Ancilla

Edelweiss: Keep Still Be an Everlasting Flower

Posted: December 6th 2014

11559425-edelweiss-there-are-delicate-edelweiss-in-the-mountains

Edelweiss…. Edelweiss….

Pasti teman-teman sudah sering mendengar lagu Edeweiss bukan?? Semoga teman-teman yang sudah pernah lagu ini juga tahu kalau Edelweis itu adalah nama bunga yang banyak orang menyatakan bahwa bunga ini merupakan lambang keabadian, ketulusan, dan pengorbanan.

Sekedar info: Bunga Edelweis dikenal sebagai lambang keabadian karena bunga ini mampu mekar dalam waktu yang cukup lama dan tidak akan berubah bentuk dan warnanya, sebagai lambang ketulusan karena tekstur bunga yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih meskipun sebenarnya tergantung dari habitat dimana Edelweiss tumbuh, dan sebagai lambang pengorbanan karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga membutuhkan perjuangan untuk dapat bertemu dengan bunga Edelweiss ini. 😀

edelweiss2

Sekilas tentang Edelweiss

Perlu teman-teman ketahui kalau ternyata bunga Edelweiss ada 2 jenis yaitu Edelweiss Jawa yang merupakan tumbuhan endemik di area pegunungan Indonesia dan Edelweiss Eropa. Berikut adalah klasifikasi ilmiah kedua jenis Edelweiss:

Gambar 1. Edelweiss Jawa

Gambar 1. Edelweiss Jawa

Klasifikasi ilmiah Edelweis Jawa

Kerajaan    :    Plantae

Divisi          :    Magnoliophyta

Kelas           :    Magnoliopsida

Ordo           :    Asterales

Famili         :    Asteraceae

Genus          :    Anaphalis

Spesies       :    Anaphalis javanica

Gambar 2. Edelweis Eropa

Gambar 2. Edelweis Eropa

Klasifikasi ilmiah Edelweis Eropa

Kerajaan         :      Plantae

Super Divisi  :      Spermatophyta

Divisi               :      Magnoliophyta

Kelas                :      Magnoliopsida

Sub Kelas       :      Asteridae

Ordo                :      Asterales

Famili             :      Asteraceae

Genus              :      Leontopodium

Spesies            :      Leontopodium alpinum

Anaphalis javanica (Edelweiss Jawa) memiliki bunga yang berkembang di atas dasar bunga yang rata dan berwarna keemasan. Kepala-kepala sari membentuk tabung yang mengumpul menjadi satu dalam satu wadah. Tumbuhan ini dapat dijumpai dalam bentuk semak yang bercabang banyak dan tingginya dapat mencapai 4 meter, diameter batangnya dapat mencapai sebesar pergelangan tangan. Batang Edelweiss ditutupi oleh kulit batang yang kasar dan bercelah yang dapat menyimpan air. Ranting-ranting Edelweiss mendukung daun-daun yang berwarna keabu-abuan. Daun Edelweiss akan berwarna hijau abu-abu muda dalam keadaan segar sebagai akibat adanya bulu-bulu seperti wol yang menutupi daun dan akan berwarna gelap dalam keadaan kering karena mesofil yang terdegradasi warnanya. Bentuk daun linier (panjang sepuluh kali lebarnya), lancip, mempunyai bulu-bulu putih seperti wol, panjang daun 4-6 cm, dan lebar daun  0,5 cm. Edelweiss ini merupakan bunga yang hanya tumbuh pada ketinggian 2000-3000 mdpl dengan cahaya matahari penuh. Habitat Edelweiss adalah lereng-lereng dengan topografi datar dan perbatasan antara hutan dan daerah terbuka. Kebutuhan yang paling penting dari tumbuhan Edelweiss ini adalah cahaya dan tanah gembur yang kaya akan kapur.

Leontopodium alpinum merupakan salah satu tumbuha gunung Eropa yang terkenal, namun telah ditemukan pula di Indonesia. Edelweiss ini memiliki daun dan bunga yang ditutupi bulu-bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3-20 cm menjadi 40 cm dan masing-masing bunga terdiri dari 5-6 kepala bunga kuning kecil (5 mm) yang dikelilingi oleh daun-daun muda menjadi bentuk bintang. Penyebaran L. alpinum bervariasi, namun lebih sering dijumpai di daerah bebatu dengan ketinggian 2000-2900 mdpl.

