Teknobioblog

Alfred Russel Wallace “The Journeyman”

Posted: September 12th 2013

ALFRED RUSSEL WALLACE 

(8 Januari 1823 – 7 November 1913)

Alfred_Russel_Wallace_engraving  Portrait A. R. Wallace

Alfred Russel Wallace lahir di Kensington Cottage dekat Usk, Monmouthshire, Inggris (pada saat ini bagian dari Wales). Alfred Russel Wallace lahir dari pasangan Thomas Vere Wallace (keturunan Skotlandia)  dan Mary Ann Wallace (née Greenell, yang berarti pasangan Inggris kelas menengah).

ARWs parents  Wallace Sr. dan  Mary Ann

Alfred Russel Wallace adalah anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Tiga saudaranya tidak dapat bertahan hidup hingga dewasa. Dia adalah delapan dari sembilan anak, tiga di antaranya tidak bertahan hidup sampai dewasa. Pada saat Wallace berusia 5 tahun (1828), ia dan keluarganya pindah ke Hertford. Wallace menempuh pendidikan secara formal untuk pertama kalinya di Hertford Grammar School . Pada tahun 1835 ayah Wallace terlibat kasus penipuan sehingga Wallace dan keluarganya mengalami masa sulit hingga Wallace terpaksa putus sekolah pada Maret 1837 dan Ia dikirim ke London untuk tinggal dengan kakaknya John.

Chapter 1. Text Figure 2. Hertford Hertford Grammar School by Eliza Dobinson.preview  Hertford Grammar School

Pada pertengahan 1837 ia meninggalkan London untuk bergabung dengan kakak sulungnya, William, di Bedfordshire. William memiliki bisnis survei tanah dan Wallace belajar perdagangan bersama William. Akhir tahun 1843 bisnis William mengalami kemerosotan sehingga William tidak dapat menampung Wallace. Wallace memutuskan untuk melamar di Collegiate School di Leicester, dan dipekerjakan sebagai master untuk mengajar penyusunan, survei, Bahasa Inggris, dan aritmatika. Ditempat inilah Wallace menemukan dan mempelajari beberapa karya penting tentang sejarah alam. Pada tahun 1844, Ia berkenalan dengan seorang naturalis amatir muda, Henry Walter Bates. Meskipun Bates dua tahun lebih muda dari Wallace, Ia sudah menjadi entomolog serta kolektor. Bates lah orangyang menangkap minat Wallace ini.

Wallace pindah ke Neath pada tahun 1845 dan di sanalah Ia pertama kali membaca buku Vestiges of the Natural History of Creation Robert Chambers buku kontroversial yang diterbitkan oleh Anonim, yang meyakinkannya tentang realitas evolusi (kemudian dikenal sebagai transmutasi). Pada akhir 1847 Wallace terinspirasi oleh buku W.H. Edward, A Voyage Up the River Amazon. Buku ini yang mensugesti Wallace untuk melakukan perjalanan bersama Bates ke Brasil untuk mengumpulkan spesimen serangga, burung dan hewan lainnya, baik untuk koleksi pribadi mereka dan menjual kepada kolektor dan museum di Eropa. Tujuan utama dari ekspedisi ini adalah untuk mencari bukti bagi evolusi dan berusaha untuk menemukan mekanismenya. Pada awaktu itu Wallace berusia 25 tahun dan Bates 23 tahun, mereka berangkat dengan kapal dari Liverpool ke Pará (Belem) pada tanggal 26 April 1848. Dalam perjalanan ini Wallace dan Bates terlibat perselisihan yang pada akhirnya menyebabkan perpisahan. Wallace memutuskan untuk pergi ke Amazon tengah dan Rio Negro. Pada tahun 1852 kondisi kesehatan Wallace menurun dan Ia memutuskan untuk kembali ke Inggris. Namun, pada hari kedua puluh enam pelayaran terjadi bencana, kapalnya terbakar dan tenggelam.  Seluruh catatan, gambar, dan hal-hal yang Ia telah kumpulkan pun hilang bersama bencana itu. Wallace dan kru berjuang untuk bertahan hidup di sepasang sekoci yang buruk, dan untungnya setelah 10 hari hanyut di laut terbuka mereka dijemput oleh kapal kargo yang lewat membuat jalan kembali ke Inggris.

