Anggita Reizda Siman

Pelangi di Danau Sentani

Posted: December 6th 2014

Setiap daerah menyimpan pesonanya tersendiri, mempunyai flora dan fauna yang bergitu menawan, dan menjadi penambah keanekaragam hayati yang kaya untuk Bumi Pertiwi kita yang tercinta ini, Indonesia. Keanekaraman yang dimiliki Indonesia ini menjadikan Indonesia merupakan negara megadiversitas setelah negara Brasil.

Indonesia

Salah satu daerah yang menyumbang keanekaragaman hayati melalui pesona akan faunanya adalah Papua khususnya di Danau Sentani. Danau Sentani adalah danau air Tawar yang berada dekat dengan kota Jayapura. Danau ini merupakan danau terluas di Provinsi Papua dimana luasnya mencapai 9.360 ha. Danau Sentani juga dikenal sebagai pemasok ikan air tawar terbesar di berbagai kecamatan dan di kota Jayapura.

sentani 1 (1)

Dari berbagai ikan yang ada di Danau Sentani, terdapat salah satu ikan yang juga merupakan hewan endemik dari Danau tersebut. Ikan itu adalah Ikan Pelangi Sentani atau dalam bahasa Inggris dikenal Sentani Rainbowfish. Ikan Pelangi Sentani yang memilki nama ilmiah Chilatheria sentaniensis memiliki corak warna yang beragam pada tubuhnya yang mungkin menjadi alasan mengapa Ikan ini diberi nama pelangi. Tubuh ikan ini memilki warna orange mengkilat berpadu dengan gradasi warna kuning, dan abu kebiru-biruan yang mengkilat. Bentuk tubuhnya yang kecil dan siripnya yang berwarna biru transparan menambah keindahan dari ikan ini.

Sentani

Sayangnya, keberadaan Ikan Pelangi Sentani di Danau Sentani sekarang kian mengenaskan. Dari data IUCN, status Ikan ini adalah Critically Endangered atau mengalami kepunahan yang tinggi dalam waktu yang dekat

.Ikan Sentani

Hal ini disebabkan oleh banyaknya penduduk yang mulai mendirikan pemukian di pinggiran danau Sentani. Akibat banyaknya penduduk yang bermukim menyebabkan ekosistem dari danau Sentani pun berubah. Perubahan ekosistem yang terjadi salah satunya adalah perubahan kualitas air. Perubahan kualitas air disebabkan oleh limbah yang dihasilkan dari sisa rumah tangga penduduk yang bermukim, baik itu cair maupun padat, organik maupun nonorganik langsung dibuang ke Danau Sentani. Secara langsung limbah tersebut membuat kualitas air di Danau Sentani menjadi buruk. Akibat perubahan kualitas air yang buruk menyebabkan banyak ikan terancam keberadaannya termasuk Ikan Pelangi Sentani.

images

Keberadaannya yang hampir punah inilah yang harus disadari bagaimana diperlukan aksi nyata untuk mencegah hewan endemik ini punah. Oleh sebab itu menurut saya untuk mencegah punahnya ikan pelangi di danau Sentani yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengenalkan kepada khalayak banyak terutama penduduk yang ada disekitar danau Sentani bahwa di Danau tersebut terdapat Ikan Pelangi Sentani yang merupakan hewan endemik daerah tersebut dan keberadaannya hampir punah. Karenanya masih ada beberapa orang yang belum mengetahui mengenai Ikan Pelangi Sentani dan keberadaanya.

Mungkin saya belum bisa langsung ke Jayapura untuk melakukan sosialisai tetapi pemberitauan dapat dimulai melalui media sosial entah  images (1) (Twitter) dan facebook-hashtags (Facebook)  terkait akan info seputar ikan pelangi baik keberadaan maupun penyebab punahnya hewan ini.  Selain itu, untuk menyadarkan indahnya Ikan Pelangi Setani maka dapat dilakukan dengan meng-share foto-foto ikan pelangi di download  (Instagram)  dan  A screengrab from the Path social network (Path) sehingga orang lain sadar betapa ruginya bila ikan ini hingga punah.