Perbedaan mendasar bunga Edelweiss Jawa dan Eropa adalah bentuknya. Edelweiss Jawa berbentuk semak dengan bunga yang merumpun, sedangkan bunga Edelweiss Eropa tidak berumpun. Kedua jenis bunga ini juga memiliki persamaan yaitu sama-sama indah teman-teman. 🙂
Gambar 3. Anaphalis

Gambar 3. Anaphalis javanica

Gambar 4. Lentopodium alpinum

Gambar 4. Lentopodium alpinum

Keistimewaan Edelweiss

Jika dibandingkan dengan tumbuhan lainnya, Edelweiss memiliki keistimewaan yang mungkin tumbuhan lain tidak miliki teman-teman. Edelweiss merupakan tumbuhan perintis di tanah vulkanik yang tandus, berbatuan pegunungan, dan lembah-lembah. Edelweiss dapat bertahan hidup di media yang miskin unsur hara karena bersimbiosis dengan mikoriza yang merupakan jamur yang berada di perakaran yang menambat nitrogen dan dekomposisi materi organik. Nutrisi dari mikoriza tersebut akan digunakan oleh Edelweiss untuk kelangsungan hidupnya. Edelweiss juga memiliki perakaran yang kokoh dan mampu menembus celah-celah bebatuan sehingga seringkali Edelweiss ditemukan pula di tebing-tebing curam dan tempat-tempat lain yang sulit dijangkau oleh tumbuhan lain.

 

Peran Edelweiss

Edelweiss tentunya memiliki manfaat ekologis yang turut menjaga kelangsungan ekosistem, diantaranya adalah:

  • Bunga sebagai sumber makanan bagi serangga-serangga tertentu diantaranya dari Ordo Hemiptera, Thysanoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Hymenoptera.
  • Kulit batang yang bercelah dan mengandung banyak air sebagai tempat hidup bagi beberapa jenis lumut dan lichen, seperti Cladinia calycantha, Cetraria sanguinea, dan sebagainya.
  • Ranting-ranting yang rapat memicu kedatangan burung Murai (Turdus ) untuk membuat sarang.
  • Akar yang muncul di permukaan tanah sebagai tempat hidup cendawan tertentu untuk membentuk mikoriza. Cendawan-cendawan tersebut akan mendapat oksigen dan tempat hidup, sedangkan Edelweis akan mendapat unsur hara dari cendawan. Hal ini menyebabkan Edelweis dapat hidup di tanah yang miskin hara.
  • Kajian ekologis: Edelweiss berperan sebagai pioner dalam revegetasi dan suksesi karena merupakan tanaman pertama yang tumbuh dan menghasilkan unsur-unsur hara sebagai media tumbuh tanaman lain. Edelweiss juga merupakan ‘cover corp’ atau tanaman penutup yang mampu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan sehingga meminimalkan resiko erosi

2-18

Status Konservasi Edelweiss

Teman-teman juga wajib tahu ya bagaimana status konservasi dua jenis Edelweiss Si Bunga Abadi ini. 😀

Status konservasi Anaphalis javanica: CR (Critically)status konservasi edelweis jawa

Status konservasi Lentopodium alpinum: Least concernstatus konservasi edelweis eropa

 Info: padang Edelweiss yang masih utuh dan terjaga berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat yang terhampar pada ketinggian 2700 mdpl dengan luas sekitar 50 hektar.
Gambar 3. Edelweiss di Daerah Pegunungan

Gambar 5. Edelweiss di daerah pegunungan

Permasalahan Edelweiss

Sebagai salah satu tumbuhan dari aneka ragam hayati di Indonesia, tentunya Edelweiss pasti memiliki suatu ancaman untuk keberlangsungan hidupnya. Mungkin faktor-faktor yang mengancam keberadaan Edelweiss memang tidak banyak, tapi ancaman ini akan semakin parah mengancam Edelweiss ini jika tidak ditanggulangi dari saat ini. Berikut faktor-faktor yang mengancam keberlangsungan hidup Edelweiss:

  1. Pengambilan bunga Edelweiss secara ilegal

Mengambil bunga tanpa memikirkan dampaknya dan memetik Edelweiss tanpa menanam lagi merupakan hal yang sering terjadi dan mungkin sudah jadi kebiasaan bagi beberapa orang para pendaki gunung. Daya simpan atau keawetan bunga Edelweiss yang mampu tahan lama tanpa mengalami kerusakan tentunya yang paling memicu orang-orang untuk memiliki bunga tersebut, apalagi bunga ini memiliki bentuk yang indah dan dapat dirangkai menjadi bouquets atau sebagai ornamen rangkaian bunga dan hiasan. Pengoleksi bunga Edelweiss pun mungkin sudah ada saat ini, mengingat keberadaan Edelweiss yang sudah lama pula. Perlu teman-teman ketahui bahwa bunga Edelweiss setelah dipetik beberapa kali tidak dapat menghasilkan benih dan akan segera mati.

  1. Maraknya perdagangan bunga Edelweiss di kawasan wisata
Gambar 4. Boneka Edelweiss

Gambar 6. Boneka Edelweiss

Eksploitasi Edelweiss dilakukan oleh penduduk sekitar untuk diperdagangkan khususnya Anaphalis javanica. Hal ini terkait dengan bunga A. javanica yang dapat dirangkai dan dibentuk menjadi bentuk boneka dan sebagainya untuk parcel atau kenang-kenangan bagi para pendaki gunung. Perdagangan bunga ini pun laris dan sangat mendukung untuk kehidupan ekonomi penduduk karena sebagian besar para pendaki gunung pasti membeli parcel bunga Edelweiss, terutama jika tidak dapat mengambil Edelweiss dari area pegunungan secara langsung.

  1. Adanya taman nasional yang membudidayakan Edelweiss

Saat ini telah ada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang membudidayakan bunga Edelweiss khususnya Leontopodium alpinum. Hal ini menyebabkan beberapa masyarakat dapat berpikiran bahwa keberadaan Edelweiss tidak akan terancam jika Edelweiss yang tumbuh di area pegunungan diambil atau dipetik karena telah ada taman nasional yang membudidayakannya. Perlu teman-teman ketahui bahwa ternyata pembudidayaan Edelweiss di TNBTS masih jauh dari harapan karena banyak bunga yang mati akibat pucuk daun dan bunga beku terkena embun.

Rencana aksi personal untuk konservasi Edelweiss

  1. Pembuatan bunga imitasi Edelweiss
Gambar7. Bouquete Edelweiss

Gambar 7. Bouquete Edelweiss

Seperti telah kita ketahui bahwa saat ini banyak jenis bunga asli yang dibuat oleh tangan manusia atau yang sering kita kenal dengan istilah bunga imitasi yang sebagian besar bentuknya sangat mirip dengan bunga aslinya. Nah, disini kita bisa membuat bunga imitasi Edelweiss sebagai salah satu action plan konservasi Edelweiss. Bunga imitasi ini nantinya yang akan diperdagangkan kepada masyarakat luas untuk menggantikan bunga Edelweiss yang asli. Rangkaian bunga imitasi Edelweiss pun dapat dibuat untuk bouquets, parcel, atau ornamen hiasan ruangan. Hal yang paling perlu diperhatikan disini adalah bunga imitasi Edelweiss harus sangat mirip dengan yang aslinya agar masyarakat tertarik untuk memiliki bunga Edelweiss imitasi tanpa harus memiliki bunga Edelweiss yang asli.

  1. Mouth to mouth ‘Edelweiss’

Action plan yang satu ini merupakan penyebaran informasi tentang bagaimana keberadaan Edelweiss saat ini dan mengapa kita perlu mengkonservasi Edelweiss lewat mulut ke mulut. Melalui mouth to mouth ini diharapkan dari satu orang yang mengetahui info ini nantinya akan menyebar ke masyarakat luas terutama para pendaki gunung dan pengoleksi bunga Edelweiss, tidak lupa pula ke penduduk sekitar area pegunungan habitat Edelweiss.

  1. Pemberian plang ‘Keep Edelweiss Here’ di area pendakian pegunungan habitat Edelweiss
Gambar 8. Contoh Plang

Gambar 8. Contoh plang keep Edelweiss

Plang ‘Keep Edelweiss Here’ ini bertujuan memberikan peringatan ke masyarakat sekitar dan para pendaki gunung agar menjaga Edelweiss tetap di habitat aslinya yaitu di area pegunungan tanpa mengambil bunga tersebut. Plang ini dilengkapi dengan informasi tentang bagaimana keberadaan Edelweiss saat ini atau secara singkatnya adalah status konservasi Edelweiss dan tidak lupa pula mengapa kita perlu mengkonservasi Edelweiss. Action plan pemberian plang ini tentunya diperlukan kerja sama dengan pihak area pendakian pegunungan, jadi terlebih dahulu perlu diberitahukan info tentang Edelweiss kepada pihak tersebut.