Perjalanan Wallace di Indonesia

Alfred Russel Wallace melakukan perjalanan di Indonesia 159 tahun yang lalu (1854) untuk mepelajari geografi dan distribusi spesies geografi selama 8 tahun (1854-1862). Wallace membagi Indonesia menjadi empat bagian yaitu kelompok Indo Melayu, Kelompok Timor, Kelompok Celebes dan Kelompok Maluku. Kelompok Melayu meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali,  sedangkan Kelompok Celebes meliputi Sulawesi,  Kelompok Timor meliputi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan Kelompok Maluku terdiri dari Maluku dan Papua.

Selama 8 tahun Wallace melakukan enam puluh atau tujuh puluh perjalanan terpisah menempuh sekitar 14.000 mil. Ia mengunjungi setiap pulau penting di Indonesia dan mengumpulkan hampir 110.000 serangga, 7500 kerang, 8050 kulit burung, 410 spesimen reptil dan mamalia termasuk beberapa ribu spesies baru bagi ilmu pengetahuan. Beberapa penemuan zoologi yang terkenal diantaranya adalah Wallace’s Golden Birdwing Butterfly (Ornithoptera croesus) dan Wallace Standar-Wing Bird of Paradise (Semioptera wallacei) dari Pulau Bacan, dan Rajah Brooke’s Birdwing Butterfly (Trogonoptera brookiana) dari Kalimantan.

Ornithoptera croesus. Copyright George BeccaloniWallace’s Golden Birdwing Butterfly

Selama menjelajahi Indonesia, Wallace menyebutkan dan mendiskripsikan 125.166 spesies yang diamatinya dan mengungkapkan teorinya bahwa ada satu garis maya yang memisahkan Indonesia bagian timur dan bagian barat karena berbedanya flora dan fauna karena mengikuti perubahan permukaan bumi di masa lampau yang dikenal dengan garis Wallace. Naturalis dan ahli biologi tersebut juga menemukan nama-nama flora dan fauna Nusantara lengkap dengan kedudukan spesies dan nama ilmiah dalam taksonomi dan  memperhatikan karakter fisik dan mental manusia, serta mengamati suku-suku di kepulauan nusantara, khususnya dua suku besar yaitu Melayu dan Papua.

walline  Garis Wallace

Selama di Kepulauan Indonesia, Wallace berpendapat bahwa fauna di Bali sama dengan fauna di Asia, dan fauna di Lombok sama dengan fauna di Australia. Wallace melanjutkan catatan dari hubungan antara beberapa gabungan pulau-pulau, berpendapat bahwa persamaan yang berpengaruh terhadap zaman geologi dan distribusi spesies. Dia mulai meruntuhkan teori geologi Charles Lyell, mencatat bahwa region yang berbeda dengan iklim yang sama mempunyai spesies yang berbeda, bukan spesies yang sama menurut Charles Lyell.

Pada Februari 1855 Wallace tinggal di sebuah rumah kecil di Sarawak, Borneo. Wallace menulis mengenai kemungkinan evolusi sebelum penemuan seleksi alam. Wallace menulis ” Sarawak Law” adalah tulisan yang dibuatgeolog terkenal Charles Lyell pada bulan November tahun 1855, segera setelah membacanya , ia memulai menulis “spesies notebook ” di mana ia mulai merenungkan implikasi dari perubahan evolusioner untuk pertama kalinya . Pada April 1856 Lyell melakukan kunjungan ke Darwin di Down House dan Darwin menjelaskan teorinya tentang seleksi alam untuk Lyell untuk pertama kalinya : suatu teori yang Darwin telah kerjakan, lebih atau kurang secara rahasia, sekitar 20 tahun. Lyell mengirim surat ke Darwin dan mendesak dia untuk mempublikasikan teori tersebut. Pada Mei 1856 Darwin mengindahkan saran ini, mulai menulis sebuah sketsa dari ide-idenya untuk publikasi. Namun sketsa ini telah ditinggalkan sekitar Oktober 1856 dan Darwin mulai menulis sebuah buku tentang evolusi.

