SAMPAN

Gerakan 1 Ring Untuk 1 Kehidupan Serak Jawa Yang Lebih Lama

Posted: December 2nd 2014

Barn Owl 1

Cinta tak harus memiliki. Yakin cinta tak harus memiliki ??? Kalu untuk masalah yang satu ini, itu sangat dibenarkan!

Tyto alba, atau Serak Jawa, adalah salah satu burung unik di dunia ini. Sifatnya yang unik, telah menjadikan burung ini menjadi salah satu burung legendaris. Tubuhnya berwarna keputihan, muncul kegelapan malam, terbang dengan senyap, dan suaranya yang menyeramkan. Pantaslah bagi kebanyakan orang, menjuluki mahluk ini sebagai Burung Hantu. Kalu membayangkan burung in terbang malam hari diatas jendela kamar kita pasti sangat cantik atau malah berujung pada rasa “ngeri”.

“Terlepas dari kesan menakutkan terhadap dirinya, burung ini memiliki arti penting bagi lingkungan. Perannya sebagai burung pemangsa puncak, menjadikannya sebagai salah satu komponen keseimbangan dalam rantai makanan. Hilangnya salah satu komponen, akan dapat menggangu kestabilan ekosistem secara keseluruhan”, begitulah  jelas Bapak Baskoro (2005).

Data yang didapat melalui IUCN, Tyto alba berada pada tingkat Least concern.  Pada CITES seluruh jenis suku Tytonidae berada pada Apendix I dimana seluruh jenis hewan maupun tumbuhan pada Apendix I ini berada pada status yang sangat berbahaya dan terancam punah. Semakin maraknya jual beli Serak Jawa yang tidak terkontrol mengakibatkan burung ini berada pada kedaan yang sangat berbahaya. Tidak hanya kasus jual – beli saja, namun kurangnya pendataan dan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan mereka juga merupakan salah satu factor yang mengakibatkan mereka terancam punah.

Barn-owl

Gambar Serak Jawa (www.arkive.org)

Perlu diketahui juga bahwa Serak jawa di Indonesia ditemukan sekitar Jawa, Bali, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan serta Kalimantan Selatan. Dapat kita bayangkan apabila penangkapan dan penjualan Serak Jawa ini dilakukan terus – menerus di seluruh wilayah di Indonesia, maka cepat atau lambat populasi burung ini akan mengalami kepunahan.

Hingga saat ini, penangkaran untuk Serak Jawa di Indonesia masih relative sedikit. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang belum memahami bahwa Serak Jawa sebenarnya dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan. Namun, tidak sedikit juga dari beberapa pihak baik dari pelajar, mahasiswa, dan LSM     yang sudah melakukan bebapa langkah untuk melindungi Serak Jawa. Beberapa kelompok mahasiswa ada yang melakukan “penyitaan” Serak Jawa dari para kolektor untuk dikembalikan ke alam atau untuk diberikan kepada lembaga konservasi.

Gerakan 1 ring untuk 1 kehidupan Serak Jawa merupakan gerakan tagging (penandaan) pada kaki burung Serak Jawa yang ada pada suatu konservasi dan penagkaran. Pemberian ring pada salah 1 kaki Serak Jawa juga bertujuan sebagai pendataan untuk setiap ekor Serak Jawa yang berhasil diselamatkan dari perdagangan maupun para kolektor dan yang berhasil dikembangbiakkan. Ring yang dipasangkan juga tidak sembarangan, ring ini disambungkan dengan satelit sehingga kita mudah mengawasi pergerakkan dari Serak Jawa. Dengan adanya tag pada setiap ekor Serak Jawa maka apabila diperdagangkan dapat diketahui dengan cepat dan dapat dilakukan tindakan yang cepat untuk mencegah perdagangan tersebut.

Ikut dalam suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dibidang konservasi dan pengakaran Serak Jawa sebagai Tyto alba‘s Keeper juga sangat membantu mempercepat konservasi dan penangkaran Serak Jawa yang nantinya akan dilepas liarkan dialam.

Sudah saatnya kita harus peduli terhadap keberlangsungan hidup dari Serak Jawa.  Maka dari itu sebagai pecinta Serak Jawa, bukan berarti harus memeliharanya apalagi memeliharanya dalam sangkar. Kehidupan Serak Jawa memang sudah seharusnya berada di Alam. Jika memang benar kita mencintai mereka, maka biarkanlah mereka hidup bebas di Alam dan tunjukkan rasa cinta kita dengan ikut menjaga keberlangsungan hidup mereka di Alam.

 

 

 

 


http://www.cites.org/eng/app/index.php

Baskoro, K. 2005. Tyto alba: Biologi, Perilaku, Ekologi dan Konservasi. Pecinta Alam Haliaster Biologi – Undip, Semarang.


15 responses to “Gerakan 1 Ring Untuk 1 Kehidupan Serak Jawa Yang Lebih Lama”

  1. pelangiasmara says:

    jenis tag seperti apa ya yang digunakan? bagaimana apabila tag tersebut lepas atau ‘dilepaskan’?

