agungprayogo

Gajah Sumatera: Please… Save Us!!!

Posted: December 5th 2014

Gajah Sumatera (Elephas maximus) saat ini, terutama seluruh gajah Asia dan sub-spesiesnya, termasuk satwa terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam punah yang keluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia –IUCN, termasuk Gajah Sumatera. Di Indonesia, Gajah Sumatera juga masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan diatur dalam peraturan pemerintah yiatu PP 7/1999 tentang Pengawetaan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Masuknya Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) dalam daftar tersebut disebabkan oleh aktivitas pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, serta pembunuhan akibat konflik dan perburuan. Perburuan biasanya hanya diambil gadingnya saja, sedangkan sisa tubuhnya dibiarkan membusuk di lokasi. Gajah Sumatera merupakan ‘spesies payung’ bagi habitatnya dan mewakili keragaman hayati di dalam ekosistem yang kompleks tempatnya hidup. Artinya konservasi satwa besar ini akan membantu mempertahankan keragaman hayati dan integritas ekologi dalam ekosistemnya, sehingga akhirnya ikut menyelamatkan berbagai spesies kecil lainnya. Dalam … Read more


Rafflesia arnoldi – Puspa Negeri yang di Lupakan

Posted: September 10th 2014

Rafflesia merupakan salah satu bunga yang indah yang pernah dikenal dalam dunia botani dan merupakan bunga terbesar di dunia. Diameternya mencapai 150 cm. Spesies Rafflesia arnoldi R.Br ditemukan pertama kali pada saat ekspedisi pengumpulan tumbuhan sumatera tahun 1818 oleh Joseph Arnold. Rafflesiaceae terdiri dari 8 marga yang ber-anggotakan sekitar 50 spesies, umumnya terdapat di daerah tropik indo-malaysia, antara lain Rafflesia, Rhizanthes, dan Sapria (Kuijt dalam Zuhud dkk, 1998). SK Presiden RI no. 4 tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, menetapkan Rafflesia arnoldi R. Br. Sebagai Puspa Langka Nasional. Pada pasal 2 dan pasal 3 disebutkan bahwa diperlukan “suatu usaha didalam mewujudkan kepedulian dan rasa cinta serta meningkatkan pelindungan dan upaya pelestarian ekosistem, habitat, dan pengembangan puspa langka nasional”, namun sampai saat ini sedikit sekali tindakan nyata di dalam merealisasikan pasal-pasal tersebut. Meskipun Rafflesia arnoldi pertama kali ditemukan di Bengkulu, sangat disayangkan sekarang ini di Bengkulu sudah banyak habitat dari … Read more


DNA fingerprint, Metode Analisis Kejahatan pada Forensik

Posted: May 13th 2014

by : Fransisca Marthinova S NPM : 110801204 DNA fingerprint, Metode Analisis Kejahatan pada Forensik Dewasa ini banyak mahasiswa yang bercita-cita untuk menjadi seorang ahli forensik. Bekerja membuktikan suatu kejahatan dengan cara-cara ilmiah dan khas seorang kimiawan (terdapat sampel, peralatan laboratorium dan metode analisis) tentunya adalah suatu pekerjaan yang menarik dan tak lupa pula gaji yang lumayan besar. Tetapi sebelum sampai ke benar-benar bekerja di forensic, harus mengerti salah satu metode analisis kejahatan di forensik yakni DNA fingerprint. Di Indonesia, DNA fingerprint merupakan cara identifikasi kejahatan dan korban yang telah hancur setelah terjadi peristiwa peledakan bom di tanah air seperti kasus bom Bali, bom Marriot, peledakan bom di depan Kedubes Australia dan lain-lain. Pengunaan informasi DNA fingerprint di Indonesia boleh dibilang masih sangat baru sedangkan di negara-negara maju, hal ini telah biasa dilakukan. DNA fingerprint Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah salah satu jenis asam nukleat. Asam nukleat merupakan senyawa-senyawa polimer yang … Read more


Virus Toxoplasmosis??

Posted: May 12th 2014

Taxoplasmosis atau sering hanya disebut penyakit toxo merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Dalam banyak kasus, infeksi pada manusia terjadi terutama setelah parasit tersebut tertelan. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala, tetapi penyakit ini memiliki potensi untuk menyebabkan masalah serius pada beberapa orang, terutama pada mereka yang mengidap penyakit immunodepressed dan pada wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran. Jika timbul gejala, biasanya menyerupai flu (nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, malaise) dan dapat berlangsung selama beberapa minggu. Pada beberapa kasus, infeksi yang berat dapat menyebabkan masalah pada organ mata, gangguan otak, kejang, dan jarang, menyebabkan kematian. Obat-obatan tertentu, baik secara tunggal maupun dalam kombinasi, dapat digunakan untuk mengobati toxoplasmosis (Tenter et al., 2000). Sebagian besar orang terkena infeksi dari makan daging yang terinfeksi atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kotoran kucing atau anak kucing. Pencegahan penyakit ini terutama berpusat pada usaha menghindari kontak dengan daging yang mentah/terkontaminasi dan kontak dengan kucing/kotoran kucing  (Tenter et al., … Read more


Hello world!

Posted: May 9th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php