Pada tahun 1862 Wallace kembali ke Inggris dan pada musim semi tahun 1866 saat Ia berusia 43 tahun, Wallace menikahi Annie yang berusia 20 tahun , anak dari seorang ahli botani William Mitten. Pernikahan mereka dikaruniai 2 orang anak, Violet dan William. Wallace menghabiskan sisa hidupnya yang panjang dengan mempopulerkan teori seleksi alam dan mengajar berbagai mata pelajaran. Dia menulis lebih dari 700 artikel dan 22 buku, yang paling terkenal The Malay Archipelago, The Geographical Distribution of Animals, dan Darwinism. Penghargaan yang pernah Ia terima antara lain: Medali Emas (Société de Géographie); Medal Pendiri (Royal Geographical Society), Medali Emas Darwin-Wallace dan Linnean (Linnean Society); Copley, Darwin dan Royal Medals (Royal Society), dan Order of Merit (kehormatan terbesar yang dapat diberikan terhadap orang sipil oleh raja yang berkuasa Inggris). Wallace menjadi naturalis  Inggris yang sangat terkenal. Ketika usianya 91 tahun kondisinya mulai melemah dalam beberapa bulan terakhir. pada tanggal 7 November 1913 Ia meninggal di Broadstone dan 3 hari kemudian ia dimakamkan di pemakaman umum. Pada 1 November 1915 atas jasanya, Ia mendapat sebuah medali dengan namanya yang ditempatkan di Westminster Abbey.

WestminsterAbbeyMedallion  Medali untuk Wallace dari Westminster Abbey

Karya Ilmiah

Sebagai seorang peneliti, Wallace menuangkan pikirannya ke dalam beberapa buku, dan dua buku terbaiknya adalah “The Malay Archipelago” (1869) dan “Geographical Distribution of Animal” (1876).

The Malay Archipelago (1869)

Malay_Archipelago_title_page Cover Malay Archipelago

Buku ini merupakan hasil dari perjalanan delapan tahun di wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura. Buku ini menjelaskan secara detail setiap geografi fisik dan manusia, gunung berapi, varietas flora dan fauna dari setiap pulau yang dia kunjungi. Bersamaan dengan itu dia menceritakan pengalaman dan pengetahuan tentang masyarakat (suku-suku) yang ditemui dan membantunya dalam perjalanan. Di dalam buku ini juga menjabarkan tentang Garis Wallace. Buku ini merupakan bukunya yang paling terkenal dan paling banyak disitasi.

Geographical Distribution of Animal (1876)

Di dalam buku ini, Wallace membagi distribusi hewan (zoogeografi) menjadi enam kawasan antara lain:

1. Palearctic (Islandia-Eropa-Afrika bag. utara Tropik Cancer-Jazirah Arab bag. utara-Persia-Indus-China bag. utara-Jepang)

2. Ethiopian (Afrika bag. selatan Tropik Cancer-Jazirah Arab bag. selatan-Madagaskar)

3. Oriental atau Indo-Malay (India-Sri Lanka-Indo China-China bag. selatan-Filipina-Kalimantan-Jawa)

4. Australasia (Papua, Australia, Selandia Baru-Pasifik)

5. Neotropikal (Amerika Selatan-Antilles-Amerika Tengah-Meksiko)

6. Neartic (Amerika Utara dan Greenland)

Wallace03  Enam kawasan zoogeografi menurut Wallace

The Island Life (1880)

Island Life  Cover Island Life

Island Life merupakan buku sekuel dari Geographical Distribution of Animals yang dianggap Darwin sebagai salah satu buku terbaik dari Wallace. Buku ini berisi fenomonena penyebaran fauna di beberapa wilayah di dunia seperti Inggris dan Jepang–Australia dan Selandia Baru–Bali dan Lombok–Kepulauan Bahama dan Semenanjung Florida–Brazil dan Afrika–Kalimantan, Madagaskar dan Sulawesi.

 

Andreas Yoga Aditama (110801184), Gerardus Danny Yustian Hadinata (1108081199), Mitha Octavia Sitompul (110801211)


10 responses to “Alfred Russel Wallace “The Journeyman””

  1. alfonz says:

    Nice post bro.. Keep blogging. Salam PES 🙂

  2. stefani says:

    Wallace juga mendiskripsikan tentang suku-suku di Indonesia, terutama Melayu dan Papua..thx

  3. lidiarosariona says:

    nice post! watch out your editing 🙂

  4. agustinaarshe says:

    nice post bro 🙂 kalau bisa, gabar petanya digedein biar kliatan tulisannya 😀

  5. kihelmar says:

    Wallace merupakan seorang naturalis yang hampir terlupakan. Banyak karya yang telah dibuat olehnya sangat bermanfaat khususnya bagi Indonesia (koleksi data flora dan faunanya).

  6. Dominikus Bagas Hardiprasetya says:

    Simple dan bagus.
    Nice posting bro..
    Paragrafnya di jorokin ya gan.:)

  7. gnosis says:

    Bagus-bagus. Tingkatkan

  8. deansadewo24 says:

    good post… selamat bereksplorasi di dunia maya..
    kami dariiii..
    Debby (110801195)
    alen (110801189)
    dan
    dean (110801207)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php