Setelah khalyak banyak telah mengenal keberadaan dan keadaan Ikan Sentani barulah dimulai kiat-kiat untuk mencegah langsung kepunahan Ikan tersebut. Pertama, jangan membeli ikan hias khususnya Ikan hias yang keberadaannya telah hampir punah seperti Ikan Pelangi Sentani. Ikan Pelangi Sentani yang memiliki corak yang indah menyebabkan ia biasanya ditanggap untuk dijual dan dijadikan ikan hias. Oleh karena itu, mulai dari sendiri dulu untuk tidak ikut membeli ikan Pelangi Sentani dan mulai menyuarakan seruan ini di media sosial.

Kedua, jangan membuang sampah sembarangan maupun limbah ke perairan.. Aksi ini tidak hanya diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat di sekitar Danau Sentani tetapi dari diri sendiri dulu untuk memiliki kesadaran membuang sampah ketempatnya atau limbah khususnya limbah rumah tangga ke tangki septik.

agg70 copy

Perlu disadari dengan membuang sampah sembarangan dan limbah rumah tangga ke perairan akan mengancam organisme lain dan karena ketidaktauan ataupun ketidakpedulian ini menyebabkan organisme langkah atau endemik yang menjadi kekayaan negeri ini terkena dampaknya seperti yang terjadi pada Ikan Pelangi Sentani. Prilaku masyarakat yang masih sering membuang sampah dan limbah sembarangan ini yang harus diubah sehingga apabila melihat orang lain membuang sampah sembarangan jangan ragu untuk menegur.

Ketiga, sebagai mahasiswi Biologi harapannya adalah dapat menerapkan ilmu yang telah didapat untuk membantu mengkonservasi Ikan Pelangi Sentani ini. Seperti melakukan konservasi ikan Pelangi Sentani dengan membuat rekayasa lingkungan dan hibridisasi sehingga diharapkan Ikan-ikan ini sendiri dapat berkembang biak semialami dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menyelamat Ikan Pelangi Sentani dari kepunahan apabila kondisi perairan di Danau Sentani itu telah benar-benar rusak. Apabila keadaan perairan di Danau Sentani telah membaik barulah ikan Pelangi Sentani di kembalikan ke habitat aslinya.

Dengan adanya info mengenai Ikan Pelangi Sentani di Danau Sentani yang berada dalam keadaan kritis, diharapkan khlayak umum dapat sadar dan berpartisipasi dalam mengkonservasi ikan ini terutama teman-teman yang berasal dari Papua yang bermukim di sekitar kota Jayapura dan dekat dengan Danau Sentani. Pada dasarnya yang memiliki peran penting untuk menyelamatkan ikan ini adalah penduduk sekitar dengan mengubah pola prilaku dalam membuang sampah atau limbah ke Danau Sentani. Selain itu, dengan tidak membeli ikan Pelangi Sentani sebagai ikan hias tentunya akan memberikan dampak untuk tidak semakin mengurangi jumlah ikan Pelangi Sentani di alam aslinya. Oleh karena itu, marilah kita bersama menyelamatkan Pelangi di danau Sentani…

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Astuti, L. P. Warsa, A. dan Satria, H. 2009. Kualitas Air dan Kelimpahan Plankton di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Jurnal Perikanan, 11(1): 66 – 77.

Said, D. S. 2011. Uji Kemampuan Hibridisasi Intergenus dan Interspesies Ikan Pelangi. Limnotek, 18(1): 48 – 57.

 


12 responses to “Pelangi di Danau Sentani”

  1. maria says:

    untuk rencana konservasi sendiri, melihat dari kebiasan masyarakat lokal yang mencemari danau bagaimana mengurangi kebiasaan tersebut, mengingat sangat sulit mengubah pola pikir?? apakah tidak ada kerjasama dengan pemerintah! dalam mengurangi pembangunan di daerah sekitar ekosistem danau??

