Alphonsus Yospy Guntur D

Potensi “Baramundi” sang Predator

Posted: April 3rd 2016

Ikan kakap merupakan ikan predator yang biasanya hidup di laut, muara sungai, dan danau. Jenis ikan kakap di Indonesia sangat banyak. Dari begitu banyak ikan jenis ikan kakap di Indonesia ada tiga suku yang cukup dikenal oleh masyarakat, yakni suku Lutjanidae, Labotidae, dan Centropomidae. Ketiga suku ikan kakap ini hidup di alam yang berbeda-beda. Suku Lutjanidae habitatnya di air laut, suku Labotidae habitatnya hidup di air payau, dan suku Centropomidae memiliki habitat yang luas yaitu dapat hidup di air laut, payau, dan tawar. Nah, saat ini saya akan membahas tentang ikan kakap putih (Lates calcalifer) yang termasuk suku Centropomidae dengan taksonominya :
Phyllum : Chordata
Sub phyllum : Vertebrata
class : Pisces
Subclass : Teleostei
Ordo : Percomorphi
Family : Centroponidae
Genus : Lates
Species : Lates calcarifer

A. Bioekologi
Ikan kakap putih (Lates calcalifer) atau sering disebut Baramundi merupakan ikan yang buas. Ikan ini dikatakan buas dapat dilihat dari mulutnya yang lebar dengan gigi halus yang tajam. Rahang bawah ikan ini lebih maju dibandingkan rahang atasnya. Itu membuktikan bahwa ikan kakap putih ini pemakan daging atau karnivora.
barramundibaramundi 2

B. Potensi dan Pemanfaatan
Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) atau lebih dikenal dengan nama Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Produksi ikan kakap di indonesia sebagian besar masih dihasilkan dari penangkapan di laut dan hanya beberapa saja diantaranya yang telah dihasilkan dari usaha pemeliharaan (budidaya). Harga jual yang tinggi dan tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan ini tinggi, maka ikan kakap putih sangat berpotensi untuk dikembangkan dan dibudidayakan.
Ikan kakap putih selama ini dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan bagi masyarakat. Selain dagingnya yang enak dan renyah, ikan kakap putih ini juga mengandung protein yang tinggi yang diperlukan bagi tubuh.

C. Permasalahan
Permasalahan untuk mengembangkan potensi budidaya ikan kakap putih ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik kondisi lingkungan, tempat budidaya, dan pengetahuan masyarakat tentang budidaya ikan buas ini. Salah satu faktor yang menghambat perkembangan usaha budidaya iakn kakap di Indonesia adalah masih sulitnya pengadaan bibit secara kontinyu dalam jumlah yang cukup karena sampai saat ini belum ada hatchery khusus yang melakukan pembenihan kakap putih sehingga untuk melakukan peningkatan potensi budidaya ikan kakap putih menjadi terhambat dan sulit untuk berkembang.
D. Mengatasi permasalahan
Di Provinsi Lampung, Untuk mengatasi masalah benih, Balai Budidaya Laut Lampung bekerja sama dengan FAO/UNDP melalui Seafarming Development Project INS/81/008 dalam upaya untuk memproduksi benih kakap putih secara massal. Dalam upaya pengembangan budidaya ikan kakap putih di indonesia, telah dikeluarkan Paket Teknologi Budidaya Kakap Putih di Karamba Jaring Apung.kakap-putih-e1443177442614


One response to “Potensi “Baramundi” sang Predator”

  1. linceriasitohang says:

    tulisan yang bagus 🙂 baru tau ternyata ikan kakap putih termasuk ikan katadromus, hmm.. tulisan ini akan lebih bagus jika ditambahkan kandungan nutrisi ikan kakap putih dan harga jual per kg nya. skornya 80 yah terimakasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php