  2. Elviena says:

    Pemberian ring pada salah 1 kaki Serak Jawa apakah dapat diaplikasikan juga untuk serak jawa yang masih kecil?

  3. yuurie989 says:

    aku juga pengemar nih sama si Tito Alba.. keren bu.. wkwk.. Mau tanya aj.. kira2 ada ngga ya program breeding burung ini spy populasinya meningkat?? kalaupun ada caranya gimana ya??

  4. novia11 says:

    Sangat disayangkan sekali burung seindah ini bukannya dilindungi malah diperjual belikan..yang ingin saya tanyakan apa aksi nyata yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan Tyto alba?

    • arum08 says:

      buat novia, trima kasih sebelumnya sudah visit.. langkah nyata yg saya lakukan adalah TIDAK MEMELIHARA Serak Jawa walupun jumlahnya masih banyak, namun mereka sudah terancam punah..

  5. yudharyanjanshen says:

    Haii bagus banget nihh upaya untuk penyelamatan si Tyoalba… Nah yang saya ingin tanyakan apakah ring yang dipakai tahan dalam jangka waktu yang lama?? trus ringnya terbuat dari apa? dan apakah sebuah jaminan ring tersebut dapat membuat burug ini terbebas dari penjualan?? karena kan bisa aja ring tersebut dirusak oleh penangkap liar dan dijual kembali… Thanks nice info!!

    • arum08 says:

      Ya.. memang benar yudha hal itu tidak dapat melepaskan speies ini dari perdagangan. akan tetapi setidaknya dengan pemasangan ring ini kita sudah ikut mendata keberadaan mereka.. dan secara tidak langsung kita jga ikut mengawasi mereka

  6. Saya penasaran soal tagging ini. kira-kira jangkauan deteksinya bisa sampai berapa jauh ya? antar pulau? 😀
    dikhawatirkan, kalau burung Serak Jawa ini berhasil diselundupkan ke luar Jawa, keberadaan ring ini menjadi tidak berfungsi lagi. 🙁
    Barusan juga dibahas bersama di kelas, ternyata pemasangan dan pelepasan ring tidak bisa dilakukan sembarangan.
    Apakah ada jangka waktu tertentu untuk pemasangan ring ini? Maksud saya, kalau bisa dipakai seumur hidup burung Serak Jawa, akan lebih baik untuk pemantauannya bukan? 🙂
    Saya jadi penasaran, soalnya ada tindakan pelepasan ring juga. Apakah ada syarat tertentu untuk pelepasan ring? Misal, umur Serak Jawa sudah dirasa cukup atau syarat lainnya? 🙂

    Alat deteksi nya mahal jg kali ya, aksi nyata kita mungkin bisa sisihin uang saku buat bantu beli detektornya. hahahahahaa:D
    terus, sebagai “aktivis” pengguna medsos, aksi nyata yg bisa dilakuin yaitu gencar posting dan promosi untuk konservasi Tyto alba.
    setuju ngga? Arum dan Novia

  7. dayin says:

    langsung saja, perihal yang ingin saya tanyakan apakah dengan pemasangan ring tersebut tidak mengganggu akan pertmbuhan dan perkmbangan kaki dari burung tersebut seandainya jika pemasangan ring dilakukan pada saat burung tersebut masih kecil?
    kemudian menyambung pertanyaan yudha mengenai keamanan dari ring yang digunakan, apakah aman? mungkinkah menyebabkan adanya luka/infeksi pada kaki burung yang justru menyebbkan burung tersebut sakit dan pada akhirnya mati? makasih

  8. selviaemanuella says:

    Spesies yang unik, menurut sepengetahuan anda bagaimana caranya untuk mengetahui keberadaan jenis tyto alba ini dalam suatu lokasi, di tandai dengan perilaku apa ya ? karena ini akan berkaitan dengan proses tagging yang akan dilakukan. trims

  9. leonardusady says:

    ide yang menarik..
    kalau penggunaan ring ini berhasil dilakukan untuk Tyto alba. apa bisa di gunakan untuk jenis burung lain? apa ada rencana juga untuk ke arah sana?

  10. Florencia Grace Ferdiana says:

    arum, kira – kira bagaimana kita bisa mengetahui burung serak jawa hasil sitaan dari kolektor yang sudah siap kembali untuk dilepas di alam ???
    lalu apakah ring yang dipasang itu nanti tidak menganggu pergerakan burung tersebut? 🙂

  11. adeirma says:

    Ini burungnya Harry Potter kan??
    Cantik!! Aku jadi penggemar Tyto alba ah~ mulai dari sekarang!
    Tapi kira – kira ring ini bisa bertahan berapa lama ya? Terus ring ini gak terganggu hubungannya dengan satelit utama jika ada cuaca buruk?

    Nice artikel Arum 😀

  12. agustinaruban says:

    nice rum.. mau nanya dong..kira” pengamatan terhadap burung yang telah ditandai ini berapa lama ya? apa sebulan 3 kali atau gmn? terus, kira” tindakanmu ini akan berhasil dalam kurung waktu brapa lama? makasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php