Angela Mericy Cindytia Evelin

POTENSI TIMAH DI INDONESIA

Posted: February 27th 2019

Timah merupakan salah satu sumber daya mineral yang melimpah di Indonesia. Keberadaan yang begitu melimpah, Indonesia berperan sebagai pengekspor timah dalam bentuk batangan ke luar negeri. Hal tersebut menjadi nilai ekonomis bagi produk non-migas. Timah (Tin) adalah logam mulia berwarna perak dengan berat jenis 7,3 g/cm3, serta punya sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi (Kementrian ESDM, 2013).

Gambar 1. Bongkahan timah

Produksi timah di Indonesia mencapai 84.000 metrik ton pada tahun 2014, dan merupakan produsen utama timah dunia. Potensi penyebaran produksi timah di Indonesia ada dibeberapa daerah, diantaranya Pulau Kundur, Karimun, Singkep, dan sebagian di daratan Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung, Kep. Riau sampai Kalimantan. Cadangan timah terbesar ada pada daerah Kepulauan Bangka Belitung (90%). Produksi timah dikuasai oleh PT. Timah yang punya wilayah sebanyak 92%, sisanya 8% dimiliki pihak swatsa (PT. Timah, 2015).

Potensi pemanfaatan timah begitu besar, biji timah digali terlebih dahulu dan baru diolah menjadi timah batangan supaya dapat diekspor. Contoh hasil dari pemanfaatan timah yaitu produksi layar LCD/tv plasma, layar smarphone, dan sensor cahaya (ITRI, 2012). Namun disisi lain terdapat masalah pada pengelolaan timah saat itu yaitu ekspor timah ilegal. Timah dikatakan ilegal karena tidak memenuhi syarat perdagangan yang sudah ditetapkan saat itu. Timah yang diekspor adalah bentuk masih bijih, dimana hal tersebut tidak diperbolehkan.

Selain itu masalah berkembangnya industri turunan yang mengelola timah batangan. Kerjasama antara RRC dan Indonesia justru memberi dampak kerugian bagi Indonesia. 90% timah batangan di Indonesia hanya 6% saja yang masuk oleh industri dalam negeri (IRTI, 2012).


Leave a Reply

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php