Scientiarum Dei Nuovi Lincei

Nuri Kabare / Pesquet Parrot (Psittrichas fulgidus)

Posted: September 7th 2015

Kingdoam: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Psittaciformes
Superfamily: Psittacoidea
Family: Psittrichasiidae
Subfamily: Psittrichasinae
Genus: Psittrichas
Species: P. fulgidus

 

Deskripsi
Nuri kabare merupakan hewan endemik pulau papua (termasuk papua nugini). Burung ini berwarna hitam pada bagian atas tubuhnya (kepala, punggung, hingga ekor), pada leher tampak agak keabu-abuan dan berwarna merah pada bagian perut & sayap bawah. Burung ini kurang lebih mempunyai ukuran seperti burung gagak. Burung jenis ini memiliki ukuran tubuh terbesar diantara jenis burung nuri lainnya, panjang tubuhnya sekitar 46 cm. Profil tubuh burung ini tegap, leher panjang, kepala kecil, dan paruhnnya berwarna hitam, relatif sempit dan bengkok. Burung jantan memiliki bentuk dan warna yang sama dengan betina, yang membedakan hanya pada bagian belakang mata, burung jantan memiliki sedikit bulu berwarna merah, sedangkan betina tidak. Jika dilihat ukuran kepala nya jika dibandingkan dengan tubuhnya, terlihat kecil. Hal itu disebabkan pada bagian depan kepala nuri kabare jarang ditumbuhi bulu sebagai bentuk adaptasi untuk memudahkan saat memakan buah yang lengket.

 

indexs

Keterangan : Gambar kiri merupakan tampak kepala nuri kabare, gambar kanan adalah foto saat sedang terbang.
Sumber : ibc.lynxeds.com

Usia Hidup : sampai usia kurang lebih 40 tahun
Berat Badan : dewasa antara 600-800 gram

Persebaran
Endemik pada hutan hujan Papua, terutama di pegunungan (kadang di kaki bukit di dataran rendah yang berdekatan) sampai ketinggian sekitar 1000-1500 mdpl.

Tempat Hidup dan Perilaku
Hidup di hutan perbukitan dan kaki gunung. Biasanya dalam kelompok kecil ( 8-20 individu),ataupun sendirian terbang diatas kanopi pepohonan. Burung ini aktif saat siang hari (diurnal). Burung ini senang hinggap di cabang pohon untuk waktu yang lama. Seperti nuri lainnya mereka mempunyai cara berjalan melompat-lompat dan merangkak. Untuk sarang, nuri ini sering membuatnya pada lubang pada pohon-pohon besar.

Status
Daftar merah IUCN : Rentan (VU)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP No. 7/1999

Reproduksi :
Burung ini menghasilkan 2-3 butir telur sekali kawin dan dierami betina 27-31 hari. Musim kawin burung ini antara bulan februari sampai april-mei.u

Keterangan : Hatchling nuri kabare / pesquet parrot.
Sumber : blogs.wcs.org

Pakan : Hewan ini memakan berbagai jenis biji-bijian dan buah-buahan, selain itu juga diketahui bahwa burung ini memakan bunga dan nektar.

Ancaman : Hal utama yang mengancam burung nuri kabare adalah perburuan liar. Nuri kabare sering ditangkap di alam bebas untuk diperdagangkan ke luar daerah baik nasional maupun internasional. Di papua sendiri, terdapat suku terasing yang menggunakan bulu dari nuri kabare sebagai topi yang digunakan untuk melaksanakan ritual. Selain perburuan, pembalakan liar dan pengalihan fungsi lahan hutan juga menjadi faktor yang ikut berpengaruh pada berkurangnya spesies ini.

 

p

Keterangan : Burung nuri kabare dalam sangkar.
Sumber : youtube.com

Sumber :
www.birdlife.org/datazone/speciesfactsheet.php?id=1447

Collar, N.J. (1997). Pesquet’s Parrot (Psittrichas fulgidus). Pp. 362 in: del Hoyo, J., Elliott, A. & Sargatal, J. eds (1997). Handbook of the Birds of the World. Vol. 4. Sandgrouse to Cuckoos. Lynx Edicions, Barcelona.

Juniper, T. & Parr, M. (1998). A Guide to the Parrots of the World. Pica Press, East Sussex.


4 responses to “Nuri Kabare / Pesquet Parrot (Psittrichas fulgidus)”

  1. Kalau diburu untuk dikembang biakan gmn? Kan malah membantu pertambahan populasi dan faktor ekonomi menunjang

  2. garvin says:

    wah syg sekali kalau burung yang indah ini tidak segara dikonservasi

  3. desykadang says:

    wah aku baru tau kalau ada burung ini di papua.. Informasi yg menarik Lysander 😀
    Perlu bangeet di beri tindakan seserius mungkin untuk hewan yg satu ini jangan sampai mereka punah..

  4. ganangmadyasta says:

    Endemik Papua emang kebanyakan burung ya…

    Bulunya menarik XD sayang banget kalau sampe punah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php