  1. Penggalangan dana sukarela untuk konservasi Edelweiss

Penggalangan dana sukarela ini ditujukan untuk penduduk sekitar dan para pendaki gunung. Dana sukarela ini akan dikelola oleh satu orang yang nantinya akan digunakan untuk membeli kamera dan alat cetak foto guna jasa foto para pendaki gunung bersama Edelweiss. Foto ini nantinya akan diberikan kepada para pendaki gunung untuk kenang-kenangan kebersamaan dengan bunga Edelweiss dan tentunya jasa foto ini dikenakan charge untuk pendapatan ekonomi penduduk sekitar. Jasa foto ini menjadi salah satu pengganti usaha dagang parcel bunga Edelweiss yang dilakukan oleh penduduk sekitar sehingga diharapkan dengan adanya usaha pengganti ini, penduduk sekitar tidak memperdagangkan bunga Edelweiss lagi dan kelangsungan hidup Edelweiss akan tetap terjaga.

Gambar 9. Foto pendaki bersama Edelweiss

Gambar 9. Foto pendaki bersama Edelweiss

Dana sukarela yang masih sisa nantinya dapat diberikan kepada balai atau taman nasional yang turut berperan dalam upaya konservasi Edelweiss. Action plan yang satu ini tentunya diperlukan persetujuan terlebih dahulu dengan penduduk sekitar dan pihak area pendakian pegunungan ya.

  1. Penelitian untuk pembiakkan Edelweiss

Penelitian tentunya menjadi salah satu action plan yang sudah seharusnya dapat dilakukan oleh mahasiswa biologi untuk upaya konservasi Edelweiss. Tentunya diperlukan terlebih dahulu pengetahuan tentang bagaimana fisiologi tumbuhan dan hal-hal yang berkaitan dengan budidaya Edelweiss. Pengetahuan yang diperoleh tersebut nantinya wajib dikembangkan menjadi wujud nyata upaya pembudidayaan Edelweiss melalui sebuah penelitian. Namun, tanpa pengetahuan lengkap tentang Edelweiss, penelitian pun seharusnya tetap dapat berjalan lewat pengetahuan secara umum tentang tumbuhan.

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu output yang bermanfaat untuk konservasi Edelweiss baik secara langsung maupun tidak langsung. Output ini nantinya akan dishare ke masyarakat luas agar upaya konservasi Edelweiss dapat tersebar luas dan turut dilaksanakan oleh masyarakat. Penelitian ini juga diharapkan dapat memicu para mahasiswa untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang Edelweiss atau tumbuhan lainnya. Contoh penelitian yang dapat dilakukan diantaranya pembiakan Edelweiss secara vegetatif misalnya setek atau pembiakan dengan kultur jaringan, metode riset ekologi guna memperoleh area-area pegunungan lain yang optimal untuk pembudidayaan Edelweiss, distribusi penyebaran dan kerapatan Edelweiss di area pegunungan, dan pemetaan letak Edelweiss untuk mengetahui potensi sumber dayanya.

 

GEFPerlu teman-teman ketahui pula bahwa Edelweiss juga telah digunakan untuk pemberian nama Foundation yaitu Green Edelweiss Foundation (GEF) yang merupakan sebuah Foundation yang bergerak dan peduli terhadap lingkungan demi kelangsungan hidup bumi. Pemberian nama menggunakan Edelweiss ini merupakan salah satu wujud aksi agar masyarakat luas mengetahui adanya keberadaan Edelweiss, meskipun foundation ini tidak secara khusus bertujuan untuk konservasi Edelweiss, tapi kita harus turut berbangga dengan adanya keberadaan foundation ini, yang kita perkirakan penggunaan nama Edelweiss ini karena bunga Edelweiss melambangkan keabadian, ketulusan, dan pengorbanan. Semoga melalui keberadaan Foundation ini, Edelweiss dapat semakin dikenal dan senantiasa diingat oleh masyarakat luas.

