SAMPAN

Tau Lebih, Lebih Tau Tentang Mineral Batu Gamping

Posted: March 1st 2015

Ada yang tau  Batu Gamping? apa yang terlintas tentang Batu Gamping? Bingung kan? Belum banyak yang tahu bahwa Batu kapur merupakan salah satu bahan galian industri yang sangat besar potensinya dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Batu kapur termasuk jenis bahan galian non logam (Shubri dan Armin, 2014).  Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005). Gambar 1. Batu Kapur (http://suksesagrokampar.indonetwork.co.id) Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit (CaCO3), yang merupakan mineral metastable karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi kalsit … Read more


Gerakan 1 Ring Untuk 1 Kehidupan Serak Jawa Yang Lebih Lama

Posted: December 2nd 2014

Cinta tak harus memiliki. Yakin cinta tak harus memiliki ??? Kalu untuk masalah yang satu ini, itu sangat dibenarkan! Tyto alba, atau Serak Jawa, adalah salah satu burung unik di dunia ini. Sifatnya yang unik, telah menjadikan burung ini menjadi salah satu burung legendaris. Tubuhnya berwarna keputihan, muncul kegelapan malam, terbang dengan senyap, dan suaranya yang menyeramkan. Pantaslah bagi kebanyakan orang, menjuluki mahluk ini sebagai Burung Hantu. Kalu membayangkan burung in terbang malam hari diatas jendela kamar kita pasti sangat cantik atau malah berujung pada rasa “ngeri”. “Terlepas dari kesan menakutkan terhadap dirinya, burung ini memiliki arti penting bagi lingkungan. Perannya sebagai burung pemangsa puncak, menjadikannya sebagai salah satu komponen keseimbangan dalam rantai makanan. Hilangnya salah satu komponen, akan dapat menggangu kestabilan ekosistem secara keseluruhan”, begitulah  jelas Bapak Baskoro (2005). Data yang didapat melalui IUCN, Tyto alba berada pada tingkat Least concern.  Pada CITES seluruh jenis suku Tytonidae berada pada … Read more


Nasib si “mungil” dari Sulawesi Utara

Posted: September 4th 2014

Gambar I. Celepuk Siau (Otus siaoensis) Sumber : Anonim, 2012. Burung hantu adalah jenis satwa murni karnivora (raptor) atau pemakan daging, termasuk kedalam jenis satwa malam (Nocturnal) karena hidup aktif pada malam hari, tersebar dengan jumlah sekitar 222 diseluruh dunia, terkecuali di antartika. “26 spesies diantaranya ditemukan di Asia dan Indonesia” (Chelsea Loise Ramulo, 2012) Burung hantu Otus siaonesis merupakan jenis burung hantu dengan ukuran tubuh menengah sedang ±17 cm termasuk kedalam keluarga Strigidae, memiliki warna tubuh coklat dan berbintik coklat tua pada bagian atasnya, dan coklat muda bagian bawahnya ditemukan pertama kali oleh Schlegel pada tahun oleh 1873 (Anonim, 2012). “Status saat ini tidak dilindungi namun beresiko punah” (Critically Endangered, IUCN). Celepuk Siau kini masuk kedalam Apendik II sejak 2008. Apendik adalah daftar yang ditetapkan oleh badan konvensi perdagangan internasional untuk spesies flora dan satwa liar (CITES Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Flora and Fauna). … Read more


Hello world!

Posted: September 3rd 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php