Alexander Pungky Harjanto

Marka Molekuler, dari Unggulannya Tanaman Unggulan

Posted: May 13th 2014

Ilmu pengetahuan telah berkembang sangat pesat. Pada awal tahun 1980-an, ditemukan teknologi molekuler yang berbasis pada DNA. Marka molekuler merupakan alat yang sangat baik bagi pemulia dan ahli genetik untuk menganalisis genom tanaman. Marka molekuler dapat diartikan pula sebagai upaya untuk membedakan karakteristik tanaman pada tingkat gen. Marka molekuler ini berfungsi untuk memonitor variasi susunan DNA di dalam suatu spesies. Marka molekuler ini juga dapat merekayasa sumber baru variasi genetik dengan mengintroduksi karakter-karakter yang baik. Marka molekuler ini dapat berfungsi pula dalam menentukan varietas unggulan yang ingin digunakan dalam memilih persilangan baru, sehingga kedepannya kita dapat menemui varietas-varietas unggulan baru yang tentunya menguntungkan. Ada pula manfaat lain dengan adanya Marka Molekuler ini, yaitu identifikasi galur-galur dengan bantuan marka molekuler bermanfaat dalam analisis sidikjari (fingerprinting). Teknologi ini menjadi penting karena cakupannya dalam bidang genetika sehingga  dapat melindungi hak kekayaan intelektual varietas temuannya tidak hanya teridentifikasi secara anatomi namun juga secara genetika.

Langkah awal pelaksanaan marka molekuler adalah mengambil bagian tanaman, biasanya berasal dari daun muda. Kemudian diisolasi DNAnya dan dicari bagian yang khas/mewakili karakter unggul pada tanaman. Biasanya DNA yang diisolasi kemudian akan dihubungkan dengan bank data genetika, untuk mengidentifikasi gen dan menduga karakter yang diekspresikan. Melalui marka molekuler maka kepemilikan varietas akan diketahui dengan identitas tanamannya secara spesifik dalam bentuk gambar atau karakter gen. Informasi tersebut menjadi data pendukung deskripsi fisik yang diperoleh dari hasil observasi langsung di lapangan. Marka molekuler menjadi penting karena karakter tanaman pada dasarnya hasil interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan, sehingga tanaman yang pada dasarnya masih satu jenis menjadi dapat berbeda secara fisik karena perbedaan perlakukan atau lingkungan. Oleh sebab itu para produsen benih dapat mempertimbangkan untuk menggunakan marka molekuler sebagai penanda dari bahan tanaman yang diklaim karena dapat bermanfaat dalam klaim hak kepemilikan sebuah temuan varietas. Jenis marka molekuler pada tanaman ada dua yaitu penanda yang berdasarkan teknik PCR dan yang tidak berdasarkan teknik PCR. Penanda molekuler yang berdasarkan teknik PCR antara lain RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan SSR (Simple Sequence Repeats). Sedangkan Penanda molekuler yang tidak berdasarkan teknik PCR hanya ada satu jenis yaitu RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphisme). Setiap penanda molekuler memiliki teknik yang berbeda-beda baik dalam hal jumlah DNA yang dibutuhkan, dana, waktu, prosedur pelaksanaan, tingkatan polimorfisme dan pengujian secara statistik.


2 responses to “Marka Molekuler, dari Unggulannya Tanaman Unggulan”

  1. lidia says:

    informasi yang menarik

    happy bloging 🙂

  2. sautbarcio says:

    info yang menarik..
    fungsi marka molekuler banyak juga ya
    #KeepBloging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php