Alfonsa Cindy Maranatha Wijaya

Let’s Save Our Coast!

Posted: December 3rd 2015

Kawasan pantai selalu menjadi pilihan objek wisata bagi kebanyakan  masyarakat. Kemajuan di bidang pariwisata dan publikasi obejek wisata pantai telah berkontribusi meramaikan kawasan pantai. Akan tetapi, beberapa hal berikut ini akan memberikan tekanan yang dapat mengancam kelestarian ekosistem pantai, seperti dengan pembangunan fasilitas rekreasi, hotel, pengembangan permukiman penduduk yang semakin mendekati kawasan pantai, dan pemanfaatan lahan pasang  surut untuk budidaya tambak yang terkadang justru tidak memperhatikan kelestarian ekosistem. Ekosistem yang rusak dan tidak terawat dengan baik, dan abrasi pada kawasa pantai tentunya juga akan mengganggu kelangsungan hidup flora dan fauna yang biasa tinggal di kawasan pantai.Wilayah tepi pantai yang rusak akibat abrasi akan menyebabkan organisme yang biasa hidup di tempat itu akan berpindah ke lokasi yang lebih ‘aman’. Selain mengganggu hidup flora dan fauna pantai, abrasi juga dapat menyebabkan permukiman penduduk terhantam oleh ombak. Abrasi juga akan mengurangi luas daratan sehingga luas pulau akan berkurang karena titik pantai akan bergerak … Read more


Kakatua Kecil Jambul Kuning : Si Cantik yang Semakin Terancam Keberadaannya

Posted: September 6th 2015

Apa yang kita pikirkan saat mendengar tentang burung kakatua? Mungkin pikiran kita akan melayang ke masa kanak-kanak kita , di mana kita sering mendengar lagu burung kakatua. Burung ini terdiri dari berbagai macam jenis, salah satu jenisnya adalah kakatua kecil jambul kuning atau Cacatua sulphurea. Burung ini warna bulunya putih, dengan jambul yang berwarna kekuningan. Burung Kakatua kecil jambul kuning kecil ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Burung ini termasuk ke dalam burung paruh bengkok. Burung ini habitat aslinya adalah hutan,  dan biasanya memakan buah-buahan dan biji-bijian. Sepintas Cacatua sulphurea ini memang mirip dengan kakatua jambul kuning (Cacatua galerita), akan tetapi tentu saja ukurannya lebih kecil daripada Cacatua galerita. Cacatua sulphurea memiliki berat badan  di bawah 450 gram, sedangkan Cacatua galerita beratnya jauh lebih besar, yaitu sekitar 800 gram. Selain perbedaan berat tubuh, jika dilihat-lihat, Cacatua sulphurea memiliki warna semburat kekuningan pada bagian pipinya, sedangkan Cacatua galerita  pipinya tidak bersemburat … Read more


Menganalisis Keragaman Mikrobia dengan Pendekatan Molekuler

Posted: August 29th 2015

Seperti yang telah kita ketahui, mikrobia terdiri dari berbagai banyak jenis yang sifatnya  culturable  dan  non- culturable.  Mikrobia yang sifatnya culturable  hanya mewakili sebagian kecil dari populasi total bakteri, selebihnya bersifat non-culturable. Keanekaragaman komunitas mikrobia penting untuk dipelajari supaya kita dapat benar-benar mengerti bakteri yang masih ada dan yang sudah punah, dan agar kita dapat memahami sifat-sifat dan kegunaan dari bakteri tersebut. Organisme prokariot merupakan organisme yang susah untuk diklasifikasikan. Hanya sebagian kecil dari  mikrobia yang sudah dikarakterisasi dan dinamai, karena memang hanya sebagian kecil komunitas bakteri yang bisa dikulturkan. Metode yang digunakan untuk mengklasifikasi mikrobia biasanya bersifat konvensional, seperti pengecatan Gram dan pengamatan morfologi bakteri, plate count, metode biokimia, dan sebagainya. Metode-metode ini dirasa masih memiliki kelemahan, di antaranya adalah, metode tersebut hanya dapat digunakan untuk mikrobia yang sifatnya culturable, padahal seperti yang kita ketahui, sebagian besar mikrobia justru bersifat unculturable. Metode yang tidak melibatkan kultivasi kemudian menjadi alternatif … Read more


Hello world!

Posted: August 19th 2015

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php