ameliapergiwa

Bima, Potensi Penghasil “Pelengkap Cita Rasa”

Posted: March 7th 2016

Pada kawasan pantai yang landai di Kota Bima banyak dikelola oleh masyarakat untuk memproduksi garam. Banyak masyarakat yang memilih usaha produksi garam antara lain karena biaya investasi lahan dan peralatan serta ongkos produksinya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh kebanyakan masyarakat lokal. Selain itu, usaha produksi garam tradisional ini memiliki resiko yang juga lebih kecil dibandingkan dengan usaha tani. Hamparan lahan produksi garam tradisional yang luas dapat dilihat di lahan pantai sekitar Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima. Usaha garam rakyat yang intensif dapat dijumpai di Kecamatan Bolo dan Woha, Kabupaten Bima. Pembuatan garam di Bima umumnya menggunakan sistem penguapan air laut dengan memanfaatkan sinar matahari (Solar Evaporation). Luas kepemilikan lahan garam umumnya kurang dari 1 hektar/petani dengan total produksi sekitar 10-15 ton garam kasar per tahun. Melihat potensi garam tersebut, pada tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Bima menjalin kerjasama dengan The Micrononutrient Initative, organisasi nirlaba yang berbasis di Otawa, Kanada, membantu … Read more


Hello world!

Posted: March 7th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php