Ngeblog, Berbagi Info bersama

E-Commerce

Posted: November 6th 2012

Kehidupan dan kemajuan teknologi yang cepat membuat semua elemen masyarakatingin melakukan sesuatu secara cepat, bahkan didalam proses transaksi. Dewasa ini, proses jual beli yang didalam dunia eknomoni menjadi basis dasar perekonomian berjalan dapat dilakukan secara online. Electronic Commerce atau biasa disebut E-Commerce menjadi salah satu cara alternatif dalam melakukan beberapa tugas-tugas misalnya bertukar informasi, layanan, dan lain sebagainya.

 

E-Commerce sendiri terdefinisikan sebagai proses membeli, menjual, pertukaran produk, layanan, atau pertukaran informasi dengan menggunakan computer atau jaringan sebagai perantara. E-Commerce mulai booming ketika terciptakan dan setelah internet dapat digunakan oleh masyarakat. E-Commerce dapat melakukan proses-proses yang bahkan pada era sebelum teknologi ada sekarang dapat dilakukan, contoh konkritnya adalah pencarian pekerjaan (find a job) dapat dilakukan.

 

Beberapa konsep E-Commerce yang banyak digunakan :

  • Brick-and-Mortar Organization :

Konsep ini masih mengandalkan transaksi langsung, antara si penjual (pemilik barang/jasa/informasi) dengan si pembeli (pencari barang/jasa/informasi). Contohnya adalah Pasar Tradisional, dimana penjual dengan pembeli masih melakukan transaksi secara langsung. Baik penjual atau pembeli mau tidak mau harus bertemu secara langsung

  • Pure Electronic Commerce :

Konsep ini lebih modern daripada sebelumnya, dimana transaksi dilakukan secara virtual. Antara si penjual dan si pembeli masing-masing melalui jaringan atau internet melaksanakan transaksi. Penjual sendiri hanya menjual atau menyediakan produk secara online dan tidak melakukan transaksi secara fisik serta tidak terdapat toko atau tempatnya didunia nyata. Contohnya adalah Tokobagus.com dimana dari TokoBagus sendiri tidak memiliki tempat atau toko realitas. Mereka hanya memiliki website dan rekening sebagai sarana transaksi. TokoBagus menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli. Si penjual harus mengiklankan barangnya secara online, dan si pembeli harus berkomunikasi melalui online juga agar dapat bertransaksi.

  • Partial E-Commerce :

Konsep ini menggabungkan antara Pure EC dengan Brick-and-Mortar, yaitu transaksi yang dilakukan bisa secara online ataupun fisik. Contohnya Bhineka.com, dimana pihak Bhineka memiliki toko di area sekitar Jakarta dan mereka mengiklankan produknya melalui website sehingga orang yang berada diluar Jakarta juga bisa membeli barang-barang mereka.

 

Contoh-contoh lainnya adalah dalam dunia perbankan. Nasabah dapat melakukan transaksi entah menabung, mengambil saldo, ataupun mengirim uang baik secara langsung ataupun online. Dari pihak bank menyediakan jasa teller yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara fisik, misalnya transfer secara cash, menambah saldo berbentuk cash, atau menarik saldo. Selain itu, pihak bank juga menyediakan jasa Online berupa M-Banking, E-Banking, dsb yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi secara online dari mana saja, entah transfer, tarik atau tambah saldo, dll. Tidak hanya itu saja, bank juga menyediakan jasa ATM untuk melakukan transaksi juga. Beda ATM dengan E-Banking, ATM dilakukan didepan sebuah mesin khusus namun mesin ini tersebar diwilayah-wilayah, sedangkan E-Banking hanya membutuhkan jaringan atau internet bahkan melewati mobile.

 

Tak dilupakan juga, dalam E-Commerce juga harus terdapat sarana keamanan yang memadahi juga. Transaksi secara online harus dilaksanakan secara aman agar pengguna dapat merasakan keuntungan. Penambahan-penambahan firewall, anti-virus, protocol, serta network menjadi pilihan yang pas dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan transaksi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php