Informasi yang sangat menarik dan cukup menambah pengetahuan tentang kepiting bali. Namun selain upaya kerjasama dari pemerintah untuk melakukan konservasi khusus, adakah cara kita sebagai mahasiswa biologi maupun penduduk yang menempati wilayah dekat dengan habitat asli untuk melestarikan hewan tersebut? Terimkasih.

  24. Viera says:

    Spesies ini sangat menarik untuk dibahas karena saya sendiri juga baru tahu ada kepiting di dalam gua dan ternyata sekarang spesies ini terancam punah 🙁 jadi termotivasi juga untuk melindungi spesies dan habitatnya. Goodjob ayu!

  25. vivi says:

    tulisan yang menarik ayu. sebaiknya segera dilakukan konservasi agar kepiting ini tidak punah 😀

  26. ayusuraduhita says:

    terimakasih

  27. Yani Evami says:

    Informasi yang sangat menarik. Semoga akan semakin baik lagi untuk konservasinya, serta dapat didukung oleh berbagai pihak. Saya memiliki pertanyaan, mengapa kepiting ini hanya dapat hidup di beberapa gua saja?apakah ada ciri-ciri/kekhasan dari gua tersebut sehingga kepiting ini dapat tinggal di dalam gua tersebut?

    • ayusuraduhita says:

      Kekhasannya tidak dipaparkan di refrensi yang saya baca tetapi pasti ada, baik suhu, kelembaban, dan sebagainya.
      Kalau kurang jelas ke kamar aku aja y.. 😉

  28. Yani Evami says:

    oke sipp kita kan 1 lantai hehehe

  29. elvinadea says:

    Sebaiknya perlu dilakukan konservasi agar kepiting tidak semakin punah. Harus dilakukan sesegera mungkin dan tidak ditunda-tunda, supaya tidak semakin langka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php