Alphonsus Yospy Guntur D

potensi si “cokelat” dari ujung selatan Sumatera

Posted: March 3rd 2016

Provinsi Lampung, siapa yang tidak tau dengan Provinsi paling Selatan Pulau Sumatera ini. Dengan luas kurang lebih 3.528.835 ha, provinsi lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam, prospektif, dan dapat diandalkan. Salah satunya tanaman coklat atau kakao. Provinsi Lampung merupakan daerah potensial untuk pengembangan komoditas kakao karena sumber daya alam dan kondisi sosial budaya yang mendukung serta luas areal perkebunan kakao yang cenderung mengalami peningkatan. Hingga saat ini, hamper di seluruh kabupaten yang ada di provinsi Lampung sudah terdapat perkebunan kakao walaupun perkebunan tersebut masih milik pribadi warga. Salah satunya kabupaten Tanggamus dan Pringsewu yang merupakan salah satu andalan sebagai daerah yang strategis sebagai pengembang kakao dengan luas lahan yang telah digunakan sebesar 14.598 ha. Hal ini disebabkan karena kontur tanah di daerah ini amat mendukung pengembangan komoditas kakao. download
Nah, sebelumnya kita akan mencari tahu apa dan berasal dari mana sumber daya alam yang satu ini, yang telah menjadi salah satu komoditas utama di provinsi Lampung.
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Serikat, namun sekarang di tanam di berbagai kawasan tropika seperti iklim di Negara kita, Indonesia. Dari kakao ini akan dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kakao merupakan tumbuhan tahunan berbentuk pohon yang dapat mencapai ketinggian 10 m. meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya tidak dibuat tidak lebih dari 5 m tetapi dengan tajuk menyamping dan meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif sehingga buah dan biji kakao yang dihasilkan dapat lebih banyak. Biji kakao memiliki banyak manfaat yaitu sebagai bahan utama pembuatan bubuk kakao (cokelat) yang merupakan bahan pembuatan kue, es krim, makanan ringan, susu, dan lain-lain. download (2)
Di Indonesia, biji kakao merupakan salah satu komoditas perdagangan yang punya peluang untuk dikembangkan dalam rangka usaha memperbesar/meningkatkan devisa negara serta penghasilan petani kakao. Produksi kakao di Indonesia secara signifikan terus meningkat dan Lampung merupakan salah satu provinsi penyumbang produksi kakao di Indonesia.
Kakao di provinsi Lampung tertama Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu mempunyai andil sebagai penghasil pendapatan petani, menciptakan lapangan petani, mendorong pengembangan agribisnis dan agroindustry, serta pengembangan wilayah sehingga dapat menjadi aset penghasilan daerah. download (1)
Dalam rangka memperbesar peningkatan produksi dan produktivitas kakao sebagai sumber daya alam yang harus di pertahankan, pemerintah pun turut serta mengucurkan dana Tugas Pembantuan (TP) yang secara khusus dialokasikan untuk peremajaan tanaman kakao. Peremajaan kakao dilakukan sebagai suatu upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian tanaman kakao yang sudah tidak produktif (tua/tusak) dengan tanaman kakao baru baik secara keseluruhan maupun bertahap dengan menerapkan inovasi teknologi. Dengan begitu, penghasilan kakao provinsi Lampung tiap tahun meningkat. Berdaarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Lampung, produksi kakao tahun 2009 yaitu 3,996 ton/tahun meningkat menjadi 27.846 ton/tahun pada tahun 2013. Peningkatan yang signifikan bukan?? Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya kakao dapat maksimal serta dapat mensejahterakan petani kakao dan meningkatkan penghasilan daerah, namun tetap dilakukan peremajaan dan perawatan yang baik. Semoga sumber daya kakao akan terus meningkat dan dapat dipertahankan…!!!!


11 responses to “potensi si “cokelat” dari ujung selatan Sumatera”

  1. septiapuspitasari says:

    Sajian yang sangat menarik untuk dibaca, informasinya juga bermanfaat. Semoga kerjasama yang telah terjalin antara pemerintah dan masyarakat berjalan terus sehingga semua yang terlibat dpt mendapatkan bagian yang rata untuk keberlanjutan hidup dan kesejahteraan bersama

  2. Gusti Ayu Putri A says:

    Wah membaca jdulnya langsung terbayang cokelat2 😀
    Saya mau bertanya apakah ada ancaman yg dpt menyebabkan kakao ini akan berkurang ketersediaannya ?

    • alphonsusyospy says:

      ancaman hama pasti ada namun para petani dengan bantuan pemerintah sudah menanggulangi dengan insektisida yang tersedia dan yang pasti perwatan yang rutin sehingga hama berkurang dan hasil pun meningkat..

  3. Neil Dewantara says:

    nah ini buah yang hasil olahannya sangat menggoyang lidah, apakah bantuan pemerintah hanya terbatas pada peremejaan tanaman kakao?

    • alphonsusyospy says:

      sebnarnya tidak hanya sbatas itu saja.. saat ini pemerintah sedang mengushakan untuk pembuatan perkebunan PTPN khusus tanaman kakao di kabupaten pringsewu untuk menigkatkan produksi kakao.. semoga hal itu dapat terwujud sehingga perkebunan kakao lbih teratur dengan adanya PTPN

  4. marshalino0103 says:

    semoga komoditas coklat indonesia dapat menyaingi komoditas coklat luar negri… amin

  5. Ganang Madyasta says:

    Mantaabb, sudah ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat…. Semoga bisa terjaga dan optimal hasil serta pemanfaatannya…

  6. bogo6013 says:

    coklat sudah menjadi rasa yang wajib dalam suatu makanan ringan. tak heran jika banyak permohonan pasokan coklat. trims untuk infonya bang yospy..

  7. ayushantyhapsary says:

    informasi yang menarik yaah .. karena di Blitar pun terdapat juga kabun coklat. dimana perkebunan tersebut juga dijadikan sebagai tempat wisata keluarga. wisata tersebut dinamai dengan Kampung Coklat. seandainya berkesempatan ke Blitar bisa deh bang jalan – jalan ke sana … heheheh.. ditunggu di Blitar ! 🙂

  8. Berliani Christy says:

    Melihat potensi kakao yang dimiliki daerah Lampung ini,sungguh mengagumkan melihat peningkatan hasil produksi yang terjadi… semoga daerah Lampung juga semakin mengembangkan sayap dalam dunia Industri kakao sehingga dapat memaksimalkan potensi alam yang khas ini, sehingga dapat semakin menyejahterakan masyarakat lokal dan meningkatkan devisa negara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php