SAMPAN

Tau Lebih, Lebih Tau Tentang Mineral Batu Gamping

Posted: March 1st 2015

Ada yang tau  Batu Gamping? apa yang terlintas tentang Batu Gamping? Bingung kan?

Belum banyak yang tahu bahwa Batu kapur merupakan salah satu bahan galian industri yang sangat besar potensinya dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Batu kapur termasuk jenis bahan galian non logam (Shubri dan Armin, 2014).  Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005).

3787405_lump2

Gambar 1. Batu Kapur (http://suksesagrokampar.indonetwork.co.id)

Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit (CaCO3), yang merupakan mineral metastable karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi kalsit (CaCO3). Mineral lainnya yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur atau dolomit, tetapi dalam jumlah kecil adalah Siderit (FeCO3), ankarerit (Ca2MgFe(CO3)4), dan magnesit (MgCO3) (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005).

 

Potensi batu Kapur/Gamping di Indonesia hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Data secara umum jumlah batu kapur Indonesia mencapai 28,678 milyar ton. Sebagian besar cadangan batu kapur berada di Sumatra Barat dengan jumlah cadangan sekitar 23,23 milyar ton atau hampir 81,02 % dari cadangan keseluruhan di Indonesia (Madiadipoera dkk, 1990). Dari sekian banyak lokasi batu bara di Indonesia, tidak banyak yang sudah dimanfaatkan.

 

Di wilayah Kalimantan, potensi batuan gamping atau batuan kapur ini yang terbesar adalah di provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur (Anonim, a). Cadangan batuan kapur di dua daerah tersebut sangat memungkinkan untuk dikelola dan diolah untuk menjadi sebuah industri. Masih banyaknya sumber tanah gamping yang belum di eksplorasi, terutama di wilayah Indonesia bagian timur membuat kekayaan Indonesia atas bahan tambang galian seperti gamping ini dapat menjadikan sumber devisa bagi Indonesia.

gamping

Gambar 2. Peta Potensi Batu Bara di Indonesia (Anonim, 2005)

Adapun manfaat dari batu gamping adalah sebagai berikut :

  1. Bahan bangunan

Bahan bangunan yang dimaksud adalah kapur yang dipergunakan untuk plester,adukan pasangan bata, pembuatan semen tras ataupun semen merah.

  1. Bahan penstabilan jalan raya

Pemakaian kapur dalam bidang pemantapan fondasi jalan raya termasuk rawa yang dilaluinya. Kapur ini berfungsi untuk mengurangi plastisitas, mengurangi ppenyusutan dan pemuaian fondasi jalan raya

  1. Sebagai pembasmi hama

Sebagai warangan timbal (PbAsO3) dan warangan kalsium (CaAsO3) atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan.

  1. Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian

Ditaburkan guna menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya.

  1. Penjernihan air

Dalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersama-sama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda.

  1. Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian.

Apabila ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya.

  1. Batu Gamping (CaCO3) Sebagai Pupuk Alternatif Penetralisir Keasaman Tanah.

Semua material yang mengandung senyawa Ca dapat digunakan sebagai bahan pengkapuran untuk menetralisir keasaman tanah, yaitu meningkatkan pH tanah yang pada dasarnya menambahkan Ca dan menurunkan Al.

  1. Batu gamping keprus sebagai campuran agregat pada lapis pondasi agregat kelas b.

Bertujuan untuk mengkaji kemungkinan pemakaian batugamping keprus sebagai bahan campuran agregat pada lapis pondasi agregat kelas B.

  1. Batugamping sebagai bahan baku semen.

Batu gamping sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen, dengan eksplorasi yang tidak bijaksana, lambat laun warisan dunia yang unik dan terbentuk ribuan tahun ini akan hilang dan hanya menjadi cerita anak cucu kita kelak, jika kita tidak ikut membantu melestarikannya.

Nggak nyangka, kan? Kalau batu Gamping punya manfaat yang cukup banyak. Namun, disamping itu ada juga permasalahan yang ditimbulkan dari adanya penambangan batu gamping.

Dampak negatif yang umum terjadi akibat penambangan batu kapur diantaranya terbentuknya lereng-lereng terjal yang sangat membahayakan para penambang, polusi udara, banyak lahan terbuka, tanah yang berdebu dan berpasir, galian material yang terserak dimana-mana, lubang-lubang, udara kotor akibat prosesing serta jalan-jalan yang dilintasi para pengangkut tambang jadi cepat rusak akibat kelebihan beban.

Kegiatan penambangan maka vegetasi penutup tanah akan dihilangkan, hal ini akan berpengaruh pada keadaan morfologi daerah tersebut. Selain itu, keadaan udara juga menjadi kotor hal itu disebabkan debu tambang yang dihasilkan dari kegiatan penambangan tersebut mengakibatkan gangguan pada para penambang dan masyarakat sekitar penambangan, seperti timbulnya beberapa jenis penyakit atau gangguan paru-paru (Supardi, 1984).

