Agnes

Do I Care About Asarcornis scutulata?

Posted: December 5th 2014

Adakah dari kalian yang pernah mendengar atau bahkan melihat mentok rimba? Mungkin sedikit asing, namun inilah salah satu spesies endemik dapat dijumpai di Pulau Sumatera dan semula ada di Pulau Jawa. Semula? Bagaimana bisa?

Burung bernama latin Asarcornis scutulata ini merupakan jenis itik hutan yang sering dijumpai di lahan basah seperti hutan rawa, hutan awet hijau ataupun hutan luruh daun. Mentok rimba yang sering disebut serati, bebek hutan, angsa hutan ini memiliki bulu gelap dengan sayap tengah abu-abu kebiruan. Pada bagian leher hingga kepala berwarna putih dan pada remaja muncul bintik hitam, serta ukuran tubuh mencapai 66 hingga 81 cm. Pada awal musim penghujan biasanya memasuki musim kawin dan pada pertengahan musim itu merupakan masa bertelur bagi induk betina. Sehingga pada bulan sekitar Maret sampai April, telur mentok rimba bisa menetas.

W

Gambar 1. Mentok Rimba

Mentok rimba ini termasuk hewan yang cenderung lebih aktif saat fajar dan senja untuk berkelompok, mencari pasangan dan makanan. Makanan kegemarannya yaitu biji-bijian, tumbuhan air, ikan, dan hewan air yang berukuran kecil.

mentok-rimba-Cairina-scutulata_Jacob-Wijpkema

Gambar 2. Kawanan Mentok Rimba

 TERANCAM PUNAH………………..

Mentok rimba kini mendapatkan status ENDANGERED oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal ini dikarenakan pembangunan berkelanjutan yang dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Mentok rimba yang hidupnya bergantung dengan lahan basah terganggu dengan adanya pembangunan listrik tenaga air dan adanya polusi menjadi ancaman terbesar bagi mereka yang berujung pada resiko kepunahan. Kini di Pulau Jawa sudah tidak ditemukan mentok rimba, sedangkan di Pulau Sumatera populasinya semakin menurun.

Mentok-rimba

Gambar 3. Awetan Mentok Rimba

TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS merupakan habitat mentok rimba di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2011 jumlah spesies ini di TNWK diperkirakan hanya 112 ekor dan semakin menurun tiap tahunnya. Menurut TNWK menjadi habitat dengan jumlah mentok rimba terbanyak di dunia jika dibandingkan dengan Thailand, Laos, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Bangladesh dan India.

Menurut Doni Gunariadi selaku Manajer Lembaga Swadaya Masyarakat Wildlife Conservation Society (LSM WCS) tahun 2010, populasi mentok rimba paling banyak ditemui di TNWK terutama saat musim kemarau, karena pada musim itu air rawa menyempit dan mentok rimba berkumpul dalam satu lokasi. Lokasi rawa yang semakin menyempit setiap harinya ini menyebabkan satwa itu terkadang keluar kawasan hingga ke lahan pertanian, yang pada akhirnya ditangkap masyarakat sekitar.

“Kelompok peduli bebek hutan yang tergabung dalam “Kelompok Sahabat Burung Way Kambas”, tahun 2010 telah melakukan empat kali monitoring populasi dan ancaman terbesar satwa itu, yakni adanya aktivitas ilegal seperti perburuan burung dan pemancingan serta kerusakan habitat akibat kebakaran hutan.” kata Kepala Bidang Konservasi Jenis TNWK, Dicky Tri Sutanto.

SO?

Sebagai generasi muda saya ingin merealisasikan beberapa rencana aksi yang terlintas di pikiran saya untuk menyelamatkan mentok rimba ini, yaitu:

1. Speak Up.

Kaum muda adalah sasaran utamanya. Dengan membuat akun Facebook, Twitter, Path, Instagram, Line dan nantinya akan bekerjasama dengan akun-akun peduli alam seperti WWF untuk menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan mentok rimba serta mengajak kaum muda untuk lebih peduli dengan nasib mentok rimba.

2. Turun Langsung ke Lapangan.

Bergabung dengan lembaga konservasi, khususnya konservasi mentok rimba dan ikut terjun ke lapangan untuk lebih memahami tentang mentok rimba. Disamping itu, sosialisasi mengenai mentok rimba kepada masyarakat sekitar TNWK juga perlu dilakukan.

3. Dokumenter, T-shirt dan Boneka.

Setelah bergabung dengan lembaga konservasi, pembuatan film dokumenter mengenai mentok rimba perlu dilakukan dan mencari sponsor ataupun bekerjasama dengan perusahaan t-shirt dan boneka untuk ikut serta dalam aksi konservasi mentok rimba dengan cara memproduksi t-shirt dan boneka mentok rimba ke pasaran sebagai salah satu bentuk penyuluhan kepada masyarakat selain sekitar TNWK.

