Alphonsus Yospy Guntur D

Aku pun Butuh tempat Untuk Hidup Nyaman..!!!

Posted: December 5th 2015

Kembali ke blog saya yang kali ini lagi-lagi membicarakan tentang si mamalia besar Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Namun kali ini, saya akan lebih membahas tentang permasalahan yang dialami Gajah Sumatera dan action plan yang akan dilakukan.
Gajah Sumatera dengan nama latin Elephas maximus sumatranus merupakan hewan mamalia darat besar yang berada di pulau sumatera. Spesies ini merupakan spesies endemik sumatera yang dilindungi oleh pemerintah karena populasinya semakin lama semakin menurun. Secara internasional, Gajah Sumatera dikategorikan dalam appendix 1 oleh Conservation on International Trade of Endangered Fauna dan Flora (CITES) dan pada bulan November 2011, International Union Conservation of Nature (IUCN) memasukkan Gajah Sumatera dalam red book list sebagai satwa yang terancam punah.
Gajah-di-kawasan-Mandau
Sebagai upaya perlindungan, pemerintah Indonesia menetapkan beberapa kawasan konservasi sebagai habitat utama gajah dan secara umum untuk perlindungan keanekaragaman hayati dikeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Walaupun satwa ini tergolong dalam prioritas konservasi yang tinggi, nyatanya hingga saat ini populasi Gajah Sumatera terus mengalami penurunan. Laju pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Pulau Sumatera khususnya di Lampung, secara langsung telah memberikan pengaruh yang signifikan pada terjadinya pengurangan populasi Gajah sumatera di alam.
Dampak pengurangan terbesar pada keberadaan populasi Gajah Sumatera selain adanya perburuan, juga disebabkan oleh semakin berkurangnya luasan habitat gajah. Pulau Sumatera menampung populasi gajah yang signifikan, namun dalam 25 tahun terakhir pulau Sumatera telah kehilangan dua per tiga hutan dataran rendahnya. Tingginya alih fungsi hutan yang dijadikan lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman menyebabkan gajah hidup pada habitat yang terfragmentasi diantara wilayah yang didominasi manusia. Habitat Gajah Sumatera berubah menjadi perkebunan monokultur seperti singkong dan jagung, meningkatnya pertumbuhan populasi manusia, dan pembangunan jalan. hal ini menyebabkan wilayah jelajah gajah menjadi sempit dan terjebak dalam hutan yang tidak cukup untuk menyokong kehidupan gajah jangka panjang karena satwa ini memiliki daerah jelajah yang terdeterminasi dan luas mengikuti ketersediaan makanan, tempat berlindung, dan berkembang biak. Dengan daerah jelajah (home range) yang sempit menimbulkan kecenderungan gajah keluar dari habitat aslinya, sehingga gajah juga dapat melakukan pengrusakan terhadap perumahan dan perkebunan bahkan serangan terhadap manusia. Faktor inilah yang menjadinya konflik antara manusia dengan gajah.
gajah-mati-karena-ranjau

saat_pertamakali_sadar_dari_pingsan_jadi_tontonan_warga_sekitar_24862
Konflik antara manusia dengan gajah yang terjadi di wilayah Taman Nasional Way Kambas, Lampung merupakan masalah penting dan menjadi ancaman serius bagi konservasi Gajah Sumatera. Interaksi negatif ini berpotensi merusak tujuan jangka panjang keanekaragaman hayati karena masyarakat mengekspresikan kemarahan dengan melakukan perambahan hutan lindung, perburuan gajah dengan dibunuh, diracun, dan penggunaan sumber daya yang berlebihan sehingga populasi gajah terus mengalami penurunan.
Nah, sebagai mahasiswa biologi, setelah lulus nanti saya ingin membuat suatu rencana aksi konservasi untuk Gajah Sumatera ini karena melihat konflik yang semakin sering terjadi antara manusia dan gajah. Pertama, saya ingin bekerjasama dengan Taman Nasional Way Kambas, Lampung untuk mempertahankan luasan kawasan Taman Nasional yang tersedia agar tidak terjadi perambahan kawasan menjadi perkebunan. Tentunya aksi ini pun perlu kerjasama dengan pihak Pemda Lampung Timur selaku Pemda Setempat. Kedua, saya ingin mengadakan penyuluhan kepada siswa di sekolah SD, SMP, SMA hingga masyarakat sekitar Taman Nasional Way Kambas tentang betapa pentingnya memlestarikan Gajah Sumatera dan habitatnya. Penyuluhan ini bertujuan agar Gajah-gajah liar yang berada di sekitar pemukiman dan taman nasional tetap terjaga. Ketiga, perlunya berkordinasi dengan polisi hutan untuk menambah pesonil demi menjaga daerah perbatasan Taman Nasional Way Kambas dengan pemukiman warga agar kelompok gajah terus terpantau. Keempat, Gajah liar yang memasuki pemukiman di tangkap kemudian di masukkan ke Pusat Pelatihan Gajah Taman Nasional Way Kambas agar gajah-gajah terlatih dan dapat terkontrol. Kelima, penanaman tumbuhan-tumbuhan yang menjadi sumber makanan gajah dan perbaikan lokasi Taman Nasional. Hal ini bertujuan agar kebutuhan makanan gajah tercukupi sehingga gajah tidak masuk ke dalam pemukiman warga untuk mencari makanannya.
Harapan dari rencana aksi ini adalah agar tidak ada lagi terjadinya konflik antara gajah dengan manusia dan dapat hidup saling berdampingan tanpa saling merasa terganggu dan tidak ada lagi korban manusia maupun gajah yang mati sehingga populasi gajah dapat terjaga. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam konservasiā€¦.!!!

