Andrea AK

AFLP sebagai Penanda Marker

Posted: September 1st 2015

Penanda genetik, juga disebut dengan penanda, marker, marka, atau markah diberbagai kepustakaan, merupakan penciri individu yang terdeteksi dengan alat tertentu yang menunjukkan genotipe suatu individu. Penanda genetik menggambarkan perbedaan genetik diantara individu dalam suatu organisme atau spesies. Bentuknya dapat berupa penampilan fenotipe/morfologi tertentu, kandungan senyawa (protein atau produk biokimia tertentu), berkas (band) pada suatu lembar hasil elektroforesis gel atau kromatogram, atau hasil pembacaan sekuensing. Jenis marka molekuler pada tanaman ada dua yaitu penanda yang mendasarkan teknik PCR dan yang tidak mendasarkan teknik PCR. Penanda molekuler yang mendasarkan teknik PCR antara lain RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan SSR (Simple Sequence Repeats) yang lebih mendasarkan pada sequencing DNA. Sedangkan Penanda molekuler yang tidak mendasarkan teknik PCR hanya ada satu jenis yaitu RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphisme) (Azrai, 2005). Setiap penanda molekuler memiliki teknik yang berbeda-beda baik dalam hal jumlah DNA yang dibutuhkan, dana, waktu, prosedur pelaksanaan, … Read more


Tolong Jaga Aku

Posted: June 19th 2015

Sungai, apa yang kalian pikirkan setelah mendengar kata “sungai”? Coklat, kotor, jorok, sampah? Atau mungkin air yang jernih mengalir dari hulu ke hilir melewati bebatuan dan dengan pepohonan di sekitarnya? Atau mungkin kalian punya pendapat yang berbeda? Jadi, beberapa minggu yang lalu saya dan rekan-rekan melakukan susur sungai di salah satu sungai di daerah timur kota Yogyakarta dan dekat dengan kampus kami, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yaitu Sungai Tambak Bayan. Kami memang tidak menyusurinya dari hulu ke hilir, hanya sekitar 3,5 km yang kami tempuh di bagian tengah sungai, tetapi kami menemukan banyak hal yang memang sangat perlu untuk dibagikan kepada para pembaca blog kami. Kami menyusuri dari bawah jembatan Babarsari hingga jembatan dekat Hotel Jayakarta yang merupakan bagian dari Jalan Adi Sucipto, yang mengarah dari Utara ke Selatan. Selama menyusuri sungai ini kami mencatat dan mendokumentasikan beberapa hal yang kami temukan di sana. Namun, baru setengah perjalanan baterai pada … Read more


Yuk, Kenali Emas !

Posted: March 4th 2015

Gambar 1. Emas (www.geology.com) Emas, siapa yang tak kenal dengan logam mulia tersebut. Keberadaan batu ini tentu menjadi perhatian semua orang di dunia karena harganya yang bernilai tinggi. Tahukah kamu apa sebenarnya emas itu?   Deskripsi singkat Menurut sebuah website yang ditulis oleh Emsley (2012), emas merupakan suatu jenis mineral yang memiliki sifat lunak, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Anda juga mungkin mengenal emas secara kimiawi dalam tabel periodik dengan simbol Au (Aurum dalam bahasa Latin) yang memiliki nomor atom 79 dan nomor massa 196,967. Emas tidak bereaksi secara kimia, tetapi logam tersebut ternyata terpengaruh oleh klorin, fluorin, dan aqua regia (campuran asam nitrat dan asam klorida). Namun, secara fisik emas dapat lebur menjadi pada suhu sekitar 1000°C. Sebagian emas yang ditambang disimpan dalam bentuk bullion. Bayangkan! sekitar 1500 ton emas ditambang setiap tahun. … Read more


Let’s Save Monyet Mentawai

Posted: December 6th 2014

4 Desember lalu merupakan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, sebagai warga Negara Indonesia, perlu kita ketahui bahwa negara kita tercatat ditempati 2.827 jenis satwa vertebrata non ikan dari jumlah tersebut 848 diantaranya merupakan jenis endemik yakni jenis yang hanya terdapat di Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki keanekaragaman hayati setelah Brazil. Salah satu kawasan di Indonesia yang kaya dengan keanekaragamannya adalah kepulauan Mentawai. Kawasan ini merupakan salah satu daerah paling kaya di bumi untuk keanekaragaman primata. Sayang habitat hutan pulau tersebut kini berada dalam ancaman kerusakan. Gambar 1. Kabupaten Kepulauan Mentawai (terdiri dari pulau Siberut, Sipora Pagai Utara dan Pagai Selatan). Sejak tahun 1980-an, populasi primata di Mentawai terus mengalami penurunan akibat perubahan hutan menjadi daerah perkebunan atau perladangan, baik yang dikelola secara tradisional maupun modern, ditambah lagi dengan adanya kegiatan-kegiatan penebangan kayu, baik legal maupun yang ilegal. Akibatnya, semua spesies yang ada di kawasan unik ini digolongkan oleh … Read more


Kersik Luai, The Black Orchid

Posted: September 9th 2014

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di daerah tertentu di pulau Kalimantan. Anggrek hitam dijadikan sebagai maskot flora di profinsi Kalimantan Timur karena keindahan dan keunikannya.   Gambar 1. Anggrek Hitam Anggrek hitam ini merupakan salah satu spesies anggrek yang dilindungi di Indonesia karena terancam kepunahan di habitat aslinya. Anggrek hitam yang dalam bahasa latin disebut Coelogyne pandurata merupakan flora identitas (maskot) propinsi Kalimantan Timur. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar) semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena menyusutnya luas hutan dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”. Meskipun Anggrek hitam identik dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini selain di hutan liar Kalimantan juga tumbuh liar di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar … Read more


Perubahan Iklim, Beruang Kutub Terancam!

Posted: September 7th 2014

Di bumi ini terdapat berbagai macam hewan yang dilindungi karena keberadaannya yang terancam, salah satunya yaitu hewan besar ini yaitu beruang kutub. Beruang ini memiliki bulu yang berwarna putih seperti salju, beruang ini hanya terdapat di kutub utara, di mana mereka hidup di atas lapisan es. Selama beberapa dekade terakhir ini, manusia serta perubahan iklim mengancam kehidupan beruang kutub ini. Dari sekitar 20.000 beruang kutub di dunia, sekitar 1,500 hidup di pesisir pantai utara Alaska, dan ada sejumlah beruang yang tidak diketahui jumlahnya ditemukan sekitar Laut Bering dan Chukchi. Karena suhu hangat mencairkan es di laut kutub utara, beruang ini lebih banyak menghabiskan waktunya di darat, dimana mereka mengincar tumpukan tulang ikan paus dan ikan lain sisa makanan, diluar perkampungan suku asli Alaska. Para ahli memperingatkan bahwa meningkatnya kontak dengan manusia, dan juga wisata yang terus meluas, dapat menambah konflik dan lebih banyak lagi anak beruang akan kehilangan induknya. Untuk … Read more


Hello world!

Posted: September 4th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php