Aufnaeher_Edelweiss.2

Akhir kata.. Bagi teman-teman yang telah mengenal bunga Edelweiss ini wajib untuk turut serta dalam upaya konservasi Edelweis ya. 😀

leontopodium-alpinum-1

Sumber:

http://www.iucnredlist.org/

http://www.green-edelweissfoundation.org/

http://news.detik.com/read/2014/11/02/133325/2736584/475/perdagangan-edelweis-di-gunung-bromo-dikecam-bagaimana-tnbts

http://surabaya.tribunnews.com/2012/10/02/tnbts-bangun-taman-edelweis-di-gunung-semeru

Aliadi, A., Zuhud, E. A. M., dan Djamhuri, E. 1990. Kemungkinan Penangkaran Edelweis (Anaphalis javanica (Bl.) Boerl.) dengan Stek Batang. Media Konservasi. III (1): 37-45.

Didik Wahyudi. Distribusi dan Kerapatan Edelweis (Anaphalis javanica) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Hasil Penelitian)


7 responses to “Edelweiss: Keep Still Be an Everlasting Flower”

  1. santha21 says:

    wahh, indah sekali bunga edelweiss, harus tetap kita lestarikan inii!! okee, pastinya saya turut membantu plestariann buga edelweiss, semangat lala,,

  2. Katonraga says:

    SipSip lala :)… . .info dan aksi plan yang sangat menarik dengan terfokus pada bunga yang sangat tinggi peminatnya karena kecantikan bunga Edelweis (Anaphalis javanica) yang hanya didataran tinggi dapat dinikmati, o ya merujuk dari aksi plan anda, benarnya seberapa besar tingkat ekspoitasi yang dapat mengancam keberadaan bunga ini di alam bebas??? dan apakah pembatasan berupa peraturan yang dibuat untuk mengambil bunga edelweis memberikan dampak negatif bagi perekonomian masyarakat sekitar yang berpenghasilan dari bunga tersebut??? Terimakasih 🙂

  3. dennamesselia says:

    aku baru tahu ada bunga Edelweiss dari Jawa, nice info, la..,and good action, semoga action plan kamu terealisasi ^^

  4. ancilla says:

    okee santhaa.. Semangat juga untuk keikutsertakan santha dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati!! 😀
    Kalau untuk tingkat eksploitasi sebenarnya belum ada yang terukur katon, tapi sudah banyak terjadi perdagangan bunga Edelweis khususnya oleh para penduduk sekitar untuk penunjang ekonomi mereka, nah jadi aku rencana aksinya cari pengganti usaha untuk penunjuang ekonomi mereka dengan cara penggalangan dana sukarela itu untuk usaha jasa foto jadi penduduk sekitar tidak kehilangan usaha. Nantinya pembagian area foto dapat dibagi-bagi per penduduk jadi tidak saling berebut. Mungkin nantinya kalau sudah ada ide pengganti usaha ini, semoga para penduduk mempunyai ide usaha lain yang tentunya tanpa unsur perdagangan Edelweiss secara langsung.. Penduduk juga harus diberi penyuluhan dulu tentang bagaimana keberadaan Edelweiss saat ini dan alasan mengapa perlu dikonservasi. 😀
    Ditambah pula untuk eksploitasi beberapa pendaki gunung yang memetik secara bebas bunga Edelweiss dalam jumlah yang cukup banyak tanpa memikirkan dampaknya. Jika memetik dalam jumlah sedikit dan kemudian menanamnya kembali di sekitar Edelweiss mungkin masih dapat ditoleransi, namun alangkah baiknya jika kita berusaha untuk tidak memetik bunga Edelweiss tersebut 😀

  5. ancilla says:

    Aku juga baru tau Denna kalau ternyata Edelweiss itu ada 2 jenis. 😀
    Terima kasih Denna… 🙂 Amin.. Semoga action plan Denna juga dapat terlaksana yaa..

  6. wah, good planning La. 😀
    bener2 ngga kepikiran ak soal buat bunga imitasi. planning yg penggalangan dana boleh bgt itu, apalagi sekarang pada narsis. hehehe
    jadi peluang “bisnis konservasi” hehe

  7. ancilla says:

    iyaa anin, bener banget, foto2 peluang yang cukup menjanjikan sekarang 😀 bisa jadi untuk menambah ekonomi penduduk sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php