    • anggi21 says:

      Kalau dari pemerintah saya rasa sudah ada langkah baik dari Bupati Jayapura untuk mulai melakukan perlindungan di kawasan Danau Sentani terkait akan pembangunan bangunan di lokasi tersebut. Tetapi kembali lagi mungkin kebijakan ini masih perlu waktu agar semua masyarakat mau menaati peraturan ini 😀

  2. herisusanto says:

    blog ini bagus sekali dan berisi informasi yang cukup membuat saya tergerak untuk konservasi danau sentani, namun alangkah lebih baiknya jika diadakan seminar nasional tentang konservasi danau sentani ini sendiri agar mendapat sponsor dari LSM maupun pemerintah untuk konservasi danau sentani ini sendiri, agar dapat terrealisasi 🙂 makasih

  3. tosy says:

    informasi yang menarik nggi 🙂
    saran az, bagaimana sebelum kamu melibatkan LSM atau pemerintah dalam konservasi danau sentani,kmu membentuk kelompok tertentu yang bertujuan untuk melakukan pendataan yang meliputi meliputi pendataan jumlah populasi, masa reproduksinya, dan jenis makanannya sehingga memudahkan kmu dalam mengkonservasi ikan pelangi sentani…

  4. delilafaidiban says:

    yuhuii, aku yang tinggal di papua aja gak tau kalau ada ikan pelangi danau sentani, makasih loh buat infonya mbak Anggi. 😀

  5. ronalsimaremare says:

    Artikel menarik sekali jadi kita tahu tentang hewan2 langka tsb. hewan langka merupakan salah satu aset negara. Tanggung jawab dalam pelestariannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita selaku masyarakat Indonesia. Jangan sampai salah satu harta berharga kita hilang!!! akan lebih baik kalau anak cucu kita dapat melihat fauna tersebut..
    Trims moga sukses selalu.

  6. Sainawal Tity says:

    setiap tahun dilakukan Festival Danau Sentani yang menjadi acara wajib di Jayapura dalam memperingati ulangtahun Jayapura. Beberapa masyarakat lokal percaya bahwa Danau Sentani adalah Danau Keramat sehingga tidak boleh diganggu keberadaannya. hal ini termasuk bentuk konservasi tradisional yang juga dilakukan masyarakat adat di Jayapura 🙂

  7. agustina ruban says:

    nice anggi..aku mau nanya, kan disana tradisi dan budayanya “keras”, gimana caranya kamu menerapkan metode konservasimu ke masyarakat disana?

  8. friskaunandy says:

    Ada begitu banyak flora dan fauna di sisi timur Indonesia yang belum banyak di teliti namun kini kebaradaannya semakin sedikit 🙁 terimakasih infonya.

    • anggi21 says:

      Terima kasih atas perhatiannya untuk mau membaca blog ini..
      Sangat disayangkan Saudara Ronal bila kita selaku generasi muda menutup mata dengan satwa yang terancam punah 🙂
      Benar sekali saudari Lala, Tity, Agustina, dan Unand, di wilayah timur terkhusus daerah Papua memiliki keanekaragaman yang begitu besar dan beberapa spesies disana terancam punah tetapi belum menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia, sehingga harapannya saudari-saudari inilah yang merupakan putri daerah dapat menjaga “keindahan” Papua agar tidak punah..

      Untuk Agustina mungkin yang dapat dilakukan adalah menjalin pendekatan dengan orang-orang disana, saya percaya walaupun tradisi dan budaya di Papua tergolong “keras” yang seperti saudari katakan tetapi mereka juga memiliki hati yang lembut, dan bila mereka diberikan pengarahan dan penjelasan mengenai kondisi dan nilai penting dari spesies tersebut pasti mereka akan peduli dan memulai gerakan untuk menjaga. Akan tetapi, saya sadari bila saya yang mengajak secara langsung memiliki yang pengaruh kecil karena dianggap pendatang, sehingga pendekatan dimulai dari teman-teman sekalian, teman-teman dari Papua yang berada disekitar kita. Kita bersama-sama memulai untuk membawa perubahan di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php