Tidak banyak rencana aksi yang saya buat, semoga renterealisasi. SHUKRAN  🙂

 

Daftar Pustaka :

Hertanto. 2010. Edan, Mentok Rimba Cuma Tinggal 75 Ekor. http://nasional.kompas.com/read/2010/04/23/10385283/Edan..Mentok.Rimba.Cuma.Tinggal.75.Ekor-5 (diakses 4 Desember 2014)

IUCN. 2014. Asarcornis scutulata. http://www.iucnredlist.org/details/22680064/0 (diakses 4 Desember 2014)

Sigit, R.R. 2014. Mentok Rimba: Burung Mirip Mentok yang Terancam Punah.

https://id.berita.yahoo.com/mentok-rimba:-burung-mirip-mentok-012924924.html (diakses 4 Desember 2014)

Sulastri. 2009. Mentok Rimba, Sudah Punah di Jawa, Jangan Terulang di Sumatera.

http://sains.kompas.com/read/2009/07/28/22583145/mentok.rimba.sudah.punah.di.jawa.jangan.terulang.di.sumatera. (diakses 4 Desember 2014)


7 responses to “Do I Care About Asarcornis scutulata?”

  1. disa says:

    informasi yang sangat menarik agnes 🙂
    berkaitan dengan aksi-aksi yang kamu impikan bagaimana cara kamu untuk mengenalkan species ini dengan status ENDANGERED ini kepada masyarakat awam yang mungkin belum mengenal species mentok rimba ini? apakah perlu pengenalan sejak dini bagi masyarakat luas?

  2. agnes9 says:

    dear disa, seperti sudah saya jabarkan, saya akan menyebarkan informasi mengenai mentok rimba melalui media sosial, atau juga inspirasi tambahan dengan cara menulis all about mentok rimba dan saya kirim ke redaksi koran 🙂

  3. friskaunandy says:

    Wow! thanks mbak Agnes <3 semoga gerakan penyelamatan itik hutannya sukses ya! kalau boleh, Saya juga ingin berpartisipasi, bagaimana cara memulainya?

    • agnes9 says:

      wah, senangnya saya mendapat kawan yang tergerak hatinya dalam aksi konservasi. kamu bisa memulai dari medsos yaitu posting segala macam hal yang berhubungan dengan ancaman kepunahan mentok rimba. selamat beraksi!

  4. ronykristianto says:

    Saya sangat setuju dengan aksi yang akan anda lakukan ini, semoga ini benar-benar terealisasikan sehingga mencegah punahnya mentok rimba ini. Saya punya 2 pertanyaan, yang pertama (1) apakah hewan ini punya peranan penting bagi ekosistemny ? sehingga perlu untuk dikonservasi. Dan pertanyaan yang kedua (2) pemerintah memegang peranan penting bagi kelestarian mentok rimba ini, peraturan pemerintah maupun undang-undang menjadi salah satu aksi penting yang dapat dilakukan pemerintah, apakah dalam kasus ini pemerintah sudah mengeluarkan peraturan atau UU atau semacamnya yang berisi mengenai konservasi mentok rimba ?

  5. nanda1301 says:

    Eksploitasi secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab banyak menyebabkan penurunan jumlah populasi suatu spesies termasuk mentok rimba ini. Bahkan sudah masuk Taman Nasional saja tidak menjamin keselamatan hewan tersebut (Berdasarkan data tahun 2011 jumlah spesies ini di TNWK diperkirakan hanya 112 ekor dan semakin menurun tiap tahunnya). Perlu tindakan nyata untuk masalah ini terutama pengawasan taman nasional dari gangguan dan kerusakan. Keep save mentok rimba… semangat juga untuk aksinya…

  6. agnes9 says:

    Menjawab pertanyaan RONY, mentok rimba tidak memiliki peran khusus bagi lingkungan. Namun pastinya satwa ini memperindah alam sekitar kita sebagai tanda keanekaragaman hayati di Indonesia. Untuk UU tentang konservasi mentok rimba ini, pemerintah telah mengeluarkan peraturan mengenai hewan dan tumbuhan yang dilindungi namun sangat disayangkan karena kurang tegasnya pemerintah maka masyarakat sekitar masih buta dengan perlunya tindakan konservasi mentok rimba.
    Menanggapi pernyataan NANDA, terimakasih atas dukungannya. Semoga rencana aksi saya dapat terealisasi nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php