referensi :
IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). 2012. IUCN Red List Endarged Species. http://www.iucnredlist.org/search. 4 Desember 2015
Setiawan, A. Darmawan, A. 2012. Perilaku Menggaram Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way KAmbas. Jurnal Tengkawang 2(1) : 1-9


11 responses to “Aku pun Butuh tempat Untuk Hidup Nyaman..!!!”

  1. elvinadea says:

    Ternyata selama ini pertikaian antara gajah liar dan masyarakat di sekitar Way Kambas menimbulkan dampak yang memprihatinkan dan menyebabkan penurunan jumlah populasi gajah Sumatera. Saya sangat setuju dengan rencana aksi Saudara. Semoga dengan aksi konservasi tersebut dapat mengurangi angka kematian gajah Sumatera. Goodluck! šŸ˜€

  2. donnyfranklyn says:

    Waw kasihan sekali ya menjadi salah satu hewan berbadan besar, kalau sudah begitu harus melakukan apa lagi jika menjadi gajah. Yang hanya di lakukannya cuma bisa berpasrah diri saja dan berdoa hahaha. Yayaya aku sangat mendukung dan setuju dengan action plan yang sudah di buat, semoga dengan kamu membuat rencana ini. Populasi gajah tidak akan punah di masa yang akan datang, agar anak cucu kita masih dapat melihat hewan besar dan pintar ini hahahaha. amiiinn

  3. Bayu Sri Kunjono says:

    dalam rencana konservasi ada mungkin harus ada peran serta dari pihak lain atau pemerintah setempat untuk mengatur peraturan pidana supaya manusia tidak seenaknya membunuh gajah sumatra dan supaya ada efek jera untuk pembunuh gajah.

  4. monicatri says:

    Sangat miris sekali melihat foto gajah yang dipotong belalainya karena perburuan liar yang hanya mementingkan kepentingan dan keegoisan manusia tanpa melihat dampak kedepan yang akan terjadi. Semoga action yang anda buat berhasil sehingga populasi gajah masih dapat terselamatkan, sehingga anak cucu kita masih dapat melihat langsung dan tidak hanya dari cerita-cerita belaka saja.

  5. fennylc says:

    Saya setuju dengan rencana aksi saudara. Perburuan yang dilakukan sungguh tidak berperikehewanan, membunuh satwa dengan cara yang sangat kejam hanya untuk diambil gadingnya. Selain pemberian sanksi tegas dan berat, pengawasan secara ketat terhadap habitat gajah Sumatera juga perlu dilakukan agar hal seperti yang telah jabarkan di atas tidak terulang lagi.

  6. Orta Yudhistira says:

    sangat tepat aksi yang saudara lakukan terhadap konservasi gajah tersebut, namun sepertinya akan lbih baik jika aksi anda juga ditambahkan dengan menguak mafia mafia yang mengeruk keuntungan dari gajah tersebut agar dapat ditindak lanjut oleh yang berwajib.

  7. septiapuspit says:

    berat nih kayanya solusinya, tapi bagus untuk menekan perburuan liar yang semakin meluas dan membabi buta. semoga rencana yang dibuat dapat terealisasi dengan baik

  8. lince says:

    Sy mendukung rencana aksi anda dalam perlindungan hewan langka ini. SELAMATKAN GAJAH (YES)

  9. agustinuscandra says:

    Penyuluhan kepada masyarakat luas terutama dimulai dari kecil seperti anak SD dapat menumbuhkan rasa percaya diri maupun rasa memiliki untuk melindungi spesies yang terancam punah seperti gajah lampung ini. Sebaiknya kita terus menyebarkan informasi menarik kepada anak-anak sehingga kelak anak-anak inilah yang akan meneruskan aksi konservasi yang telah kita buat.

  10. Ryan Febri says:

    aksi perburuan terhadap satwa ini harus segera dihentikan tentu butuh keseriusan dan komitmen dari berbgai pihak terutama pemerintah untuk melestarikan gajah sumatera

  11. ayusuraduhita says:

    SUKSES TERUS YAA PAK YOSPIIII !!! LANJUTKAN AKSIMU!!! TETAP KOMITMEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php