Menurut Katili (1983), usaha perbaikan lingkungan di dalam pertambangan yaitu:

  1. Perbaikan kembali kondisi lapisan atas tanah sedemikian rupa sehingga tidak mudah tererosi, misalnya dengan penggarapan secara fisik serta penanaman tumbuhan.
  2. Penanaman kembali lahan yang habis ditambang, dilakukan dengan cara mengembalikan tanah penutup atau memindahkan tanah penutup lainnya yang sedang atau harus dikupas ke lahan yang telah selesai yang telah dilakukan tidak diikuti dengan usaha perbaikan tanah, udara, dan kondisi air

Ingat ya, Sumber daya alam kita itu nggak bisa diperbarui, kalaupun ada. itu membutuhkan waktu yang lama. So, manfaatkan sumber daya alam yang ada khususnya di Indonesia secara bijak. Selain memikirkan kepentingan diri sendiri, ada baiknya kita juga memikirkan masa depan anak cucu kita kelak. Agar nantinya mereka juga bisa menikmati sumber daya alam yang ada saat ini.

 

Disusun Oleh :

Christian Bunardi/ 120801235

Inge Octaviani/ 120801252

Maria Stares Axl Bone/ 120801274

Arum Wulan Wijayanti/120801289

Dayin Fauzi/ 120801313

 

REFERENSI


Anonim. 2005. Informasi Mineral  dan Batubara. http://www.tekmira.esdm.go. id/data/ Batuk apur/potensi.asp?xdir=Batukapur&commId=35&comm=Batu%20kapur/gamping. Diakses pada 28 Februari 2015.

Anonim, a. 2011. Potensi Gamoing. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/30/gampang-memanfaatkan-potensi-gamping-di-indonesia-376878.html. Diakses pada 28 Februari 2015.

Katili. 1983. Sumberdaya Alam Untuk Pembangunan Nasional. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Madiadipoera, T., dkk. 1999. Bahan Galian Industri di Indonesia. Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 2005. Ulasan Batu Kapur/Gamping.http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Batukapur/ulasan.asp?xdir=Batukapur&commId=35&comm=Batu%20kapur/gamping. Diakses tanggal 28 Februari 2014.

Shubri, E. dan Armin, I. 2014. Penentuan Kualitas Batu Kapur dari Desa Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota di Laboratorium Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat. Universitas Bung Hatta. Padang.

Supardi. 1984. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Alumni, Bandung.

http://suksesagrokampar.indonetwork.co.id/3787405/batu-kapur-batu-gamping-limestone-calcium-carbonate.htm


6 responses to “Tau Lebih, Lebih Tau Tentang Mineral Batu Gamping”

  1. alfonslie says:

    Pemaparan yang sangat menarik mengenai penambangan batu kapur.Salah satu dampak penambangan tersebut adalah terbentuknya lahan terjal mungkin dapat lebih di eksplorasi mengenai bagaimana penambangan batu kapur yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Terima Kasih.

  2. santha21 says:

    Wahhhh, batu gamping memiliki potensi yang sangat besar dari bidang pertanian hingga bidang bsngunsn. Batu gamping keprus dapat dimanfaatkan sebagai campuran agregat pada lapis pondasi agregat kelas b. Saya ingin menanyakan, bagaimana proses pemanfaatan tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai pelapis pondasi agregat kelas b, thanks

  3. richardkion says:

    batu yang banyak manfaat. pasti masih ada manfaat yang lebih dan jika dimanfaatkan dengan baik pasti dapat meningkatkan ekonomi rakyat. namun ego manusia harus ditekan dengan peraturan yang mengikat sehingga tidak terjadi eksploitasi yang berlebihan.

  4. Maya Narita says:

    good, ini salah satu mineral yang sebenarnya dekat dengan kita tapi mungkin banyak yang menyalahgunakan seperti kasus karst di Gunung Kidul, bagaimana tanggapan kalian mengenai kasus tersebut? dan Bagaimana sih sebenarnya potensi batu kapur itu sendiri di Yogyakarta? thanks! 🙂

  5. tosy says:

    informasi yang menarik, khususnya pemanfaatan batu gamping sbg bahan disinfektan kandang unggas.
    yang ingin saya tanyakan, senyawa/mineral apa yang terkandung dalam batu gamping sehingga dijadikan sebagai bahan disinfektan kandang unggas?

  6. novia11 says:

    Menarik ya ternyata batu gamping memiliki banyak sekali manfaat, semoga saja para penambang bisa sadar betapa penting nya menjaga batu gamping demi pemanfaatan yang berlanjut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php