Teknobioblog

Putri Yang Ditukar

Posted: May 13th 2014

Oleh Mitha Octavia Sitompul (110801211)

 

            Masih ingat dengan drama serial “Putri Yang Ditukar” yang diproduksi oleh Sinemart Production dan ditayangkan pada salah satu stasisun televisi swasta Indonesia ? Meski bukan penggemar sinetron ini, namun ada sisi menarik yang dapat dipecahkan dengan teknologi molekuler yang akan kita bahas. Tertukarnya anak pada saat masih kecil (terutama setelah dilahirkan di rumah sakit) sering menjadi permasalahan yang diangkat dalam sinetron, drama, ataupun film. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan tes DNA.

————————————————mithaaaa

Mengapa harus tes DNA ?

——–DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. DNA terdapat dalam nukleus, mitokondria, dan kloroplas. Seorang anak pasti akan mewarisi setengah kromosom ayah dan setengah kromosom ibu, sehingga seorang anak memiliki sifat genetik yang berasal dari kedua orangtuanya. DNA yang biasa digunakan dalam tes adalah DNA mitokondria dan DNA inti sel. DNA yang paling akurat untuk tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah sedangkan DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu, yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Pada genom manusia terdapat genetic marker yang tersebar merata disepanjang genom manusia yang terdapat dalam bentuk pasangan atau kelompok nukleotida. Jumlah pengulangan nukleotida pada genetic marker akan stabil dan diturunkan dari generasi ke generasi. Genetic marker akan sangat membantu dalam memecahkan kasus paternitas.

————————————————-mithaaa2

——–Dalam parental testing atau mengetahui status orang tua si anak, biasanya digunakan sampel darah, dimana DNA dapat diperoleh dari sel darah putih. Bagian tubuh lain yang memiliki inti sel seperti rambut, ludah dan lainnya dapat digunakan. Sampel yang tidak dapat digunakan adalah sel yang tidak berinti seperti sel darah merah. Sampel yang digunakan untuk uji paternitas ini selanjutnya akan diekstraksi dengan tujuan untuk memperoleh DNA murni. DNA murni yang diperoleh akan melewati tahap amplifikasi atau penggandaan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction). Setelah DNA teramplifikasi dilanjutkan dengan tahap elektroforesis untuk melihat dan identifikasi band-band DNA yang terbentuk dan akan diuji lebih lanjut serta dicocokkan dengan DNA orang tua atau anak.

Bagaimana dengan keakuratan tes DNA?

Menurut dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD akurasi tes DNA tidak mencapai 100 persen, namun akurasinya 99,9-99,99 persen.

Sumber:

Irawan, Bambang. 2003. DNA fingerprinting pada Forensik, Biologi sebagai Bukti Kejahatan. Majalah Natural Ed. 7, Bandar Lampung.

Klug, W., and Cumming, M.R. 1994. Conceptis of Genetic. Prentince-Hall, Englewood Cliffs.

Sasongko, T.H. 2010. Tes DNA Untuk Menentukan Hubungan Saudara. http://us.health.detik.com. 12 Mei 2014.

 


16 responses to “Putri Yang Ditukar”

  1. rivanakhaliska says:

    nice post, tambah informasi :)kamu bukan salah satu korbannya kan, mit? hihihi 😀

  2. andreyoga says:

    Mungkin informasi mengenai primernya bisa ditambahkan

  3. gnosis says:

    mantap2. mungkin kalo ditambahkn contoh kasus lebih mantap. sip

  4. veronica says:

    waoooow kalo gini kan enak tuh gg perlu sampai panjang episode putri yg ditukar, tinggal tes DNA selesai deh, tamat sinetronnya 😀

  5. tosy says:

    informasi yang menarik mith

  6. alfonslie says:

    informasi yang sangat menarik mbak mitha mungkin bisa ditambahkan aplikasinya yang sudah di jalankan.. cheers 🙂

  7. Debby Rakhmawati says:

    Infonya menarik bisa jd ide buat film nih dgn sisipan ttg teknologi molekuler yg lbh mendala hihihi keren

  8. Vincentius Yafet Winata says:

    Menarik sekali, dapat diaplikasikan disalah satu sinetron. Apalagi dijaman sekarang dimana manusia variasi mukanya menurun
    keep blogging

  9. Mitha Octavia says:

    Iva : saya bukan korban kok 😀
    Andre : Ok terima kasih atas masukannya
    Ryco : contoh kasus nyata jarang terjadi, kalau secara fiktif sudah banyak contohnya 😀

  10. jmrabowomtsimbolon says:

    info menarik kak Mitha 🙂

  11. deansadewo24 says:

    informasi yang bagus dengan judul yang cukup menarik untuk dibaca..
    bahasa yang digunakan juga cukup umum..
    overall KOMPOR GAS..!

  12. aokadi says:

    Judulnya menggoda dan isinya asik ternyata. bisa jadi judul buat film FTb

  13. monic says:

    Nice kakak mithaaaaa :3

  14. agustinaarshe says:

    good post 🙂 informasi cukup menarik dan lengkap. semangat temen temen

  15. yulent says:

    mantap nih… biar gk ad transaksi tukar menukar lg… info yg menarik… 😀

  16. catherinekath says:

    terimakasih informasinya, tetapi apakah teknologi ini sudah dijalankan di Indonesia? dengan demikian, para Orang Tua di Indonesia tidak lagi perlu merasa khawatir dengan orisinalitas keberadaan anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php